parenting
7 Hal yang Bisa Dipelajari Anak saat Diajak Belanja ke Supermarket
HaiBunda
Selasa, 07 Jul 2026 18:45 WIB
Daftar Isi
Bagi orang tua, berbelanja ke supermarket bersama Si Kecil mungkin akan  terasa merepotkan. Padahal nyatanya ada banyak hal yang bisa dipelajari anak saat diajak belanja ke supermarket lho, Bunda.Â
Ya, supermarket merupakan salah satu tempat terbaik bagi anak untuk belajar berbagai hal melalui pengalaman langsung.Â
Di sini mereka bisa belajar memilih makanan sehat, belajar berhitung, berinteraksi, hingga mengenal kosa kata baru.Â
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa ini penting bagi perkembangan anak?
Mengajak anak belanja ke supermarket sering kali membuat aktivitas yang seharusnya sederhana ini terasa jadi lebih melelahkan.
Selain menyelesaikan daftar belanjaan, Bunda mungkin harus lebih memperhatikan pergerakan anak dan bahkan ledakan emosi yang tak terduga.
Peneliti dari Harvard University, Rebecca Hansen, menjelaskan bahwa supermarket merupakan lingkungan belajar yang sangat baik bagi anak.
"Supermarket sebenarnya bisa menjadi tempat yang kaya akan interaksi yang diketahui mampu membentuk perkembangan otak anak," ujar Hansen, seperti dikutip dari Parents.
Menurut Hansen, berkunjung ke supermarket maupun aktivitas lain yang mengajak anak berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dapat mendukung perkembangan mereka dalam banyak aspek penting.
Apa yang bisa dipelajari anak saat diajak belanja ke supermarket?
Berikut beberapa manfaat penting saat Bunda rutin mengajak Si Kecil belanja ke supermarket:
1. Latihan menyusun pola makan yang seimbang
Terkadang ketika pergi ke supermarket, terutama saat lapar, orang akan cenderung membeli lebih banyak makanan daripada yang sebenarnya dibutuhkan.
Begitu juga saat membawa anak, mereka akan lebih mudah tergoda untuk mengambil biskuit, es krim, atau makanan manis lainnya.
Di sinilah mereka dapat belajar bahwa ada banyak pilihan makanan yang sama lezatnya, sekaligus memahami pentingnya memilih makanan bergizi daripada makanan yang terlalu manis.Â
Mengajarkan anak memilih asupan sehat dapat membantu mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan di masa depan.
2. Membuat perencanaan
Sebelum berangkat ke supermarket, sebaiknya buatlah daftar belanja terlebih dahulu agar barang yang dibeli sesuai dengan kebutuhan.Â
Menyusun daftar belanja bersama anak pun bisa menjadi cara yang baik untuk mengajarkan mereka menyampaikan kebutuhan dan keinginannya.
Kemampuan ini juga akan bermanfaat dalam situasi lain ketika mereka ingin menyampaikan sesuatu, tetapi kesulitan mengungkapkannya dengan kata-kata.
Mencari barang sesuai daftar di lorong supermarket juga akan membantu anak belajar membaca papan petunjuk, sekaligus mengenali berbagai produk yang sudah mereka kenal.
3. Mengatur anggaran
Membahas tentang anggaran belanja secara sederhana dengan anak membantu mereka memahami bahwa ada barang yang mungkin terlalu mahal, sehingga perlu memprioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu.
Bagi anak yang usianya lebih kecil, belajar tentang anggaran juga menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan berhitung sederhana.
4. Membaca label dan kandungan makanan
Di supermarket terdapat banyak label harga dan informasi produk yang mungkin bisa membingungkan anak.
Hal ini bisa menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar membaca label dan kandungan nutrisi dalam makanan yang dipilih.
Selain itu, penting pula mengajarkan anak cara membaca tanggal kedaluwarsa, mengetahui letak informasi tersebut pada kemasan, dan memahami berapa lama produk masih aman dikonsumsi.
Melibatkan anak dalam memilih produk memberi mereka kesempatan untuk menentukan pilihan, terutama jika makanan tersebut memang akan mereka konsumsi.
5. Menambah kosa kata dan perkembangan bahasa
Di supermarket, anak akan menemukan banyak kosakata dan ungkapan baru yang mungkin belum sering mereka gunakan.
Bunda juga punya lebih banyak kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada mereka tentang berbagai barang yang dipilih. Aktivitas ini membantu meningkatkan kemampuan memori pendengaran dan memori visual anak.
Anak juga dapat belajar mendeskripsikan barang yang dibeli menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan ukuran, bentuk, maupun tekstur.
6. Belajar berkomunikasi dengan sopan
Sopan santun masih sangat penting untuk diajarkan kepada anak, dan supermarket bisa jadi salah satu tempat terbaik untuk melatihnya.Â
Di tempat ini anak punya banyak kesempatan untuk berinteraksi, mulai dari mengantre di kasir, bertanya kepada pegawai tentang lokasi barang, hingga mengucapkan 'permisi' saat melewati pengunjung lain.
Ingat, salah satu cara terbaik mengajarkan sopan santun adalah dengan memberi contoh secara langsung. Dengan melihat perilaku orang tua, anak belajar menghormati orang dewasa maupun teman sebayanya. Jadi, pastikan Bunda juga memberikan contoh berinteraksi yang baik di depan Si Kecil, ya.Â
7. Melatih kemandirian
Anak memperoleh rasa percaya diri dan pengalaman menjadi lebih mandiri karena diberi tanggung jawab dan merasa memiliki pilihan.
Tips nyaman berbelanja ke supermarket bersama anak
Ilustrasi/Foto: Getty Images/lin dan |
Supaya aktivitas berbelanja ke supermarket menjadi lebih nyaman, ada beberapa tips penting yang dapat Bunda terapkan:
1. Pastikan anak sudah makan dan cukup istirahat
Belanja di supermarket kadang perlu waktu yang tidak bisa diperkirakan, terutama saat kondisinya sedang ramai.
Jadi pastikan orang tua dan anak sudah makan, cukup beristirahat, dan sudah menggunakan toilet sebelum berangkat. Dengan begitu, aktivitas belanja bisa berjalan lebih lancar.
Bila memungkinkan, pastikan kebutuhan tersebut sudah terpenuhi sebelum meninggalkan rumah.
2. Gunakan daftar belanja di kertas yang bisa dicoret anak
Anak-anak, terutama yang masih kecil, sering kali belum memahami berapa lama suatu aktivitas akan berlangsung.
Melibatkan mereka menggunakan daftar belanja tertulis, bukan hanya daftar di ponsel, membantu anak memahami tujuan mereka berada di supermarket.
3. Gunakan metode 'hitung mundur'
Salah satu cara yang sering berhasil saat mengajak anak berbelanja ke supermarket adalah menggunakan metode hitung mundur.
Misalnya, sambil memegang daftar belanja, Bunda bisa berkata, "Sekarang tinggal 5 barang lagi yang harus kita cari. Sekarang tinggal berapa? 4 ya.", dan seterusnya.
Menurut Hansen, hitung mundur seperti ini membantu anak memahami bahwa aktivitas berbelanja akan segera selesai.
Dengan begitu, sehingga mereka lebih mudah mengatur ekspektasi dan tetap merasa tenang selama berada di supermarket.
Itulah penjelasan tentang hal-hal yang bisa dipelajari anak saat diajak belanja ke supermarket. Semoga bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Viral Challenge Anak "Berbagi Kue" di Media Sosial, Psikolog Soroti Hal Ini
Parenting
7 Kemampuan Bersosialisasi Anak 2-3 Tahun, Salah Satunya Mau Main dengan Teman Sebaya
Parenting
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Parenting
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Parenting
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
7 Foto
Parenting
Potret 7 Anak Artis saat Menikmati MPASI, Ekpresinya Cute dan Gemas
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi/Foto: Getty Images/lin dan
Waspadai, Hukuman Masa Kecil Ini Bisa Membekas hingga Dewasa Menurut Pakar
9 Kebiasaan Orang Tua Toxic yang Berpengaruh pada Tumbuh Kembang Anak
Mengapa Anak Mudah Terpengaruh Influencer di Media Sosial? Ini Penjelasan Ilmiahnya