Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Vitamin K untuk Bayi Baru Lahir: Ketahui Manfaat, Dosis, dan Waktu Pemberiannya

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Selasa, 28 Jul 2026 09:20 WIB

Kenali Penyebab Wajah Bayi Ada Bintik Putih Seperti Jerawat
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Olga Smolina
Daftar Isi
Jakarta -

Vitamin K merupakan nutrisi larut lemak yang membantu tubuh kita membuat bekuan darah. Kita membutuhkan bekuan darah untuk menghentikan pendarahan. Vitamin K juga penting untuk menjaga kesehatan tulang, Bunda.

Orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar mendapatkan vitamin K dari makanan seperti sayuran hijau berdaun, daging, produk susu, dan telur. Bakteri sehat di usus kita, yang membentuk mikrobioma juga menghasilkan beberapa vitamin K.

Namun, bayi memiliki sangat sedikit vitamin K dalam tubuh mereka saat lahir. Hal ini membuat mereka berisiko mengalami masalah pendarahan yang berbahaya. Berkat penemuan di bidang medis, VKDB (Vitamin K-Dependent Blood Blood atau kekurangan vitamin K pada bayi) mudah dicegah dengan suntikan vitamin K, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Akademi Pediatri Amerika (AAP) yang pertama kali mendukung intervensi ini pada tahun 1961. Mereka merekomendasikan suntikan diberikan pada bayi baru lahir.

Satu suntikan di otot paha tersebut merupakan salah satu intervensi paling penting dalam kehidupan bayi baru lahir, yang mengurangi risiko pendarahan yang mengancam jiwa.

“Suntikan vitamin K adalah salah satu intervensi pencegahan tertua, teraman, dan paling efektif dalam pengobatan bayi baru lahir,” kata Mary Beth Howard, MD, MSc, seorang dokter spesialis kedaruratan pediatrik di Rumah Sakit Johns Hopkins dan anggota inti fakultas di Pusat Penelitian dan Kebijakan Cedera.

“Sangat penting agar semua bayi menerimanya,” ungkapnya, dikutip dari laman resmi Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.

Manfaat vitamin K untuk bayi

Vitamin K membantu pembentukan bekuan darah dan mencegah pendarahan. Penelitian menunjukkan bahwa satu suntikan vitamin K saat lahir melindungi bayi dari pendarahan berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan otak atau kematian, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa bayi lahir dengan sangat sedikit vitamin K di dalam tubuh mereka. Vitamin ini tidak menembus plasenta dan kadarnya rendah dalam ASI. Bayi membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mendapatkan cukup vitamin K.

Bayi yang tidak menerima suntikan vitamin K, 80 kali lebih mungkin mengalami pendarahan hebat. Lokasi pendarahan yang paling umum adalah otak. Satu dari lima bayi dengan kejadian pendarahan serius akibat kekurangan vitamin K akan meninggal.

Dosis vitamin K untuk bayi

Suntikan vitamin K tunggal biasanya 0,5 mg hingga 1,0 mg yang diberikan segera setelah lahir selama bulan-bulan kritis pertama kehidupan saat bayi sedang membangun cadangan vitamin K sendiri dan sebelum mereka mulai makan makanan padat sekitar usia 4–6 bulan.

Dilansir Better Health, di beberapa negara, orang tua ditawari kesempatan untuk memberikan vitamin K kepada bayi mereka melalui tetes atau suntikan.

Jika memilih tetes, dua dosis tetes diperlukan untuk semua bayi (satu saat lahir dan satu lagi 3 hingga 5 hari kemudian) dan satu lagi pada minggu keempat, jika bayi disusui (diberi ASI).

Waktu pemberian vitamin K pada bayi

Rekomendasi medis standar adalah memberikan suntikan intramuskular tunggal vitamin K (biasanya 1 mg) dalam 6 jam pertama setelah lahir. Memberikan dosis vitamin K dalam 6 jam setelah lahir adalah cara terbaik untuk mencegah pendarahan.

Perlu diingat bahwa sangat mudah, aman, dan gratis (jika persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan pemerintah) untuk mencegah VKDB dengan suntikan vitamin K saat lahir. Jangan ragu untuk konsultasikan dengan dokter jika Bunda memiliki pertanyaan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda