parenting
5 Stimulasi untuk Melatih Fokus Anak Sejak Dini
HaiBunda
Senin, 06 Jul 2026 18:55 WIB
Daftar Isi
Melatih fokus anak bisa dipelajari sejak usia dini. Dengan mendorong anak-anak kita untuk melatih fokus dan konsentrasi sejak usia muda, mereka akan terus membangun koneksi tersebut di otak mereka dan menerapkan fokus pada setiap tugas sepanjang perkembangan mereka.
Namun, perlu kita ketahui lebih dahulu bahwa kemampuan anak untuk fokus dan memperhatikan lebih dari satu hal itu tergantung dari usia mereka. Kemampuan itu akan berubah seiring pertumbuhan mereka.
Dilansir BBC, sebelum ulang tahun pertama anak, rentang perhatian atau fokus mereka sangat pendek, dan mereka mungkin mudah teralihkan oleh pemandangan, gerakan, dan suara di sekitar mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak-anak sekitar usia satu hingga tiga tahun seringkali hanya dapat fokus pada satu hal dalam satu waktu. Mereka tidak akan dapat mendengarkan kita dengan baik jika mereka sedang melakukan tugas lain. Anak baru mulai mampu mendengarkan sambil mengerjakan tugas pada usia empat tahun, dan kemampuan ini terus berkembang hingga usia sekolah.
Konsentrasi dan fokus sangat penting bagi anak-anak usia prasekolah saat mereka mempersiapkan diri dan bertransisi ke lingkungan sekolah yang lebih formal seperti sekolah dasar. Meskipun gaya pengajaran di sekolah dasar serupa, namun bisa lebih terstruktur dan mengharuskan anak untuk fokus dalam jangka waktu yang lebih lama.
Oleh karena itu, ada baiknya orang tua membantu anak melatih fokus dan menguasai konsentrasi sebelum melangkah ke sekolah yang lebih besar.
Cara stimulasi latih fokus anak sejak dini
Berikut lima cara stimulasi yang dapat orang tua gunakan untuk membantu anak lebih fokus:
1. Mewarnai
Dilansir Academy of Scholars, mewarnai membantu anak menjadi kreatif, berkonsentrasi, dan melatih keterampilan menulis, Bunda. Aktivitas ini adalah salah satu cara termudah untuk meningkatkan rentang perhatian atau fokus anak karena Bunda dapat melakukannya hampir di mana saja, misalnya di rumah, di sekolah, atau bahkan restoran ramah anak.
2. Permainan bercerita
Permainan bercerita sangat ideal untuk keluarga. Jika Bunda kesulitan mengembangkan cerita, Bunda dapat menggunakan cerita yang sudah dikenal anak-anak. Ini adalah permainan yang sangat sederhana untuk diikuti. Cara bermainnya adalah narator pertama menceritakan sebuah cerita pendek, seperti "Dahulu kala, ada seorang anak laki-laki bernama David."
Orang berikutnya mengulangi cerita tersebut tetapi menambahkan detail lain, seperti, “Dahulu kala, ada seorang anak laki-laki bernama David, dan dia membantu keluarganya dengan menjaga domba-domba mereka.”
Lanjutkan permainan ini ke setiap anggota keluarga, mengulangi cerita yang semakin berkembang hingga seseorang lupa detailnya, dan permainan berakhir. Bunda dapat membuat cerita lebih sederhana untuk anak-anak yang lebih muda dan membuatnya lebih rumit seiring dengan peningkatan kemampuan semua orang.
3. Mencocokkan flash card
Mencocokkan flash card dapat melatih fokus anak. Bunda dapat memulai dengan set yang lebih kecil untuk anak-anak yang lebih muda, hanya menggunakan tiga atau empat pasang kartu, dan kemudian secara bertahap meningkatkan jumlah pasangan seiring dengan peningkatan rentang perhatian mereka.
Letakkan kartu terbalik dan minta anak untuk membalik dua kartu sekaligus. Ketika mereka menemukan pasangan yang cocok, keluarkan pasangan tersebut dari permainan. Aktivitas ini meningkatkan daya ingat dan konsentrasi.
4. Puzzle
Puzzle adalah aktivitas yang sangat meningkatkan perhatian, membantu anak meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan kesabaran. Cara memberi stimulasnya dengan cara menggunakan puzzle dengan 12 hingga 24 keping, warna cerah dan desain sederhana, serta kepingan yang besar dan mudah digenggam, yang ideal untuk anak, terutama usia prasekolah.
5. Memotong garis
Memotong dengan gunting pengaman adalah cara yang sangat baik bagi anak untuk melatih keterampilan motorik halus dan koordinasi mata-tangan serta meningkatkan konsentrasi.
Gambarlah beberapa garis di atas kertas atau karton, lalu mintalah anak untuk memotong dengan tepat di sepanjang garis tersebut. Bunda dapat membuat garis lebih kompleks atau beralih ke bentuk sederhana.
Tips melatih fokus anak
Untuk melatih fokus anak, maka perlu beberapa tips atau kiat agar berhasil. Berikut tips melatih fokus anak:
- Menyajikan satu atau dua mainan sekaligus akan membantu mereka fokus pada satu hal dalam satu waktu.
- Daripada mengarahkan minat mereka ke mainan tertentu, ikuti arahan mereka. Biarkan mereka memilih mainan atau aktivitas yang mereka sukai atau minati, dan bantu mereka bermain dengan membicarakannya.
- Tentu saja, setiap anak memiliki minat yang berbeda, Jadi jangan khawatir jika duduk dengan buku atau mewarnai bukanlah pilihan pertama si kecil untuk fokus, Bunda.
- Bagi tugas atau aktivitas yang lebih panjang menjadi langkah-langkah pendek dengan jeda di antaranya. Misalnya, daripada mencoba merapikan semua mainan mereka sekaligus (di mana mereka mungkin kehilangan fokus), buatlah permainan merapikan satu mainan dalam satu waktu.
- Untuk anak-anak yang lebih muda, beri mereka kesempatan untuk menyelesaikan apa yang sedang mereka lakukan sebelum mencoba menarik perhatian mereka dengan tugas baru
Demikian beberapa stimulasi untuk melatih konsentrasi anak. Ajak Si Kecil bercerita, memotong garis, mencocokkan flash card dalam kegiatan harian. Lewat cara menyenangkan, anak-anak bisa melatih daya ingat yang lebih tinggi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)ARTIKEL TERKAIT
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
7 Cara Melatih Fokus Anak 5 Tahun yang Mudah dan Efektif Dilakukan
7 Teknik Memori ala Jepang agar Mudah Mengingat dan Belajar, Ajarkan ke Si Kecil Bun!
9 Cara Melatih Fokus Anak 2 Tahun Tanpa Dipaksa, Bunda Perlu Tahu