Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Sambut Hari Anak Nasional, Bangun Kesehatan Mental Anak Sejak Bayi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 16 Jul 2026 09:20 WIB

Orang Tua dan Anak
Sambut Hari Anak Nasional, Bangun Kesehatan Mental Anak Sejak Bayi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/kazuma seki
Daftar Isi
Jakarta -

Hari Anak Nasional di Indonesia diperingati setiap tanggal 23 Juli. Tahun ini, tema Hari Anak yang ditetapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) adalah 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan'.

Hari Anak Nasional dapat menjadi momentum untuk mengingat pentingnya memenuhi hak-hak anak dan memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman serta penuh kasih sayang, Bunda. Sejalan dengan hal tersebut, perhatian terhadap kesehatan mental anak perlu diperhatikan sedini mungkin, bahkan sejak mereka masih bayi.

Membangun fondasi kesehatan mental anak sejak dini menjadi penting, Bunda. Pasalnya, pengalaman di awal kehidupan berperan besar dalam membentuk perkembangan emosional anak di masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Ketika kita berbicara tentang kesehatan mental bayi, kita memikirkan kemampuan seorang anak kecil untuk mengekspresikan dan mengelola emosi, membentuk hubungan yang dekat dan aman, serta menjelajahi dan belajar tentang dunia di sekitarnya," kata pakar Lindsey C. Burghardt, MD, MPH, FAAP, dilansir laman Developing Child Harvard University.

"Sama seperti orang dewasa, bayi dan anak kecil mengalami emosi, dan lingkungan dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. Mereka sangat sensitif terhadap pengaruh tersebut sejak periode prenatal (dalam kandungan) dan 2-3 tahun pertama setelah lahir," sambungnya.

Menurut Burghardt, selama periode tersebut, interaksi antara genetik dan pengaruh positif atau potensi berbahaya dalam lingkungan anak dapat meletakkan dasar yang kuat pada kesehatan mental. Pengaruh positif dapat meliputi hubungan yang stabil dan responsif dengan pengasuh di rumah dan di tempat penitipan anak usia dini, rumah yang bebas dari logam berat seperti timbal, dan banyaknya ruang hijau untuk bermain.

Sebaliknya, kehadiran pengaruh lingkungan negatif seperti udara atau air yang tercemar, kurangnya ruang hijau, atau kurangnya akses terhadap makanan bergizi, dapat menciptakan dasar yang lebih tidak stabil bagi kesehatan mental anak.

"Fondasi ini bertahan hingga usia dewasa, sehingga memperluas pandangan kita tentang kesehatan mental, termasuk menyediakan sumber daya yang diperlukan bagi para pengasuh untuk mendukung perkembangan anak-anak dengan perspektif holistik tersebut," ungkap Burghardt.

Membangun kesehatan mental bayi dapat dimulai dari rumah, Bunda. Caranya dengan melakukan rutinitas yang positif.

Cara membangun kesehatan mental anak sejak bayi

Dimulai sejak bayi, membangun rutinitas di rumah adalah cara sederhana dan berdampak besar untuk meningkatkan kesehatan mental. Anak-anak, bahkan bayi, akan merasa aman dan berkembang ketika mereka tahu apa yang diharapkan.

"Rutinitas kecil seperti mandi, sikat gigi, dan membaca buku sebelum tidur memberi tahu anak bahwa sudah waktunya untuk bersantai," ujar Burghardt.

"Di sekitar waktu makan, ini bisa berupa menyanyikan lagu sambil mencuci tangan atau duduk bersama dan berbicara tentang hari-hari yang orang tua jalani. Bahkan, bayi pun dapat berpartisipasi dalam waktu makan malam, dan rutinitas waktu makan bersama pengasuh adalah cara yang bagus untuk menumbuhkan hubungan dan rasa aman."

Organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk anak, UNICEF, juga memiliki tips untuk membangun kesehatan mental anak sejak bayi hingga masa kanak-kanak. Simak caranya berikut ini:

Bayi

Menghabiskan waktu berkualitas bersama anak menjadi kunci untuk membangun ketahanan mental yang baik untuk Si Kecil. Saat quality time, hormon alami dalam tubuh dilepaskan dan dapat membantu Bunda menjalin ikatan dengan bayi. Berikut beberapa aktivitas yang dapat dilakukan dengan Si Kecil:

  • Bermainlah dengan anak-anak, peluklah mereka.
  • Ajak mereka bicara, nyanyikan lagu untuk mereka.
  • Tanggapi suara anak dengan kata-kata agar mereka mulai memahami bahasa dan komunikasi.

Balita

Saat anak mulai lebih banyak bergerak, keinginan mereka untuk menjelajah pun meningkat. Rasa ingin tahu ini perlu dipupuk dan didorong melalui aktivitas, seperti:

  • Membacakan buku untuk anak setiap hari jika memungkinkan.
  • Mainkan permainan yang membangkitkan rasa ingin tahu dan pembelajaran anak.
  • Mintalah anak untuk menyebutkan nama benda-benda. Mulailah dengan namanya dan benda-benda di sekitarnya, buatlah sesederhana mungkin.
  • Jelajahi lingkungan sekitar di luar rumah bersama-sama.

Anak-anak prasekolah

Seiring bertambahnya kemandirian dan rasa ingin tahu anak Anda, mereka akan ingin menjelajahi dunia luar dan belajar tentang hal-hal di sekitar mereka. Interaksi dengan orang lain akan membantu mereka mengembangkan cara berpikir mereka sendiri dan memahami dunia di sekitar mereka.

  • Dorong interaksi sosial Si Kecil melalui bermain dengan anak-anak lain.
  • Ajak mereka membantu Bunda mengerjakan tugas-tugas sederhana yang sesuai dengan usia. Bimbing mereka melalui langkah-langkah untuk
  • menyelesaikan masalah-masalah sederhana.
  • Tetapkan batasan yang jelas dan harapan yang realistis. Setelah mengatakan 'Tidak', berikan alternatif tentang apa yang kita inginkan mereka lakukan sebagai gantinya.
  • Berikan anak pilihan yang jelas dan mudah dipahami ketika membuat keputusan tentang apa yang akan dimakan, dikenakan, atau dimainkan.

Demikian berbagai cara yang bisa orang tua lakukan untuk membangun kesehatan mental anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda