Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

7 Dongeng Sebelum Tidur tentang Kisah Bidadari, Pangeran hingga Kerajaan yang Kaya Pesan Moral

Kinan   |   HaiBunda

Minggu, 19 Jul 2026 14:00 WIB

10 Dongeng Sebelum Tidur Lucu untuk Anak Lengkap dari Cerita Pendek sampai Panjang
Ilustrasi/Foto: Getty Images/eyesfoto
Daftar Isi
Jakarta -

Membacakan dongeng sebelum tidur bisa memberi banyak manfaat bagi anak, terutama di segi kognitif dan bahasa. Apa saja pilihan dongeng yang menarik?

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, dongeng termasuk dalam bentuk kisah yang disampaikan dengan lisan. Dongeng diartikan sebagai cerita imajiner yang tidak benar-benar terjadi, baik narator maupun pendengarnya.

Membacakan dongeng tak sekadar menghibur bagi anak, tapi juga punya banyak manfaat penting. Manfaat tersebut di antaranya menambah perkembangan bahasa dan bicara anak, serta meningkatkan bonding dengan orang tua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Perlukah rutin membacakan dongeng untuk anak?

Dalam bukunya yang berjudul The Uses of Enchantment: The Meaning and Importance of Fairy Tales, psikoanalis Bruno Bettelheim menjelaskan pentingnya proses belajar secara tidak langsung melalui kisah para tokoh dalam dongeng, terutama ketika anak menghadapi kecemasan atau ketakutannya sendiri.

Proses belajar ini membantu anak menyelesaikan konflik batin mereka dalam lingkungan yang aman dan sesuai dengan tahap perkembangannya, sehingga mereka tidak merasa kewalahan.

Representasi visual dari dongeng seperti ini sesuai dengan cara kerja imajinasi anak, sehingga bisa sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Dongeng sebelum tidur tentang bidadari, pangeran hingga kerajaan

Menurut peneliti dari National Institute of Child Health and Human Development, G. Reid Lyon, Ph.D, manfaat lain seperti peningkatan keterampilan logika dan menurunkan stres juga signifikan. 

"Ada indikasi yang jelas tentang perbedaan neurologis antara anak-anak yang secara teratur dibacakan cerita dan yang tidak. Jadi kebiasaan ini sangat baik dilakukan secara rutin," ujar Lyon, seperti dikutip dari Parents.

Berikut beberapa contoh pilihan dongeng sebelum tidur tentang bidadari, pangeran, kerajaan, dan sejenisnya seperti dikutip berbagai sumber:

1. Putri Salju dan 7 Kurcaci

Pada suatu masa di sebuah kerajaan yang jauh, hiduplah seorang putri yang baik hati dan cantik bernama Putri Salju. Sesuai namanya, ia memiliki kulit seputih salju, bibir semerah mawar, dan rambut hitam pekat. 

Ia tinggal bersama ibu tirinya, Sang Ratu, yang cantik juga namun punya sifat yang iri dan sangat kejam.

Sang Ratu memiliki sebuah cermin ajaib. Setiap hari, ia akan bertanya pada cermin tersebut: "Cermin, cermin di dinding, siapakah yang tercantik di antara semuanya?"

Lalu nanti cermin itu selalu menjawab: "Engkau, Ratu yang tercantik di antara semuanya."

Hal itu membuat Sang Ratu tersenyum, karena ia senang menjadi sosok yang paling cantik dan dikagumi di kerajaan. 

Namun seiring Putri Salju bertambah dewasa, kecantikannya mulai bersinar semakin terang.

Suatu hari, ketika Sang Ratu bertanya pada cerminnya, cermin itu menjawab: "Putri Salju adalah yang tercantik di antara semuanya."

Mendengar jawaban ini, Sang Ratu pun menjadi sangat murka. Ia tidak sanggup menerima kenyataan bahwa ada orang yang lebih cantik darinya. 

Maka, ia menyusun rencana jahat dan memanggil pemburu istana dan memerintahkan untuk membawa Putri Salju jauh ke dalam hutan dan jangan pernah membawanya kembali.

Pemburu itu membawa Putri Salju jauh ke dalam hutan, tetapi ketika ia menatap mata Putri Salju yang lembut dan penuh kebaikan, ia tidak tega menyakitinya.

"Larilah dan jangan pernah kembali ke istana. Sang Ratu tidak boleh menemukanmu," ungkap pemburu tersebut.

Panik, Putri Salju lalu berlari menembus hutan, menghindari pepohonan dan tersandung akar-akar. Ia ketakutan dan sendirian. 

Tepat saat matahari mulai terbenam, ia menemukan sebuah pondok kecil yang tersembunyi di antara pepohonan. Putri Salju pun mengetuk pintunya pelan, tapi tidak ada jawaban.

Saat mencoba masuk, ia melihat tujuh kursi kecil, tujuh mangkuk kecil, dan tujuh tempat tidur mungil. 

Lelah karena berlari menerobos hutan, Putri Salju pun tertidur dalam posisi melintang di atas tempat tidur itu.

Pada malam hari, para pemilik pondok itu pulang. Mereka adalah tujuh kurcaci yang bekerja di pegunungan dengan menggali batu permata. Terkejut melihat Putri Salju tidur di pondok, mereka pun berkumpul mengelilinginya.

"Siapakah gadis ini?" tanya salah satu dari mereka.

"Ia terlihat sangat lelah," kata kurcaci yang lain.

"Kita jangan mmenakutinya. Mungkin ia butuh pertolongan," kata Jolly, kurcaci paling ceria di antara mereka.

Mendengar suara bisik-bisik tersebut, Putri Salju pun terbangun dan terkejut, tetapi para kurcaci itu bersikap ramah. Setelah menceritakan kisahnya, para kurcaci berdiskusi dan mengambil kesimpulan.

"Kamu boleh tinggal bersama kami," kata Grumble, yang paling pemarah.

"Tetapi Sang Ratu mungkin akan mencarimu," imbuh Wise, kurcaci yang paling tua.

"Aku akan berhati-hati," janji Snow White.

Ia tinggal bersama para kurcaci, membantu mengerjakan pekerjaan rumah dan membuat pondok itu terasa seperti rumah. Mereka pun menjadi seperti sebuah keluarga.

Namun jauh di istana, Sang Ratu kembali bertanya pada cermin ajaib:

"Cermin, cermin di dinding, siapakah yang tercantik di antara semuanya?"

Dan cermin itu menjawab:

"Putri Salju, yang tinggal bersama tujuh kurcaci, adalah yang tercantik di antara semuanya."

Sang Ratu sangat murka. Dengan menggunakan sihir gelap, ia menyamar menjadi seorang wanita tua. Ia kemudian mengisi sebuah apel merah dengan mantra tidur yang mengerikan.

Dengan penyamarannya, Sang Ratu pergi ke pondok dan mengetuk pintu.

"Halo, sayang. Maukah kamu mencoba apel istimewa ini? Ini akan menjadi apel termanis yang pernah kau rasakan."

Putri Salju awalnya ragu-ragu. Namun, wanita tua itu tampak tidak berbahaya dan apel itu terlihat lezat. 

Setelah mempertimbangkan, Putri Salju memutuskan untuk mencoba apel tersebut. Tiba-tiba matanya terpejam, lalu ia terjatuh ke lantai.

Sang Ratu tertawa jahat dan menghilang ke dalam hutan.

Ketika para kurcaci pulang, mereka menemukan Putri Salju terbaring diam dan tak bergerak. Mereka menangis dan mencoba segala cara, tetapi putri cantik itu tidak juga terbangun.

Dengan lembut, mereka membaringkannya di dalam peti kaca yang dipenuhi bunga-bunga dan meletakkannya jauh di dalam hutan. Mereka tetap tinggal di dekatnya, selalu berharap ia akan terbangun.

Suatu hari, seorang pangeran berkuda melewati hutan dan melihatnya. Ia telah mendengar cerita tentang kebaikan dan kecantikan Putri Salju. 

Saat melihat Putri Salju yang terbaring diam, Sang Pangeran menunduk dan dengan lembut mencium keningnya.

Tiba-tiba, mata Putri Salju terbuka perlahan. Mantra jahat itu pun hilang!

Para kurcaci bersorak gembira. Putri Salju pun tersenyum kepada mereka, lalu kepada sang pangeran.

"Ikutlah denganku. Kau akan aman di istanaku dan tak perlu takut lagi," ungkap pangeran.

Putri Salju memeluk masing-masing kurcaci. "Aku takkan pernah melupakan kalian," katanya dengan air mata bahagia.

Ia pun pergi bersama sang pangeran untuk menjalani hidup yang penuh kebahagiaan, tetapi ia juga sering kembali berkunjung untuk menemui tujuh sahabat kecil yang telah memberinya cinta dan perlindungan saat ia sangat membutuhkannya.

Jauh di sana, Ratu Jahat yang mengetahui bahwa Putri Salju ternyata masih juga hidup, kemarahannya semakin membara.

Ratu kemudian menghancurkan sihirnya untuk selamanya. Ia pun lenyap dan tak pernah kembali.

Sementara itu, di istana lainnya, Putri Salju hidup bahagia selamanya bersama Sang Pangeran.
Bagian akhir dongeng Putri Salju dan pangeran ini menunjukkan bahwa cinta dan ketulusan hati mampu menghancurkan sihir jahat, lalu membawa kehidupan pada akhir bahagia.

2. Putri Kaguya dan Kaisar

Dongeng sebelum tidur yang satu ini ini dikutip dari buku Dongeng Princess 5 Benua, oleh Rifka RN.

Di suatu desa terpencil, hiduplah sepasang suami istri yang telah renta. Seorang kakek yang bekerja sebagai pengrajin bambu dan istrinya.

Suatu hari ketika sang Kakek sedang menebang bambu untuk dibuat meja, ia melihat ada hal aneh dari bambu yang akan dipotongnya. Pangkal bambu tersebut tampak bersinar terang. Dengan gemetar, sang Kakek membelah bambu tersebut. 

Betapa terkejutnya sang Kakek karena di dalam bambu ditemukannya seorang anak perempuan mungil. Sang Kakek pun tergopoh-gopoh menggendong anak perempuan mungil itu pulang.

Sejak itu dirawatlah anak perempuan mungil itu dengan rasa syukur dan bahagia. Ajaibnya, kehadiran anak perempuan mungil itu selalu membawa keberuntungan bagi keluarga kakek pengrajin bambu. 

Setiap kali menebang bambu selalu saja ditemukan emas di dalamnya. Tidak beberapa lama sang Kakek pun menjadi kaya raya. Sebagai rasa syukur, dibesarkannya anak perempuan itu hingga tumbuh menjadi gadis cantik jelita. Masyarakat sekitar memanggilnya dengan nama Putri Kaguya. 

Saat usia Putri Kaguya telah menginjak dewasa, Kakek dan Nenek berniat menikahkannya dengan lelaki yang terbaik. Namun, tidak satu pun calon yang diajukan kakek dan nenek diterimanya. Calon-calon tersebut tumbang dan tinggal 5 orang lelaki yang masih bertahan.

Setelah berpikir panjang. Putri Kaguya memutuskan akan menerima salah satu dari 5 orang lelaki itu. Putri Kaguya mengajukan syarat, akan menerima apabila memberikan barang barang yang sangat diinginkannya. 

Namun yang terjadi, tidak ada satu pun lelaki yang mampu memenuhi. Seorang kaisar yang tinggal di kerajaan seberang mendengar berita tersebut. Kaisar itu sangat penasaran dan ingin sekali bertemu.

Tetapi Putri Kaguya tidak mau menemuinya. la selalu menghindar agar tidak bertemu kaisar. Tampaknya ada sesuatu yang ingin disembunyikan oleh Putri Kaguya. Hari demi hari terus berlalu, hingga musim gugur tiba. 

Suatu hari, Putri Kaguya merasa sangat kesepian dan merasa bersalah pada kaisar. Hingga larut malam, dipandanginya langit sambil menitikkan air mata. 

Setiap malam Putri Kaguya terus saja menangis. Dikarenakan tidak mampu menyembunyikan lagi kesedihannya. Putri Kaguya pun bersedia menemui kaisar. Diceritakannya pada kaisar bahwa sebenarnya ia berasal dari bulan.

Tepat bulan ke-8 tanggal 15 September makhluk bulan akan menjemputnya. Setelah mendengar cerita tersebut, kaisar pun berusaha melindungi Putri Kaguya. 

Hal tersebut dilakukannya karena ia telah jatuh hati pada Putri Kaguya. Sang Kaisar mengirim pasukan untuk menjaga Putri Kaguya agar terhindari dari jemputan makhluk bulan. 

Namun sekuat apa pun pasukan yang dikirim kaisar ternyata tidak mampu mencegah makhluk bulan menjemput Putri Kaguya. Makhluk bulan menjelaskan bahwa kehadiran Putri Kaguya di bumi karena ia sedang menjalani hukuman. 

Menangislah Putri Kaguya karena harus berpisah dengan kaisar. Sebagai balasan rasa cinta Putri Kaguya pada kaisar, diberikannya ramuan hidup kekal untuk Kaisar. 

Kaisar bersedih hati, tanpa Putri Kaguya tidak ada artinya ia hidup abadi. Perpisahan Putri Kaguya dan kaisar pun tidak terelakkan.

Kaisar yang sangat kehilangan Putri Kaguya akhirnya memerintahkan pasukannya untuk membakar ramuan yang diberikan Putri Kaguya di puncak Gunung Fuji. 

Konon katanya hal tersebutlah yang membuat Gunung Fuji mengeluarkan asap yang melambangkan cinta abadi Putri Kaguya dan kaisar hingga kini.

3. Putri Hase Hime dan Ibu Tiri

Dongeng ini dikutip dari buku Dongeng Princess 5 Benua, oleh Rifka RN.

Di sebuah kerajaan di Kota Nara, hiduplah raja dan permaisurinya yang bijaksana dan berhati mulia. Mereka telah menikah bertahun-tahun, tetapi tidak kunjung dikaruniai seorang anak. 

Setiap hari keduanya merenung, hingga memutuskan untuk melakukan ziarah ke Kuil Hase-no-Kwannon. Keduanya berdoa dengan khusuk dan meminta dengan tulus agar segera dikaruniai seorang anak.

Tidak berselang lama, sang Permaisuri mengandung. Hari-hari dilalui Raja dan Permaisuri dengan bahagia. Hingga tibalah hari yang dinanti, yaitu kelahiran sang buah hati.

Lahirlah seorang putri cantik yang diberi nama Hase Hime. Putri Hase Hime tumbuh dan dibesarkan oleh Raja dan Permaisuri dengan penuh cinta. 

Di saat usia Putri Hase Hime menginjak 5 tahun, keluarga kerajaan ditimpa musibah. Permaisuri sakit keras dan tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya.

Seluruh keluarga kerajaan bersedih hati, terutama Putri Hase Hime yang sangat menyayangi ibundanya. Suatu hari, Permaisuri memanggil Putri Hase Hime ke kamarnya. Permaisuri memberikan banyak petuah seolah akan pergi selamanya. 

Permaisuri berkata bahwa jika suatu saat ia meninggal dan sang Raja menikah lagi, Putri Hase Hime harus hormat pada ibu barunya. Dengan berkaca-kaca Putri Hase Hime menganggukkan kepala. 

Sang Permaisuri benar-benar meninggalkan sang Raja dan Putri Hase Hime untuk selama-lamanya. Ia meninggal dalam kedamaian dan meninggalkan rasa sakitnya. 

Ternyata apa yang dikatakan sang Permaisuri menjadi nyata. Sang Raja menikah lagi, dan selanjutnya Putri Hase Hime memiliki ibu baru yang tinggal bersamanya di istana.

Ibu baru Putri Hase Hime sungguh memiliki karakter yang berbeda dengan ibu kandungnya. Ibu Tiri Putri Hase Hime memiliki sifat yang kejam dan egois. 

Meskipun demikian, Putri Hase Hime tetap berusaha menaruh hormat pada ibu tirinya itu. 

Putri Hase Hime tumbuh menjadi gadis yang penuh bakat. Sejak kecil ia telah menyukai seni, baik seni bermusik dan melukis. Pada festival Sakura, Putri Hase Hime menunjukkan keahliannya. 

Sang Raja memerintahkan Putri Hase Hime untuk memainkan koto ditemani ibu tirinya yang bermain suling.

Sang Raja berada di atas mimbar yang tinggi dengan ditutupi pagar dari bambu, sehingga dapat menyaksikan semua orang dan menikmati suasana. 

Namun, tidak seorang pun melihat kehadirannya. Permainan musik Putri Hase Hime jauh lebih baik dari pada ibu tirinya, sehingga Sang Raja merasa sangat senang. 

Sang Ibu tiri merasa iri hati dengan yang didapatkan oleh Putri Hase Hime. Ia berpikir bahwa jika tidak ada Putri Hase Hime tentu saja anak laki-laki yang merupakan anak kandungnya akan jauh diperhatikan oleh sang Raja. 

Rasa iri hati kepada Putri Hase Hime terus menguat. Sang Ibu tiri berniat menyingkirkan Putri Hase Hime dari istana.

Sang Ibu tiri menyiapkan racun mematikan. Ia memasukkan racun tersebut ke dalam minuman. Satu gelas beracun dan satu gelas minuman tidak beracun. Di saat Putri Hase Hime dan anak laki-lakinya duduk beristirahat, sang Ibu tiri menghampiri keduanya dan menawarkan minuman.

Saat menyerahkan minuman yang disajikannya itu, sang Ibu tiri sangat gugup dan terburu-buru. Ia tidak sadar telah menyerahkan gelas yang salah. Minuman yang beracun justru diberikannya kepada anak laki-lakinya. Pantas saja tidak ada efek yang dirasakan Putri Hase Hime. 

Namun, tiba-tiba anak lelakinya menjerit kesakitan dan tersungkur di lantai. Sang Ibu merasa kebingungan kemudian membalikkan posisi gelas agar tidak ketahuan.

Dipangkunya anak laki-laki kandungnya itu. Segera dipanggilnya tabib untuk mengobatinya. Namun segalanya sudah terlambat. Anak laki-lakinya meninggal dunia. Tabib merasa heran karena penyebabnya tidak ketahuan. Ibu tiri Hase Hime bersedih hati dan menyesal sekali.

4. Putri Buruk Rupa dan Pangeran Tampan

Dongeng ini dikutip dari buku 101 Dongeng Seru Sebelum Bobok, oleh Fitri Haryani Nasution.

Di suatu gubuk kecil di tengah hutan, hiduplah seorang putri yang Wajahnya dipenuhi bintik-bintik merah besar dan hidungnya lebar. Matanya besar dan rambutnya gimbal. 

Ia tinggal seorang diri karena kedua orang tuanya sudah meninggal. Untuk menghabiskan waktu, ia sering bermain dengan para tikus, kelinci, rubah, dan hewan kecil lainnya. 

Sang Putri sebenarnya ingin pergi ke desa. Namun, saat warga desa melihatnya, mereka selalu mengusirnya. Mereka bilang ia adalah putri yang terkena kutukan dan harus menjauh dari desa. Jika tidak, penduduk desa akan terkena kutukan juga. 

Suatu hari, seorang pangeran berburu ke hutan. la mendapat perintah dari ayahnya untuk berburu seekor rusa karena akan ada pesta kerajaan. Pangeran pun masuk ke hutan bersama dua pengawalnya. 

Sebentar saja, mereka mendapatkan rusa yang mereka inginkan. Seekor rusa bertubuh gemuk dibidik oleh panah sang Pangeran. Panah itu melesat dan mengenai kaki rusa. Rusa itu kesakitan dan segera berlari jauh ke dalam hutan. Pangeran dan dua pengawalnya mengejar. 

Rusa itu lari ke tempat si Putri. la langsung mengadu kepada si Putri perihal yang terjadi. Si Putri segera mengobati lukanya. Setelahnya rusa itu berlindung di balik tubuh sang Putri. Tak lama, rombongan sang Pangeran sampai. Mereka sangat terkejut ketika melihat wajah sang Putri.

Kedua pengawal sang Pangeran langsung mengeluarkan pedangnya. Namun, si Pangeran malah menatap sang Putri. Sang Pangeran menemukan sebuah hati yang penuh kasih sayang dan kelembutan pada diri sang Putri. "Siapakah kau? Kenapa tinggal di sini?" 

"Orang-orang memanggilku Putri Buruk Rupa. Aku tinggal di sini karena tidak ada yang menerima kehadiranku di desa. Rusa yang kalian lukai ini adalah temanku.

Aku mohon kepada kalian agar melepaskannya," pinta sang Putri. 

"Baiklah. Aku akan melepaskannya. Namun, aku punya permintaan sebagai gantinya. Kau harus ikut bersama kami ke istana," ucap sang Pangeran. Sang Putri terkejut dengan permintaan tersebut. 

"Tapi ...." 

"Jika tidak mau, rusa ini yang akan kami bawa.” 

Sang Putri pun mau tidak mau setuju. Pangeran segera membawa sang Putri ke istana serta memperkenalkannya kepada ibu dan ayahnya. Raja dan Ratu sangat terkejut melihat penampilan sang Putri. 

Namun, mereka adalah raja dan ratu yang sangat rendah hati. Karena dibawa oleh sang Pangeran, mereka mau menerima kehadiran si Putri. 

"Kenapa kau tidak merasa jijik padaku?"tanya sang Putri. 

"Aku tidak melihat rupamu. Aku melihat kebaikan hatimu," jawab sang Pangeran. 

"Terima kasih, Pangeran." 

Tanpa sang Putri sadari, wajahnya tiba-tiba berubah. Bintik-bintik merah di wajahnya hilang. la berubah menjadi seorang putri yang sangat cantik. Lalu, seorang peri datang di tengah mereka. 

"Kau sudah menjalani cobaan dan berhasil kau lalui dengan baik. Kini, kau akan berubah selamanya menjadi putri yang cantik seperti ini." Setelahnya, peri itu menghilang.

5. Syal Biru Muda

Cerita ini dikutip dari buku Kumpulan Kisah Pangeran dan Putri Kerajaan Islam oleh Muyassaroh.

Putri Aisha punya syal kesayangan. Syal itu berwarna biru muda dan berbulu lembut. Ia selalu memakainya, di setiap musim. Suatu hari, Putri Aisha kehilangan syal kesayangannya. Dia sudah mencarinya ke mana-mana, tapi syal itu tidak ketemu. Putri Aisha sangat sedih.

Raja Sulaiman yang melihat putri ikut panik. "Siapa pun yang bisa menemukan syal kesayangan Putri Aisha dia akan mendapatkan sekantong emas dan permata," ucap sang raja tanpa ragu.

Keesokan harinya, di istana sangat ramai. Banyak orang berdatangan sambil membawa syal berwarna biru muda. "Tapi, ini bukan syal milikku," ucap Putri Aisha berkali-kali saat melihat syal-syal itu.

Orang-orang pulang dengan wajah kecewa karena gagal mendapatkan hadiah. "Bagaimana dengan syal ini?" tanya seorang nenek sambil menunjukkan sebuah syal. Putri melihatnya dengan teliti dan dia yakin itu syal miliknya.

Raja Sulaiman menyerahkan sekantong emas dan permata sebagai imbalan. Namun, nenek itu menolaknya. "Bolehkah saya memiliki syal ini?" Cucu saya sangat menginginkannya."

Putri Aisha hanya terdiam, tapi karena ketulusan hati sang nenek, putri memberikan syal itu dengan senang hati. Raja Sulaiman tersenyum melihat kebaikan putrinya. "Rasulullah saw., juga senang memberikan barang yang paling dicintainya kepada orang lain," kata Raja.

Putri Aisha terpekik girang, "Aisha juga mau seperti Rasulullah!".

6.  Aurora Putri Tidur

Dongeng ini dikutip dari buku Dongeng Princess 5 Benua, oleh Rifka RN.

Suatu hari, keluarga kerajaan mengadakan sebuah pesta dengan mengundang tujuh penyihir baik untuk memberikan mantra pada hari kelahiran putri kerajaan yang cantik.

Sang putri adalah anak yang sudah dinantikan kelahirannya selama bertahun-tahun oleh Permaisuri dan Raja. Putri itu bernama Aurora.

Masing-masing penyihir diberikan kesempatan untuk melafalkan mantra bagi Putri Aurora. Ketika giliran penyihir ketujun akan melafalkan mantra, datanglah penyihir jahat ke tengah pesta.

Penyihir jahat itu marah karena tidak diundang ke pesta sakral tersebut. Penyihir jahat itu mengutuk Putri Aurora, kelak ketika dewasa akan meninggal tertusuk jarum pemintal benang.

Penyihir jahat itu kemudian pergi. Mendengar kutukan penyihir jahat tersebut, Raja dan Permaisuri menangis ketakutan.

Penyihir ketujuh yang belum sempat melafalkan mantra untuk sang Putri berusaha meredam suasana.

Penyihir ketujuh berkata akan berusaha meringankan kutukan penyihir jahat tersebut. Putri Aurora tidak akan meninggal, namun hanya akan tertidur selama seratus tahun.

Putri akan terbangun ketika ada seorang pangeran datang menolong. Mendengar hal itu, Raja dan Permaisuri merasa lega karena masih ada harapan untuk terus hidup bersama putri tercinta.

Akhirnya pesta berakhir, seluruh tamu undangan pulang ke rumah masing-masing.

Seiring waktu, Putri Aurora tumbuh dewasa dan menginjak usia 16 tahun. Suatu hari ketika berjalan-jalan, Putri merasa penasaran dengan sebuah rumah tua yang ada di samping taman.

Putri masuk ke rumah tua itu dan melihat seorang nenek sedang memintal benang. Putri penasaran dan ikut memintal benang.

Di saat sedang asyik memintal, tiba-tiba saja jari Putri tertusuk jarum peminta. Seketika Putri terjauh kesakitan dan tersungkur di lantai samping alat pemintal. Nenek tua yang ternyata penyihir jahat itu tertawa senang dan puas.

Keluarga istana heran karena Putri Aurora menghilang. Hingga akhirnya, ia ditemukan pingsan di ruangan pemintal. Sang Raja, Permaisuri, dan para pengawal sangat ketakutan.

Di benak mereka, Putri Aurora akan tertidur seratus tahun lamanya. Seluruh anggota keluarga istana gelisah hingga penyihir ketujuh datang untuk meringankan kutukan.

Penyihir berkata bahwa tidak hanya Putri Aurora yang tertidur selama seratus tahun, tapi seluruh penghuni istana juga akan tidur menemani Sang Putri.

Dalam hitungan menit, mereka tidur dalam kedamaian selama seratus tahun lamanya.

Seratus tahun telah berlalu, istana yang tadinya megah menjadi tak lagi indah. Semak belukar menutup kemewahan istana, hingga datanglah seorang pangeran bernama Adolf untuk menaklukkan naga yang menurut cerita warga menghuni istana tersebut.

Bertempurlah Pangeran Adolf dengan senjata saktinya melawan naga. Seketika, naga jatuh terkapar di tanah hingga tak bernyawa. Ternyata naga itu adalah jelmaan penyihir jahat.

Tiba-tiba seluruh semak belukar yang selama ini menutupi istana lenyap dalam sekejap. Pangeran Adolf merasa takjub menyaksikan peristiwa tersebut.

Tidak berapa lama, datanglah penyihir ketujuh di hadapan Pangeran. Ia berterima kasih karena Pangeran telah melenyapkan kutukan pada istana dan seluruh isinya.

Penyihir ketujuh meminta Pangeran Adolf untuk menemui Putri Aurora dan segera menyelamatkannya.

Dengan segera, Pangeran Adolf menuju ruangan tempat Putri Aurora tertidur. Pangeran menggenggam tangan Putri Aurora dan mengecup keningnya.

Perlahan mata Putri Aurora terbuka, ia terbangun dari tidur panjangnya. Lunturlah kutukan penyihir jahat dalam seketika. Seluruh penghuni istana pun ikut bangun dan membuka mata.

7. Putri Moana

Pada suatu waktu, hiduplah seorang gadis kecil bernama Moana, yang tinggal di Pulau Motunui. Ia sangat mencintai lautan.

Moana senang mendengarkan cerita-cerita dari neneknya yang bernama Gramma Tala. Salah satu cerita yang disampaikan adalah tentang seorang setengah dewa penipu yang mencuri jantung Te Fiti.

Te Fiti sendiri merupakan dewi pencipta kehidupan di pulau-pulau tempat tinggal Moana. Ia digambarkan memiliki wujud asli seperti pulau hijau raksasa penuh dedaunan. 

Ayah Moana yang bernama Chief Tui, selalu menganggap lautan berbahaya dan melarang penduduk pulau berlayar melampaui terumbu karang. Hal itu tidak menghentikan Moana untuk merasakan hubungan yang mendalam dengan lautan dan makhluk-makhluknya.

Suatu hari, lautan menghadiahkan Moana sebuah kalung istimewa, yang diyakini Gramma Tala sebagai jantung Te Fiti.

Seiring Moana tumbuh dewasa, ia selalu bekerja keras membantu memimpin rakyatnya dan mematuhi aturan ayahnya. Namun, ketika Moana berusia 16 tahun, Gramma Tala memanggil dan mengajaknya bicara serius.

"Sudah waktunya kamu mengetahui siapa dirimu yang sesungguhnya," kata Gramma. 

Ia membawa Moana ke sebuah gua tersembunyi yang penuh dengan kano-kano kuno. Ketika Moana mulai menabuh genderang, secara ajaib ia dapat merasakan roh para leluhurnya. 

Mereka adalah para penunjuk arah dan pengelana lautan.

Keinginan terakhir Gramma Tala adalah agar Moana berlayar melintasi lautan, menemukan Maui. Maui mencuri jantung Te Fiti, sehingga membuat pulau Motunui berubah menjadi buruk.

Di sana, tanaman tak bisa tumbuh subur, ikan-ikan menghilang dari laut, dan penduduk mulai kelaparan.

Maka, Moana pun nekat pergi berlayar. Perjalanan ini tentu tidak mudah bagi perempuan muda seperti Moana, terutama ketika badai datang!

Moana dan perahunya terdampar di sebuah pulau yang jauh, tempat ia bertemu dengan Maui sang setengah dewa. Maui pun mencuri perahu Moana.

Namun, ketika Maui mencoba berlayar pergi, lautan memastikan Moana ikut bersamanya. Lautan menginginkan mereka bekerja sama.

Maui berjanji akan membantu Moana mengembalikan jantung Te Fiti hanya jika Moana membantunya menemukan kail pancing ajaib miliknya. 

Namun pertama-tama, mereka harus melewati Kakamora, pasukan bandit liar yang bertubuh kecil seperti kelapa.

Mereka juga menghadapi banyak rintangan lain, termasuk melawan monster kepiting raksasa bernama Tamatoa. Lalu Moana berhasil mengambil kembali kail pancing Maui yang hilang. 

Selama perjalanan, Maui mengajarkan Moana cara menemukan arah, yaitu menggunakan matahari, bintang, bulan, dan arus laut untuk bernavigasi. Dan ketika perjalanan terasa terlalu berat, roh Gramma Tala kembali. "Ketahuilah siapa dirimu yang seharusnya," kata roh Gramma kepada Moana.

Ketika Moana dan Maui akhirnya mencapai Te Fiti, sang ibu pulau telah menghilang. Sebagai gantinya, ada monster lava bernama Te Ka.

Apa pun usaha yang mereka lakukan, Te Ka tidak bisa dikalahkan. Lalu Moana menyadari bahwa Te Ka sebenarnya adalah Te Fiti yang kehilangan jantungnya dan berubah menjadi makhluk jahat.

Dengan keberaniannya, Moana mendekati Te Ka dan mengembalikan jantung itu. Seketika, Te Ka berubah kembali menjadi Te Fiti yang baik hati.

Lautan pun kembali tenang dan Pulau Motunui kembali subur, penuh dengan kehidupan yang damai seperti sebelumnya.

Moana dan Maui saling mengucapkan selamat tinggal. Perjalanan mereka bersama telah selesai. Maui berubah menjadi seekor elang dan terbang pergi. 

Moana kini memahami siapa dirinya yang seharusnya. Ia adalah seorang anak, seorang pemimpin, dan juga seorang penunjuk arah. Ia adalah Putri Moana.

Itulah penjelasan tentang berbagai pilihan dongeng sebelum tidur tentang kisah bidadari, pangeran hingga kerajaan. Mana yang jadi dongeng kesukaan Si Kecil nih, Bunda?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda