Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Probiotik untuk Bayi: Kenali Manfaat, Waktu Pemberian & Sumber Terbaiknya

Kinan   |   HaiBunda

Senin, 20 Jul 2026 18:45 WIB

bayi mpasi
Ilustrasi/Foto: Getty Images/travelism
Daftar Isi
Jakarta -

Probiotik dan prebiotik sama-sama berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan bayi. Apa saja manfaat dan sumber alaminya untuk Si Kecil?

Seperti diketahui, pencernaan yang sehat sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal. Salah satunya untuk membantu penyerapan nutrisi dan menjaga daya tahan tubuh. 

Nah, salah satu cara untuk menjaga kesehatan saluran cerna adalah dengan menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Hal ini bisa didapat melalui asupan probiotik dan prebiotik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengenal probiotik

Dikutip dari Web MD, probiotik adalah mikroorganisme hidup, biasanya berupa bakteri yang hidup di usus dan dianggap baik untuk tubuh. Contoh organisme probiotik antara lain Lactobacillus, Bifidobacterium, Streptococcus, dan Saccharomyces boulardi.

Penggunaan probiotik disebut dapat membantu mencegah infeksi dengan cara menempati saluran pencernaan dan menjaga agar mikroorganisme berbahaya tidak berkembang biak di ruang yang sama.

Sebuah penelitian dalam jurnal National Center for Biotechnology Information menemukan bahwa bayi dengan kolik yang disusui secara eksklusif dan menerima asupan campuran probiotik atau plasebo, memiliki lebih sedikit frekuensi menangis tanpa sebab per hari. Hal ini dibandingkan dengan bayi yang tidak menerima probiotik.

Perbedaan prebiotik dan probiotik

Dikutip dari Mayo Clinic, probiotik dan prebiotik merupakan dua komponen dalam makanan yang dapat membantu menjaga kesehatan usus.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup tertentu, yang membantu tubuh mencerna makanan dan menjaga kesehatan pencernaan. 

Sementara itu, prebiotik adalah bagian dari makanan yang tidak dicerna oleh tubuh, tetapi dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme di dalam usus. 

Prebiotik dapat merangsang pertumbuhan bakteri baik di saluran pencernaan dan umumnya ditemukan pada makanan tinggi serat.

Selain berasal dari makanan, probiotik dan prebiotik juga ditambahkan ke dalam beberapa produk, pangan serta tersedia dalam bentuk suplemen.

Manfaat probiotik untuk bayi

Dikutip dari Healthline, bukti klinis meningkatkan bakteri baik dalam saluran cerna, menyeimbangkan berbagai jenis bakteri dalam tubuh dan mencegah diare.

Beberapa hasil studi juga menemukan bahwa probiotik dapat membantu mengontrol eksim, asma, atau alergi makanan. 

Bayi dengan kondisi kesehatan spesifik tertentu lainnya juga dapat dibantu oleh penggunaan probiotik, sesuai dengan anjuran dokter.

Misalnya pada bayi dengan masalah pada sistem pencernaan, seperti refluks asam atau kolik. Nah, probiotik dapat meredakan gejala dan membantu bayi lebih jarang rewel.

Sebuah studi tahun 2014 dari jurnal JAMA Network menemukan bahwa ada manfaat kesehatan dari pemberian probiotik jenis tertentu kepada bayi dalam tiga bulan pertama usia mereka. Hal ini membantu mencegah timbulnya kondisi saluran pencernaan, seperti refluks dan sembelit.

Waktu pemberian probiotik untuk bayi

Pada dasarnya, bayi sudah memperoleh probiotik alami melalui air susu ibu (ASI). Namun, tidak semua bayi dapat memperoleh ASI sehingga pada kondisi tertentu dokter dapat mempertimbangkan sumber probiotik lainnya.

Jadi, pemberian probiotik yang berasal dari suplemen maupun sumber lain sebaiknya dilakukan atas anjuran dan konsultasi dengan dokter.

Hal ini karena meskipun sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa probiotik relatif aman untuk bayi, jumlah penelitian yang tersedia masih terbatas.

Penggunaan probiotik untuk bayi tanpa anjuran dokter dikhawatirkan bisa memicu risiko seperti reaksi alergi, sakit perut, hingga mual.

Bolehkah bayi mengonsumsi probiotik setiap hari?

Secara umum, probiotik dianggap aman untuk anak-anak karena mengandung mikroorganisme yang memang secara alami sudah terdapat di dalam tubuh. 

Namun, sampai saat ini penelitian mengenai keamanan probiotik secara keseluruhan pada anak masih belum banyak dilakukan.

Beberapa kelompok anak perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi probiotik, misalnya pada:

  • Bayi yang lahir prematur
  • Bayi yang sedang mengalami sakit berat
  • Anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Anak yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit

Begitu juga pada suplemen probiotik, yang kini banyak tersedia dalam bentuk bubuk maupun cairan yang mengandung bakteri baik.

Meski begitu, pemberiannya tetap perlu atas resep dokter. Jangan memberikan suplemen probiotik kepada bayi atau anak tanpa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Contoh sumber probiotik alami

Secara alami, untuk bayi probiotik bisa didapat dari ASI. Buat bayi sudah mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI, Bunda juga dapat memberikan tambahan sumber probiotik alami lainnya.

Contoh sumber probiotik alami misalnya yoghurt, keju, produk olahan susu lainnya, dan tempe. Untuk yoghurt, pilih yang plain atau tawar tanpa tambahan gula atau perasa. Yoghurt mengandung Lactobacillus yang aman untuk bayi di atas usia 6 bulan. 

Saat hendak memberikan makanan-makanan tersebut, jangan lupa untuk memperhatikan respons alergi pada Si Kecil. 

Itulah penjelasan tentang probiotik untuk bayi, mulai dari manfaat, waktu pemberian dan sumber terbaiknya. 

Selain memilih makanan yang kaya probiotik, pastikan Si Kecil mendapatkan MPASI yang beragam, bergizi seimbang, dan sesuai dengan usianya. Semoga ulasan ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda