Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Bayi Tengkurap Umur Berapa? Ini Tahapan Ideal & Cara Melatihnya

Kinan   |   HaiBunda

Senin, 29 Jun 2026 08:50 WIB

Bayi Tengkurap Umur Berapa?
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/ozgurcankaya
Daftar Isi
Jakarta -

Bayi tengkurap umur berapa perlu dipahami orang tua agar bisa memberi stimulasi tepat sesuai waktu. Bagaimana ciri-ciri bayi mau tengkurap?

Meskipun tampak sederhana, posisi tengkurap memiliki peran besar dalam mendukung tumbuh kembang Si Kecil.

Salah satunya membantu mencegah terbentuknya area datar pada bagian belakang kepala bayi. Selain itu, tengkurap juga melatih bayi merangkak dan berguling.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Saat tengkurap atau tummy time, bayi juga terstimulasi untuk mengangkat kepala. Aktivitas ini membantu memperkuat otot kepala, leher, dan bahu, serta mendukung perkembangan keterampilan motorik.

Tahapan usia bayi bisa tengkurap

Saat baru lahir, otot leher bayi umumnya masih belum cukup kuat. Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan tersebut akan berkembang sampai kemudian Si Kecil mampu mengangkat kepalanya sendiri.

Secara umum, bayi mulai belajar tengkurap pada usia sekitar 2 bulan sambil berlatih mengangkat kepala. Memahami tentang kapan bayi bisa tengkurap dan mengangkat kepala pun dapat memastikan Bunda memberi stimulasi sesuai usianya.

1. Usia 1-2 Bulan: Mengangkat Kepala

Dikutip dari Kids Health, bayi baru lahir dan bayi usia 1–2 bulan masih dalam tahap mengembangkan kontrol otot lehernya.

Mereka juga baru mulai akan mencoba untuk belajar mengangkat kepalanya sendiri secara perlahan. Nah, sebaiknya di tahap awal belajar bayi tengkurap berapa lama, ya?

Saat memasuki usia 2 bulan, bayi sebaiknya mulai rutin tummy time dengan total durasi sekitar 15–30 menit setiap hari.

2. Usia 3-4 Bulan: Berguling dari Perut ke Punggung

Memasuki usia 3 bulan, sebagian besar bayi sudah mampu mengangkat kepala hingga membentuk sudut sekitar 90 derajat. Mereka juga mulai menunjukkan gerakan yang menyerupai posisi push-up saat tengkurap.

Pada tahap ini, kepala bayi tetap perlu ditopang ketika digendong atau diajak bermain ya, Bunda. Kemampuan bayi tengkurap di usia 3 bulan akan semakin meningkat, karena otot leher dan bahunya semakin kuat.

3. Usia 5-6 Bulan: Berguling dari Punggung ke Perut (Tengkurap Penuh)

Pada usia 6 bulan, bayi sebaiknya rutin tummy time setidaknya 30 menit setiap hari.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa durasi hingga 2 jam per hari dapat berkaitan dengan perkembangan yang lebih optimal. Di periode ini, Bunda bisa sambil melatih bayi duduk dan berguling secara bertahap.

Sebagian bayi bisa tengkurap dan duduk dalam waktu yang hampir bersamaan. Sebab setelah mampu berguling, mereka akan lebih mudah mengubah posisi tubuhnya secara mandiri.

Manfaat penting posisi tengkurap (tummy time) bagi bayi

Dikutip dari Children's Health, bayi menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi telentang. Tapi posisi ini bersifat pasif karena tidak banyak melibatkan penggunaan dan penguatan otot.

Nah, posisi bayi tengkurap memberikan kesempatan bagi bayi untuk lebih aktif mengeksplorasi lingkungan dan melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. 

Berikut beberapa manfaat penting dari posisi tengkurap untuk Si Kecil:

1. Melatih otot dan keterampilan motorik

Tummy time membantu meningkatkan kekuatan otot inti dan koordinasi tubuh. Kegiatan ini juga melatih keterampilan motorik dengan mendorong bayi untuk mengangkat kepala dan mengontrol gerakan leher.

Saat tengkurap, bayi juga belajar menggerakkan tangan dan kakinya. Kemampuan ini menjadi bekal penting sebelum bayi merangkak dan berpindah posisi secara mandiri.

2. Eksplorasi

Saat berada dalam posisi tengkurap, bayi lebih leluasa menggerakkan anggota tubuh dan mengamati sekelilingnya. 

Aktivitas eksplorasi ini membantu mereka melatih kemampuan mengikuti objek dengan pandangan mata dan mempertahankan fokus. Dengan tengkurap, bayi juga mengenal berbagai sudut pandang baru di sekitarnya.

3. Mencegah sindrom kepala datar

Munculnya area datar atau botak di bagian belakang kepala bayi dapat menjadi tanda bahwa ia terlalu sering berada dalam posisi telentang.

Rutin tummy time dan mengubah posisi berbaring saat terjaga dapat membantu mengurangi tekanan terus-menerus pada bagian belakang kepala.

5 Ciri-ciri bayi mau tengkurap

Saat bayi mulai menunjukkan keinginan untuk belajar tengkurap, biasanya akan muncul beberapa tanda yang dapat dikenali. Berikut beberapa ciri-ciri bayi mau tengkurap yang bisa Bunda perhatikan:

1. Berusaha meraih mainan dengan tangan

Perhatikan ketika bayi mulai mampu menopang sebagian berat tubuhnya dengan tangan saat tengkurap. Ia juga mulai berusaha meraih mainan yang berada di depannya.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan ini akan membantu bayi belajar berguling dari posisi telentang ke tengkurap.

2. Mampu menoleh ke samping

Tanda berikutnya adalah bayi mulai lebih sering menolehkan kepala ke kanan dan kiri. Gerakan sederhana ini menunjukkan bahwa otot leher Si Kecil semakin kuat.

3. Mulai mampu mengangkat kepala

Lalu kapan bayi bisa tengkurap dan mengangkat kepala sendiri? Ini umumnya bisa mulai dilakukan secara bertahap sejak usia sekitar 1–2 bulan.

Kemampuan ini menjadi dasar penting saat belajar tengkurap, karena membantu bayi menopang tubuh bagian atas dengan kedua tangannya.

4. Berlatih mengangkat dada

Ketika otot tubuh bagian atas semakin kuat, bayi umumnya mulai mampu mengangkat dada saat berada dalam posisi tengkurap.

Memasuki usia sekitar 6 bulan, banyak bayi juga sudah dapat menopang dada dengan bantuan lengan bawahnya. Pada usia ini, sebagian bayi bisa tengkurap dan duduk pada tahap adaptasi awal.

5. Mampu memutar kepala ke berbagai arah

Leher yang semakin kuat menjadi salah satu tanda bahwa bayi siap belajar tengkurap. Salah satunya terlihat ketika ia mampu memutar kepala ke berbagai arah, Bunda.

Kemampuan ini termasuk dalam ciri-ciri bayi mau tengkurap yang paling mudah diamati.

Cara aman dan efektif melatih bayi tengkurap

bayi tengkurapIlustrasi bayi tengkurap/Foto: Getty Images/iStockphoto/eclipse_images

Lalu apa saja kegiatan yang dapat dilakukan sebagai cara efektif melatih bayi tengkurap? Intip ulasan berikut:

1. Gunakan cermin

Siapkan cermin yang aman dan tidak mudah pecah, lalu letakkan di depan Si Kecil saat ia sedang tengkurap.

Pantulan dirinya di cermin dapat menarik perhatian bayi, sehingga ia lebih antusias saat tummy time.

2. Perkenalkan tummy time sejak awal

Pada minggu-minggu pertama kehidupannya, Bunda bisa memulai tummy time selama 1–2 menit terlebih dahulu. Baru kemudian, tingkatkan durasinya menjadi 3–5 menit beberapa kali dalam sehari.

Dikutip dari Raising Children, pada tahap awal sebaiknya sesi tengkurap dilakukan dalam durasi singkat agar bayi merasa lebih nyaman. Bayi tengkurap berapa lama biasanya perlu disesuaikan dengan usia dan kenyamanan Si Kecil juga.

3. Pilih area yang aman

Pastikan bayi berlatih tengkurap di tempat yang aman. Jangan meninggalkan bayi tanpa pengawasan karena terdapat risiko terjatuh atau bahkan tertimpa furnitur.

4. Gunakan penopang seperti bantal menyusui

Jika pada tahap awal bayi kurang menyukai posisi tengkurap, Bunda dapat mencoba menopangnya dengan bantal menyusui yang diletakkan di bawah dada.

Cara ini diharapkan membantu bayi terbiasa dengan posisi tersebut, sampai nanti ia dapat tengkurap sendiri secara bertahap tanpa bantuan.

5. Ikut memberikan contoh

Bunda juga dapat ikut mendampinginya selama belajar tengkurap. Gerakkan tangannya, perkenalkan pengalaman baru, bacakan cerita, atau ajak ia bernyanyi agar lebih bersemangat.

Panduan keamanan saat bayi belajar tengkurap

Supaya sesi tengkurap jadi lebih aman, pastikan Bunda selalu mendampingi bayi.

Selain itu, tengkurap juga hanya aman dilakukan saat bayi sedang terjaga ya, Bunda. Ketika ia tidur, atur posisinya dalam posisi telentang.

Hal ini untuk membantu mengurangi risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Perhatikan juga kondisi permukaan tempat bayi tengkurap, pastikan sudah rendah dan aman. 

Hindari meletakkan bayi di sofa atau tempat tidur karena mereka berisiko terguling atau mengalami sesak akibat bantal maupun permukaan yang terlalu empuk.

Kapan bayi dikatakan terlambat tengkurap?

Dikutip dari Medical News Today, sebagian besar bayi mulai mencoba berguling dari posisi tengkurap ke telentang pada usia sekitar 2 bulan. Sebagian bayi berhasil melakukannya, tetapi ada juga yang perlu waktu 1-2 bulan lebih lama.

Pada usia 4 bulan, banyak bayi sudah mampu berguling dari posisi tengkurap ke telentang. Kondisi bayi tengkurap di usia 3 bulan hingga 4 bulan umumnya sudah menunjukkan perkembangan kontrol kepala yang semakin baik.

Memasuki usia 6 bulan, banyak bayi mulai dapat berguling dari posisi telentang ke tengkurap.

Jika bayi belum mampu berguling ke kedua arah hingga usia 6 bulan, kondisi ini dapat menjadi tanda keterlambatan perkembangan atau adanya masalah kesehatan tertentu yang mendasarinya.

Bunda sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter untuk menemukan penyebab pastinya lebih lanjut.

Penyebab bayi 4 bulan belum bisa tengkurap

Usia Berapa Kepala Bayi Bisa Tegak saat Tummy Time?Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Vajirawich Wongpuvarak

Setiap bayi berkembang dengan kecepatan yang berbeda-beda sehingga pencapaian kemampuan berguling dapat bervariasi.

Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah karena belum terbiasa dengan posisi tengkurap.

"Posisi tidur yang direkomendasikan adalah telentang, dan bayi biasanya menghabiskan beberapa bulan pertama kehidupannya dalam posisi tersebut. Karena itu, mereka sering kali kurang nyaman ketika tubuhnya dibalik menjadi tengkurap," jelas dokter spesialis anak Denise Scott, MD, seperti dikutip dari The Bump.

Beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi waktu bayi mulai berguling antara lain:

1. Perkembangan motorik

Kemampuan tengkurap dan berguling merupakan salah satu indikator keterampilan motorik. 

Karena itu, bayi yang perkembangan motoriknya lebih lambat karena berbagai alasan mungkin akan lebih lambat pula dalam belajar tengkurap dan berguling.

2. Kurang stimulasi dan latihan

Meskipun tengkurap tampak sederhana, kemampuan ini juga membutuhkan latihan. Bayi dapat belajar tengkurap dan berguling lebih cepat jika sering diajak bermain di lantai dan diberi stimulasi.

Kemampuan tersebut nantinya akan mendukung proses bayi duduk dan bayi merangkak pada tahap perkembangan berikutnya.

3. Lahir prematur

Bayi yang lahir prematur umumnya mengalami perkembangan yang lebih lambat pada masa awal kehidupan, meskipun sebagian besar akan menyusul ketertinggalannya seiring waktu.

Kapan harus waspada dengan perkembangan bayi?

Segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan jika bayi:

  • Belum mampu berguling ke kedua arah, baik dari tengkurap ke telentang maupun dari telentang ke tengkurap, hingga usia 6 bulan.
  • Sempat menguasai keterampilan motorik tertentu, misalnya tengkurap dan berguling, tetapi kemudian kehilangan kemampuan tersebut.
  • Tampak kesulitan mengendalikan atau mengoordinasikan gerakan tubuhnya.

Itulah penjelasan tentang bayi tengkurap umur berapa, serta tahapan ideal dan cara melatih bayi tengkurap di rumah. Semoga bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda