Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Ketahui 4 Makanan Disebut Ampuh Atasi Sembelit pada Bayi

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Senin, 03 Aug 2026 18:45 WIB

Asian baby newborn crying from diarrhea colic symptoms
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/comzeal
Daftar Isi
Jakarta -

Sembelit bisa terjadi pada siapa saja, bahkan termasuk bayi. Hal ini bisa menjadi pengalaman yang membuat frustrasi dan menyakitkan bagi mereka. Jika Bunda baru saja memperkenalkan makanan padat atau MPASI kepada bayi, maka bisa jadi itu penyebabnya.

Ya, makanan padat dapat memberi tekanan pada saluran pencernaan bayi yang sedang berkembang dan menyebabkan sembelit, Bunda.

Dikutip dari laman resmi The Children's Hospital of Philadelphia, tanda-tanda bayi sembelit seperti:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


  • Tidak buang air besar selama satu atau dua hari biasanya normal dan tidak perlu dikhawatirkan. tetapi anak Bunda mungkin mengalami sembelit jika:
  • Mereka buang air besar dua kali atau kurang per minggu (untuk anak-anak dengan usia perkembangan minimal 4 tahun)
  • Kotoran mereka keras, kering, atau menyakitkan, atau tidak mudah keluar.
  • Kotoran, ketika keluar, berbentuk seperti butiran keras.
  • Bunda memperhatikan bahwa mereka menangis atau rewel saat mencoba buang air besar yang keras.

Penyebab sembelit pada bayi saat MPASI

Ada beberapa penyebab sembeli pada bayi saat MPASI seperti dilansir dari Healthline:

Jenis makanan baru

Tubuh bayi sedang belajar bagaimana mengatasi jenis makanan baru untuk dicerna saat mereka beralih dari diet cair sepenuhnya. Mengingat, sistem pencernaan mereka sedang berkembang dan beradaptasi dengan zat baru.

Perubahan asupan cairan

Perubahan asupan cairan akan membuat tinja bayi lebih keras dan lebih sulit dikeluarkan. Jika mereka sudah mulai makan makanan padat, mereka mungkin perlu meningkatkan asupan cairan untuk mengimbangi makanan padat tersebut.

Jika bayi Bunda sedang tumbuh gigi atau merasa tidak enak badan, hal itu juga dapat menyebabkan mereka mengonsumsi lebih sedikit cairan dari biasanya.

Kekurangan serat

Meskipun bayi baru memulai, perutnya bekerja seperti perut orang dewasa. Walaupun awalnya peralihan ke makanan padat yang mengandung serat (dari ASI atau susu formula, yang tidak mengandung serat) dapat menyebabkan sembelit sementara, perut mereka akan menyesuaikan diri.

Makanan untuk mengatasi sembelit pada bayi

Jika tinja bayi jarang, keras, atau sulit dikeluarkan, cobalah makanan-makanan ini untuk mencegah sembelit pada bayi:

Ubi jalar dengan apel dan persik

Potong setengah ubi jalar, satu apel, dan setengah persik menjadi potongan kecil. Masukkan ke dalam keranjang kukus dan masak hingga lunak. Blender hingga halus.

Plum dan pir

Potong 2 atau 3 buah pir dan plum menjadi potongan kecil. Masukkan ke dalam panci dengan sedikit air dan rebus hingga lunak. Blender hingga rata.

Bubur bayam dan apel

Potong dua apel menjadi potongan kecil dan masak dalam panci dengan sekitar 1/2 cangkir air. Setelah lunak, tambahkan sekitar 1 cangkir bayam dan masak lagi selama 2 hingga 3 menit. Haluskan hingga lembut. Dapat dibumbui dengan kayu manis dan jahe

Sayuran

Sembelit mungkin merupakan tanda asupan serat yang tidak mencukupi. Memberi bayi sayuran yang dihaluskan, direbus lunak, atau dipanggang seperti bayam, brokoli, dan kacang-kacangan (tergantung usia mereka) dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar mereka.

Apa lagi yang dapat Bunda lakukan untuk membantu mengatasi bayi sembelit?

Berikut beberapa trik yang dapat Bunda gunakan untuk meringankan sembelit bayi Bunda:

  • Mandi air hangat. Ini dapat merilekskan otot perut dan membuatnya bekerja.
  • Olahraga bayi. Baringkan bayi Bunda telentang dan dorong kakinya secara bergantian seolah-olah sedang mengayuh sepeda. egang lutut dan kakinya bersamaan dan dorong kakinya ke arah perutnya.
  • Pijat ILU. Bunda dapat melakukan pijat 'I Love U' untuk mengatasi sembelit pada bayi. Selain itu, Bunda juga dapat menggunakan ujung jari untuk membuat lingkaran searah jarum jam di perut bayi.

Jika sudah mencoba berbagai pengobatan rumahan, bayi masih mengalami tinja keras atau belum buang air besar setelah 2 atau 3 hari sejak terakhir kali buang air besar, segera hubungi dokter anak. Terutama jika Bunda secara konsisten melihat darah dalam tinja bayi atau bayi sangat rewel dan tampak kesakitan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda