Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

5 Kalimat Sederhana yang Bikin Anak Merasa Berharga dan Dicintai

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 09 Jul 2026 18:20 WIB

Ilustrasi Ibu dan Anak
Ilustrasi Kalimat Sederhana yang Bikin Anak Merasa Berharga dan Dicintai/ Foto: Getty Images/iStockphoto/RyanKing999
Daftar Isi
Jakarta -

Setiap anak ingin merasa diterima dan dicintai tanpa syarat oleh orang tuanya. Salah satu cara untuk membuat anak merasa berharga dan dicintai adalah mengucapkan kalimat positif, Bunda.

Ucapan yang penuh perhatian dapat memperkuat rasa percaya diri, memberikan rasa aman, serta membantu anak memahami bahwa dirinya berharga. Melalui kata-kata yang tulus, orang tua juga dapat menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan anaknya.

Para psikolog telah lama mengamati bahwa bahasa sehari-hari di rumah menjadi 'suara batin' untuk anak. Ketika orang dewasa fokus untuk memvalidasi emosi dan menawarkan kasih sayang tanpa syarat, anak-anak mulai merasa aman dengan diri mereka sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Membantu anak merasa dicintai dan istimewa terpisah dari saudara kandungnya dapat membentuk identitas mereka dan mempersiapkan kepercayaan diri mereka yang lebih baik di masa depan. Sebaliknya, anak-anak yang tidak merasakan ikatan khusus dengan orang tua mungkin akan berperilaku buruk di kemudian hari," kata psikolog anak berlisensi di Menlo Park, California, Laura Kauffman, PhD.

"Pada akhirnya, tujuan kita sebagai orang tua adalah untuk menyampaikan cinta tanpa syarat melalui perhatian yang terfokus dengan batasan dan aturan yang jelas, yang memungkinkan anak untuk mentolerir jeda yang tak terhindarkan dalam perhatian kita," sambungnya dilansir laman Parents.

Kalimat sederhana yang bikin anak merasa berharga dan dicintai

Ada beberapa kalimat positif yang dapat Bunda ucapkan ke anak agar ia merasa berharga dan dicintai. Simak 5 kalimatnya, seperti dikutip dari Times of India:

1. "Bunda memperhatikan betapa kerasnya kamu terus berusaha"

Kalimat pujian seperti ini cukup efektif untuk membuat anak merasa berharga dan dicintai. Kalimat ini dapat menggambarkan perilaku, bukan identitas.

Studi yang diterbitkan di American Psychological Association menunjukkan bahwa pujian terhadap proses, termasuk pujian atas usaha, strategi, dan ketekunan, cenderung memberikan motivasi pada anak.

Sebaliknya, pujian yang terlalu berfokus pada sifat dapat menjadi bumerang, terutama setelah mengalami kemunduran. Pasalnya, hal itu sama saja mengaitkan nilai seorang anak dengan kinerja.

Seorang anak yang terus-menerus mendengar "kamu sangat pintar" mungkin mulai takut menghadapi situasi di mana mereka mungkin gagal, karena kegagalan tidak lagi terasa seperti bagian normal dari pembelajaran. Hal itu mulai terasa seperti bukti bahwa identitas itu sendiri tidak pernah benar.

2. "Perasaan yang kamu rasakan itu masuk akal"

Anak-anak tidak membutuhkan orang dewasa untuk memperbaiki setiap emosi. Mereka membutuhkan orang dewasa untuk memahaminya terlebih dahulu.

Ketika seorang anak mendengar kata-kata seperti "Saya mengerti mengapa kamu merasa sedih" atau "Itu terdengar sangat sulit," maka sistem saraf mereka sering kali mulai tenang. Mereka belajar bahwa emosi bukanlah hal yang berbahaya atau memalukan, tetapi pengalaman yang dapat dikelola dan bersifat sementara.

Perlu dicatat, validasi adalah alat yang ampuh karena agar anak merasa dilihat dan diterima. Validasi dengan kalimat sederhana ini dapat membantu anak-anak menenangkan diri dan merasa tidak terlalu sendirian di tengah emosi yang besar.

3. "Kamu punya hak untuk berpendapat dalam hal ini"

Rasa percaya diri tumbuh ketika anak-anak merasakan diri mereka sebagai 'individu' yang mampu, bukan hanya orang yang selalu menerima instruksi. Penelitian tentang dukungan otonomi menunjukkan bahwa ketika orang tua mengambil perspektif anak, meminta masukan, dan memberikan beberapa pilihan nyata, anak-anak lebih cenderung merasa dianggap dan berharga.

Anak yang dipercaya untuk membuat keputusan yang sesuai dengan usianya, dapat terbiasa mengungkapkan pendapat. Ia juga bisa berkontribusi pada kehidupan keluarga dengan melihat diri mereka sebagai seseorang yang penting.

Tapi perlu diingat, hal itu tidak berarti anak-anak harus mengendalikan setiap keputusan di rumah tangga. Sebaliknya, ini berarti menciptakan ruang di mana pemikiran mereka diakui, bukan diabaikan oleh orang tuanya.

4. "Tidak apa-apa membuat kesalahan"

Ungkapan ini penting karena banyak anak belajar memperlakukan kesalahan sebagai bukti kegagalan pribadi. Mereka mulai menginternalisasi tekanan untuk melakukan semuanya dengan benar tanpa harus menyalahkan diri terus.

Anak yang terus-menerus dikoreksi, dibandingkan, atau dikritik mungkin perlahan-lahan berhenti bereksperimen sama sekali. Alih-alih mengeksplorasi secara bebas, mereka mulai menghitung setiap langkah secara emosional, mencoba menghindari rasa malu dan kekecewaan, bahkan sebelum itu terjadi.

Beberapa anak menjadi terlalu berhati-hati, sementara yang lain berhenti berpartisipasi sama sekali karena kegagalan membuat mereka merasa tidak aman secara emosional. Bahkan pujian pun dapat mulai terasa menegangkan ketika tampaknya hanya terkait dengan pencapaian.

5. "Bunda mencintai kamu, bahkan saat keadaan sulit"

Kalimat ini mungkin ungkapan yang paling ampuh untuk menenangkan anak ketika merasa jatuh. Penelitian tentang penghargaan tanpa syarat menunjukkan bahwa anak-anak yang merasa dihargai meskipun mengalami kemunduran akan terlindungi dari perasaan negatif terhadap diri sendiri. Pasalnya, apa yang mereka serap bukan hanya kasih sayang, tetapi juga stabilitas, di mana harga diri anak tidak hilang ketika mereka berjuang.

Ungkapan-ungkapan itu juga berhasil karena membangun 'suara batin' anak. Seiring waktu, anak mulai mendengar apa yang telah diulang-ulang oleh orang tua. Melalui kalimat tersebut, anak dapat mengelola perasaannya dengan baik, bisa mengatasi kesalahan, dan tidak menganggap cinta sebagai hadiah.

Kalimat "Bunda mencintai kamu, bahkan saat keadaan sulit" dapat menunjukkan harga diri menjadi sesuatu yang lebih dalam daripada pujian. Itu menjadi tempat di mana anak dapat berdiri sendiri dengan kuat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda