parenting
5 Negara Didik Anak Mandiri Sejak Dini, Jepang Izinkan Anak 6 Th ke Sekolah Sendiri
HaiBunda
Rabu, 15 Jul 2026 13:35 WIB
Daftar Isi
Kemandirian anak tidak muncul secara instan, Bunda. Sebagai orang tua, kita dapat mendidik kemandirian anak sejak dini melalui proses belajar, pengalaman, serta bimbingan yang konsisten.
Menanamkan sikap mandiri sejak usia dini bisa menjadi fondasi penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
"Mengajarkan anak-anak untuk mandiri dimulai sejak usia dini, dan akan terlihat berbeda serta dibimbing secara berbeda berdasarkan usia anak," kata profesor perkembangan manusia dan studi keluarga di University of North Carolina Greensboro, Stephanie Irby Coard, PhD, dilansir laman Parents.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada berbagai cara untuk mengajarkan kemandirian pada anak. Salah satunya adalah memberikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan perasaannya.
"Mengajari anak-anak untuk berpikir sendiri berarti orang tua harus secara bertahap melonggarkan kendali agar anak-anak dapat memperoleh kepercayaan diri dan pengalaman berharga dalam membuat keputusan sendiri," ujar Coard.
"Dukung kebutuhan anak untuk membangun rasa otonomi dengan memberikan nasihat hanya setelah kita mendengar apa yang mereka katakan dan apa arah yang mereka inginkan," sambungnya.
Di beberapa negara, kemandirian anak sudah dikenalkan sejak dini melalui pola asuh sehari-hari, Bunda. Negara-negara ini berhasil menanamkan kemandirian sehingga anak bisa percaya diri pada kemampuannya.
Lantas, negara mana saja yang sudah mendidik anak mandiri sejak dini? Simak penjelasan dari Bubun berikut ini ya.
Negara yang sudah mendidik anak mandiri sejak dini
Dilansir laman Times of India, berikut lima negara yang sudah mendidik anak mandiri sejak dini:
Ada beberapa nilai yang memastikan seorang anak tumbuh menjadi individu yang tangguh. Salah satu nilai tersebut adalah kemandirian dan kebebasan. Di beberapa bagian dunia, praktik pengasuhan mendorong kemandirian pada anak sejak usia dini.
Berikut lima negara yang telah membiasakan anak mengenal kemandirian sejak dini:
1. Jepang
Orang-orang Jepang dikenal sangat disiplin dalam mematuhi aturan. Tak heran bila mereka sudah mengenalkan arti kedisiplinan pada anak sejak dini, sebagai bagian dari pola asuh.
Di Jepang, anak-anak berusia enam tahun sudah menggunakan transportasi umum untuk pergi ke sekolah sendirian. Orang Jepang percaya dalam mempromosikan kemandirian sejak kecil akan membuat anak bertanggung jawab.
Sejak anak masih kecil, mereka sudah diberikan tanggung jawab sehari-hari seperti membawa tas sendiri. Ketika anak-anak tumbuh hingga usia enam tahun, mereka dibiarkan untuk mandiri dengan berjalan di lingkungan sekitar, menggunakan transportasi umum, dan pergi ke sekolah tanpa pengawasan orang dewasa.
2. Finlandia
Finlandia menjadi salah satu negara dengan sistem pendidikan yang terbaik di dunia. Sejak dini, orang tua di negara ini telah mengenalkan kemandirian pada anak-anak. Di usia sekitar tujuh tahun, anak-anak di Finlandia diizinkan berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah sendirian.
Orang tua Finlandia menganggap kemandirian sebagai bagian penting dari tumbuh kembang anak. Orang tua di negara ini juga mendorong anak-anak untuk bermain di luar ruangan guna mengasah kemandirian mereka, Bunda. Para orang tua percaya bahwa anak-anak belajar paling baik ketika diberi ruang untuk berpikir bebas.
3. Denmark
Orang-orang di Denmark mendidik anak mandiri dengan cara yang cukup unik. Para orang tua yang mengunjungi tempat umum dapat meninggalkan anak mereka di dalam kereta bayi tanpa perlu khawatir keselamatannya.
Bagi orang Denmark, pemandangan bayi yang tidur nyenyak sendirian di dalam kereta bayi saat berada di tempat publik adalah hal yang sepenuhnya normal. Hal tersebut dianggap aman dan menyehatkan bagi anak.
Ketika sudah tumbuh dewasa, anak-anak di Denmark akan diberikan kemandirian penuh oleh orang tuanya. Mereka didorong untuk bermain di luar.
4. Jerman
Pada usia lima tahun, anak-anak di Jerman didorong untuk bermain di luar tanpa pengawasan. Bagi orang Jerman, kemandirian merupakan bagian penting dari perkembangan masa anak-anak yang sehat.
Saat anak bermain, orang tua akan duduk di bangku yang jauh untuk terus mengawasi. Selain meninggalkan anak tanpa pengawasan, anak-anak di Jerman juga didorong untuk berjalan kaki ke sekolah sendiri.
5. Belanda
Kemandirian adalah nilai-nilai budaya inti yang ditanamkan sejak usia balita di negara Belanda. Negara ini terkenal dengan gaya pengasuhan yang tidak terlalu ikut campur.
Pada usia balita, anak-anak didorong untuk mengeksplorasi batasan fisik mereka. Jika seorang balita jatuh di taman bermain, orang tua biasanya akan menunggu untuk melihat apakah anak tersebut dapat bangun sendiri daripada terburu-buru menyelamatkannya.
Demikian lima negara yang mendidik anak-anak secara mandiri sejak dini. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
6 Kebiasaan Sehari-Hari Bikin Anak Jadi Lebih Mandiri, Sudah Coba Bun?
Parenting
13 Kebiasaan Ini Bantu Anak Lebih Mandiri dan Bahagia
Parenting
5 Respons Orang Tua Ketika Anak Bilang "Biar Aku saja" untuk Lakukan Sesuatu
Parenting
4 Kebiasaan Orang Tua Menurut Pakar Harvard yang Bikin Anak Mandiri dan Sukses
Parenting
Bunda, Coba 6 Cara Jitu Ubah Anak Manja Jadi Lebih Mandiri
7 Foto
Parenting
7 Potret Keseruan Festival Pokemon Jakarta, Atraksi Seru Buat Isi Libur Sekolah
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Karakter Anak yang Penting Dikembangkan sejak Dini
7 Tips Penting Mendidik Anak Keras Kepala agar Jadi Orang Sukses
6 Kebiasaan Sehari-Hari Bikin Anak Jadi Lebih Mandiri, Sudah Coba Bun?