Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 31 Jul 2026 15:55 WIB

Orang tua dan anak
Seberapa Efektif Pola Asuh 5/ Foto: iStock
Jakarta -

Bunda pernah dengar pola asuh atau aturan parenting 5:1? Aturan pengasuhan ini disebut cukup efektif dalam membangun hubungan yang sehat atau bonding antara orang tua dan anak-anaknya.

Menurut para ahli kesehatan mental, pendekatan 5:1 dapat membantu orang tua fokus pada aspek positif dari perilaku anak, daripada terus memikirkan tantangan atau tindakan negatif. Selain memperkuat bonding, aturan ini bahkan bisa menekan stres keluarga.

"Aturan pengasuhan 5:1 adalah pedoman untuk membangun hubungan yang sehat," kata psikolog klinis dan kepala divisi psikologi di Phoenix Children's, Carla C. Allan, PhD, dilansir Parents.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Ketika orang tua menerapkan aturan 5:1 secara konsisten, mereka memberikan contoh pengaturan emosi, mengurangi stres keluarga, dan membantu membangun kepercayaan dan ketahanan pada anak-anak mereka. Pada awalnya, mempraktikkan aturan ini mungkin terasa canggung, dipaksakan, atau bahkan konyol. Tetapi manfaatnya sangat besar," sambungnya.

Pola asuh 5:1 pertama kali dikenalkan psikolog John Gottman, PhD. Dalam studinya, Gottman meneliti tentang pernikahan dan menemukan bahwa hubungan yang langgeng ditandai dengan lima interaksi positif untuk setiap interaksi negatif.

Dalam aturan ini, orang tua secara sengaja menyisipkan lebih banyak pujian, umpan balik positif, dan kesempatan untuk waktu berkualitas yang terhubung dalam keseharian mereka dan anak-anak. Selama menerapkannya, orang tua disarankan untuk sungguh-sungguh memperhatikan dan mengomentari hal-hal yang dilakukan anak-anak mereka dengan benar, terutama perilaku positif.

Jika kita sering melakukan koreksi saat anak-anak berinteraksi satu sama lain, maka kita disarankan untuk juga mengomentari saat-saat ketika anak-anak sedang akur atau bermain bersama dengan baik.

"Orang tua tidak perlu mencatat secara harfiah," ujar Allan.

"Sebaliknya, tujuannya adalah untuk lebih memperhatikan kualitas perhatian orang tua kepada anak-anak. Orang tua akan mendapat manfaat dari menumbuhkan kesadaran diri dan melakukan latihan yang disengaja untuk memastikan interaksi positif tidak tertutupi oleh momen-momen koreksi."

Manfaat pola asuh 5:1

Menurut Allan, pola asuh dari aturan 5:1 dapat meningkatkan hubungan yang sehat antara orang tua dan anak. Ketika sebagian besar interaksi bersifat positif, anak-anak merasa aman dan didukung. Hal itu bisa menjadi dasar bagi pertumbuhan dan pembelajaran yang baik bagi mereka, Bunda.

"Hubungan yang kuat dan penuh perhatian juga mengurangi kebutuhan anak-anak untuk bertindak agresif demi mendapatkan perhatian. Ketika perhatian diberikan secara bebas dan konsisten, perilaku cenderung tidak akan meningkat menjadi upaya untuk diperhatikan," ungkap Allan.

Anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang menerapkan aturan 5:1 juga belajar untuk melakukan hal yang benar bahkan ketika tidak mendapatkan perhatian. Psikoterapis Olivia Bergeron, LCSW, mengatakan bahwa hubungan yang terbentuk dari pola asuh ini menjadi motivasi positif bagi anak.

"Mereka termotivasi secara intrinsik untuk melakukan hal yang benar karena mereka tidak didorong oleh faktor eksternal seperti menghindari hukuman atau ketidaksetujuan," ujar Bergeron.

Seberapa efektif aturan 5:1 untuk anak?

Menurut Bergeron, prinsip utama di balik aturan 5:1 dapat efektif diterapkan di setiap usia anak. Pasalnya, aturan ini dapat mendorong pembelajaran dan koneksi yang positif, Bunda.

"Balita belajar bahwa kasih sayang orang tua mereka tidak bergantung pada perilaku, melainkan sesuatu yang konstan. Anak-anak usia sekolah belajar bahwa nilai mereka tidak bergantung pada prestasi atau kemampuan, tetapi posisi mereka sebagai teman dan anggota keluarga," kata Bergeron.

"Sementara itu, remaja belajar bahwa meskipun mereka gemar bereksperimen dan mudah terpengaruh oleh teman sebaya, orang tua tetap berada di pihak mereka, dan pengaruh itu tetap kuat."

Bergeron menegaskan bahwa aturan 5:1 tidak sama dengan pola pengasuhan permisif, di mana tidak ada batasan dan sangat sedikit aturan. Sebaliknya, pengasuhan dengan rasio 5 banding 1 menciptakan landasan untuk kerja sama ketika batasan ditetapkan.

Penting juga untuk menyadari bahwa aturan 5:1 bukanlah ilmu pasti, tetapi pengingat untuk menyeimbangkan keadaan agar lebih mengutamakan kehangatan. Aturan ini juga perlu disesuaikan seiring pertumbuhan anak, Bunda.

"Anak-anak kecil mungkin merespons dengan baik terhadap pujian yang antusias dan terang-terangan," ujar Allan.

"Sementara remaja seringkali lebih menyukai pengakuan yang halus dan tulus atas usaha atau kompetensi mereka. Prinsipnya tetap sama, tetapi cara kita mengungkapkannya harus berkembang agar sesuai dengan kebutuhan perkembangan dan keinginan mereka akan otonomi," lanjutnya.

Demikian penjelasan terkait pola asuh 5:1 yang disebut efektif untuk membangun hubungan sehat antara orang tua dan anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda