parenting
9 Pertanyaan yang Ingin Didengar Ayah dari Anaknya
HaiBunda
Jumat, 24 Jul 2026 18:20 WIB
Daftar Isi
-
Daftar pertanyaan yang ingin didengar ayah dari anaknya
- 1. "Ayah, apa ketakutan terbesar Ayah dalam hidup dan apa pelajaran yang didapatkan Ayah?"
- 2. "Seperti apa diri Ayah saat seusia aku?"
- 3. "Ayah, bagaimana rasanya menikah? Apa bagian terbaik dan terburuknya?"
- 4. "Maukah Ayah mengajari aku sesuatu yang Ayah sukai?"
- 5. "Bagaimana rasanya saat Ayah menjadi seorang Ayah?"
- 6. "Apa yang ingin Ayah ajarkan kepada aku dari cara Ayah dibesarkan?"
- 7. "Apa yang membuat Ayah bangga pada aku?"
- 8. "Ayah, apakah Ayah baik-baik saja?"
- 9. "Seperti apa izin yang Ayah bisa berikan untuk aku?"
Setiap ayah sering terlihat tampak kuat dan jarang mengungkapkan perasaannya. Padahal, di dalam hatinya ada keinginan untuk merasa dipahami dan dicintai oleh anak-anaknya.
Seorang ayah terkadang tidak ingin hadiah dari anaknya, melainkan pertanyaan sederhana. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat menunjukkan kepedulian dan keinginan anak untuk mengenal kehidupan ayahnya lebih dalam.
Melalui pertanyaan-pertanyaan yang tulus, hubungan antara ayah dan anak dapat menjadi lebih hangat, terbuka, dan penuh makna. Simak beberapa pertanyaan yang mungkin ingin didengar setiap ayah dari anaknya berikut ini!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar pertanyaan yang ingin didengar ayah dari anaknya
Dilansir dari laman Time, berikut daftar pertanyaan yang ingin didengar oleh seorang ayah dari anaknya:
1. "Ayah, apa ketakutan terbesar Ayah dalam hidup dan apa pelajaran yang didapatkan Ayah?"
Pertanyaan ini bisa sangat bermakna bagi seorang ayah. Banyak ayah tidak ingin menyembunyikan pengalaman atau pelajaran hidup yang dialami dari anak-anaknya.
"Ada kekuatan besar dalam mengatakan yang sebenarnya tentang hal-hal yang berjalan baik dan hal-hal yang berjalan buruk," kata penulis buku The Courage to Commit, Andrew East.
Hal yang perlu diingat, pelajaran yang dapat dipetik anak bukanlah tentang hidup yang berjalan sesuai rencana. Melainkan apa yang harus dilakukan ketika tidak sesuai rencana.
2. "Seperti apa diri Ayah saat seusia aku?"
Pakar dan pendiri program pengembangan karakter remaja, Mark Papadas, menganggap pertanyaan ini juga penting bagi seorang ayah. Bahkan, anak-anak yang lebih muda pun bisa mendapat manfaat dari pertanyaan ini.
"Percakapan itu memberi saya gambaran baru tentang diri seorang ayah," kata Papadas.
"Misalnya, sebagai ayah kita dapat menjawab, 'Ketika saya berusia 10 tahun, seperti kamu sekarang, inilah yang saya hadapi, dan inilah cara saya melewatinya'. Hal itu dapat memberikan sesuatu yang bisa dipegang oleh anaknya. Saya yakin, anak yang berusia 10 tahun itu, ketika kelak berusia 40 tahun, akan mengingat percakapan tersebut," ujar Papadas.
3. "Ayah, bagaimana rasanya menikah? Apa bagian terbaik dan terburuknya?"
Penulis Bruce Feiler berharap lebih banyak anak akan bertanya kepada orang tua tentang pernikahan mereka. Pertanyaan ini membuka pintu bagi lebih dari sekadar kisah cinta. Pasalnya, pernikahan adalah tempat keluarga saling terkait, tempat di mana konflik muncul, dan babak kehidupan baru dimulai.
"Saya melakukan perjalanan waktu. Pertama, membayangkan dirinya sebagai seorang anak yang melihat foto pernikahan orang tuanya, kemudian membayangkan anak-anaknya di masa depan suatu hari nanti melihat kembali foto-foto pernikahannya," ungkap Feiler.
Menceritakan kembali kisah asal usul keluarga memungkinkan kita untuk menghidupkan kembali kenangan-kenangan itu. Setiap cerita memberi kita kesempatan untuk meninjau kembali kehidupan dari sudut pandang yang baru.
4. "Maukah Ayah mengajari aku sesuatu yang Ayah sukai?"
Seorang ayah juga sering mengharapkan anaknya bertanya tentang pertanyaan ini. Meski pada kenyataannya, tidak semua anak melakukannya, sehingga seorang ayah menjadi kecewa.
Seorang anak yang ingin mempelajari apa yang dicintai ayahnya sebenarnya ingin mengenal ayahnya, Bunda. Anak tak hanya ingin ayahnya ikut menyiapkan bekal atau mengantarkan ke sekolah. Mereka ingin ayah menjadi sosok dengan kehidupan dan gairah yang sudah ada sebelum mereka lahir.
5. "Bagaimana rasanya saat Ayah menjadi seorang Ayah?"
Bagi seorang anak, seorang ayah selalu ada, terbentuk sempurna, tanpa sejarah sebelum mereka hadir. Mereka mungkin penasaran dengan sosok ayah, sehingga melontarkan pertanyaan ini.
"Ini akan menjadi hal yang menarik untuk dibicarakan yang mungkin tidak terpikirkan oleh kebanyakan anak untuk ditanyakan," kata penulis buku Dad Can You Not?: A Dad's Guide to Being Less Cringey, Chip Leighton.
6. "Apa yang ingin Ayah ajarkan kepada aku dari cara Ayah dibesarkan?"
Terapis keluarga Terry Real, berpendapat bahwa salah satu pertanyaan yang paling ingin didengar seorang ayah dari anaknya adalah, "Bagaimana ayah memutuskan ingin menjadi orang tua seperti apa?".
Pertanyaan ini mengajak para pria untuk menjelaskan pola pengasuhan mereka bukan sebagai sesuatu yang terjadi begitu saja, melainkan sebagai serangkaian pilihan. Pertanyaan ini juga menuntut kejujuran daripada kesempurnaan, dan memberi para ayah izin untuk membicarakan kesenjangan antara niat mereka dan kenyataan.
7. "Apa yang membuat Ayah bangga pada aku?"
Ini adalah pertanyaan kecil yang mengajarkan seorang anak apa yang sebenarnya dihargai oleh ayahnya. Pertanyaan ini seringkali memberi anak izin untuk menghargai dirinya sendiri.
"Tanyakan ini pada ayahmu dan jawabannya mungkin akan mengejutkanmu. Anak-anak cenderung berasumsi mereka tahu skenarionya," ungkap Papadas.
"Anak mungkin mendapat nilai C di pelajaran matematika, tetapi kita melihat mereka bekerja keras, dan mereka mengerahkan upaya terbaik mereka, dan mereka tidak menyerah. Itulah yang dibawa seorang ayah," sambungnya.
8. "Ayah, apakah Ayah baik-baik saja?"
Ini pertanyaan yang tampaknya sederhana, tetapi terkadang sulit untuk dijawab dengan jujur. Namun, seringkali pertanyaan ini begitu ampuh ketika dilontarkan oleh seorang anak.
"Pertanyaan seperti, 'Apakah Ibu baik-baik saja hari ini? Apakah hari Ibu menyenangkan?', ini bukan tentang membuat anak bertanggung jawab atas perasaan orang dewasa. Tapi ini adalah kenyamanan sederhana karena anak juga merasa diperhatikan," kata Maguire.
"Anak-anak kecil membutuhkan banyak perhatian dan energi, dan mereka memberikan begitu banyak balasan," lanjutnya.
9. "Seperti apa izin yang Ayah bisa berikan untuk aku?"
Pertanyaan ini membuat seorang ayah merasa dibutuhkan dan dihargai. Tapi, pertanyaan ini sebaiknya tidak ditanyakan secara tiba-tiba ya.
Menurut Real, mengajukan pertanyaan yang berat dan menyentuh secara tiba-tiba kepada seorang ayah jarang menghasilkan percakapan yang baik. Sebaiknya, mulailah dengan menanyakan apakah ayah bersedia atau merasa siap untuk melakukan percakapan yang serius, sebelum mengajukan pertanyaan ini.
Itulah daftar pertanyaan yang diharapkan ayah dari anaknya. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)ARTIKEL TERKAIT
Parenting
10 Momen yang Paling Membekas di Hati Ayah saat Membesarkan Anak Menurut Survei
Parenting
9 Kebiasaan Anak Laki-laki yang Terbentuk dari Sikap Ayah, Dampaknya Terasa saat Dewasa
Parenting
11 Ciri Ayah yang Tidak Nyaman Saat Menjadi Orang Tua Menurut Psikolog
Parenting
Aktor Pemenang Emmy Awards Luncurkan Proyek "Surat untuk Anak Lelaki", Alasannya...
Parenting
Jarang Disadari, Perbedaan Bonding Ayah dengan Anak Laki-laki & Perempuan
5 Foto
Parenting
Bagikan Foto Lebaran, Deretan Artis Ini Masih Rahasiakan Wajah Anak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
9 Kebiasaan Anak Laki-laki yang Terbentuk dari Sikap Ayah, Dampaknya Terasa saat Dewasa
10 Kalimat Ayah yang Bisa Membekas Seumur Hidup pada Anak
5 Kebiasaan Ayah yang Berdampak Besar pada Anak, Coba Lakukan Yuk