Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Tanpa Disangka, Satu Ucapan Bunda Ini Membekas di Hati Anak hingga 20 Tahun

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Jumat, 03 Jul 2026 09:30 WIB

Tanpa Disangka, Satu Ucapan Bunda Ini Membekas di Hati Anak hingga 20 Tahun
Ilustrasi Satu Ucapan Bunda Ini Membekas di Hati Anak hingga 20 Tahun/Foto: Getty Images/iStockphoto/chameleonseye
Jakarta -

Setiap kata yang diucapkan orang tua memiliki arti bagi anak. Bahkan, kalimat yang terdengar biasa saja pun bisa berpengaruh pada cara mereka memandang diri sendiri saat dewasa.

Bukan hanya hadiah atau momen liburan yang akan selalu diingat anak. Namun, ucapan dan sikap Bunda berbicara justru yang sering menjadi kenangan yang paling melekat.

Hal inilah yang dialami oleh seorang Bunda bernama Nicole Schildt. Meski sudah lebih dari 20 tahun berlalu, kalimat tersebut masih terus membekas di ingatannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bukan karena ucapannya semata, tetapi karena pelajaran yang Nicole dapatkan tentang besarnya pengaruh kata-kata dari orang tua. Seperti apa ucapan tersebut?

Dilansir dari laman Business Insider, bahwa saat berusia 16 tahun, Nicole mengaku sangat tidak percaya diri dengan penampilannya. Sama seperti banyak remaja lainnya, ia sering memperhatikan kekurangan pada tubuhnya dan membandingkan dirinya dengan orang lain.

Hampir setiap hari, Nicole merasa dirinya tidak cukup baik. Oleh karena itulah, rasa percaya diri menjadi sesuatu yang sulit ia rasakan pada masa remajanya.

Namun, perasaannya berubah ketika Nicole menemukan pakaian yang ingin dikenakan saat Hari Paskah setelah berkeliling mal selama berjam-jam. Atasan tanpa lengan berwarna lavender dan rok kotak-kotak bernuansa biru serta ungu membuatnya merasa cantik dan nyaman dengan dirinya sendiri.

Dengan begitu semangat, Nicole segera pulang dan menunjukkan pakaian barunya kepada sang ibunda. Nicole berharap ibunya melihat betapa bahagia dan percaya dirinya saat mengenakan pakaian tersebut.

Namun, tanggapan yang diterimanya di luar dugaan. Alih-alih mendapat pujian, sang ibunda hanya mengatakan, "Bukankah pakaian itu agak ketat?". Kalimat itu pun langsung mengalihkan perhatian Nicole dari rasa bahagianya.

Hanya itu yang ia dengar, tidak ada ucapan, "Kamu terlihat cantik" atau "Aku tahu kamu menyukainya". Tidak ada yang mengakui betapa bahagianya Nicole kala itu.

Ucapan orang tua kepada anak bisa membekas hingga dewasa

Setelah bertahun-tahun berlalu, Nicole menyadari bahwa masa kecil tidak hanya dibentuk oleh momen-momen besar. Berbagai interaksi setiap harinya ikut membentuk cara anak memandang dirinya sendiri.

Menurutnya, orang tua kerap tidak menyadari ucapan mana yang akan terus diingat anak. Padahal, komentar yang diucapkan orang tua bisa menjadi suara hati anak hingga puluhan tahun kemudian.

Nicole pun tidak pernah berpikir bahwa sang ibunda sengaja ingin menyakitinya. Setelah menjadi orang tua, Nicole justru mengerti bahwa ucapan spontan seperti itu sangat mudah terlontar di tengah kesibukan sehari-hari.

Dalam menjalani peran sebagai orang tua, kita suka disibukkan dengan menjawab berbagai pertanyaan anak, menyelesaikan berbagai urusan, hingga memikirkan banyak hal sekaligus.

Karena itu, kita tidak selalu sempat memikirkan bagaimana kata-kata yang diucapkan akan diterima oleh anak. Padahal, bagi mereka hal itu bisa sangat berarti, Bunda.

Nicole menyampaikan bahwa kata-kata yang didengar anak turut membentuk cara mereka mengenal dan melihat dirinya sendiri.

"Anak-anak mendengarkan ketika kita berpikir mereka tidak mendengarkan. Mereka memberi makna pada kata-kata kita. Mereka menentukan siapa diri mereka, sebagian, berdasarkan apa yang mereka dengar dari kita," kata Bunda Nicole yang kini memiliki enam anak tersebut.

Orang tua harus bijak memilih kata-kata untuk anak

Pengalaman itu membuat Nicole lebih berhati-hati saat berbicara dengan anak-anaknya. Kini, Nicole mengaku sering berhenti sejenak sebelum memberikan komentar kepada anak.

"Saya tahu sendiri betapa mudahnya sebuah komentar dapat terus terngiang di benak kita bahkan setelah komentar itu diucapkan," ungkapnya.

Saat salah satu anaknya menunjukkan gambar, potongan rambut baru, atau pakaian yang dipilih sendiri, Nicole memilih untuk melihat rasa bangga mereka terlebih dahulu.

Meski memiliki saran atau kekhawatiran, ia merasa hal tersebut bisa disampaikan di waktu yang lebih tepat, Bunda.

Nicole pun sempat teringat pada dirinya saat masih remaja yang berdiri dengan bangga mengenakan pakaian impiannya. Menurutnya, yang paling dibutuhkan anak saat itu bukanlah kritik atau saran, melainkan perhatian dan dukungan dari orang tua.

Dari pengalaman tersebut, Nicole menyimpulkan bahwa setiap ucapan orang tua memiliki pengaruh yang begitu besar. Kata-kata yang kita ucapkan hari ini dapat menjadi suara yang terus menemani anak hingga mereka dewasa.

Itulah penjelasan tentang satu ucapan sederhana dari Bunda yang ternyata bisa membekas di hati anak hingga lebih dari 20 tahun. Semoga kisah ini dapat menjadi pengingat bagi Bunda, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda