Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

5 Kebiasaan yang Membuat Anak Merasa Benar-Benar Dekat dengan Orang Tua

Kinan   |   HaiBunda

Minggu, 28 Jun 2026 08:20 WIB

Portrait of happy family travel in park on weekend with sunset view, Father mother and children having activities outdoor playing together with happiness, Family lifestyle
Ilustrasi keluarga/Foto: Getty Images/Duanghathai Phitakjaroenwong
Daftar Isi
Jakarta -

Setiap orang tua tentu ingin bisa tetap dekat dan punya bonding yang kuat dengan anak-anaknya. Apa saja kebiasaan yang bisa dilakukan untuk mewujudkan hal ini?

Tak melulu dengan kata atau sekadar kehadiran fisik saja lho, Bunda. Tindakan sederhana yang dilakukan sehari-hari justru sering kali memiliki makna yang lebih mendalam bagi mereka.

Kebiasaan-kebiasaan agar orang tua bisa dekat dengan anak

Nah, berikut beberapa contoh kebiasaan sederhana yang bisa membuat anak merasa lebih dekat, aman, dan dicintai oleh orang tua:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Selalu mendengarkan anak

Dikutip dari Your Tango, salah satu kebiasaan yang membuat anak merasa benar-benar dekat dengan orang tua yakni selalu mendengarkan.

Anak-anak sebenarnya memiliki banyak hal untuk disampaikan, tetapi sering kali orang tua tidak benar-benar mendengarkannya.

Penyebabnya beragam, Bunda. Mulai dari terlalu sibuk dengan pekerjaan, terlalu cepat berasumsi tentang apa yang mereka maksud, atau bisa juga karena kelelahan. Efeknya, orang tua tidak benar-benar memperhatikan apa yang diucapkan oleh anak.

2. Biarkan anak menikmati masa kecilnya

Sebisa mungkin biarkan menikmati waktu-waktu bermain di masa kecilnya dengan maksimal ya, Bunda. Saat ini, kebanyakan anak cenderung terlalu dilindungi dan memiliki jadwal kegiatan yang terlalu padat.

Akibatnya, mereka menjadi 'versi kecil' dari orang dewasa. Tak jarang anak bahkan sudah merasakan kehidupan yang penuh tekanan.

Jika terus-menerus dibiarkan demikian, anak rentan tumbuh menjadi orang dewasa yang mudah stres.

Berikan anak-anak ruang dan waktu untuk dirinya sendiri. Biarkan mereka merasakan bagaimana rasanya bermain dan bisa memilih kegiatan yang disukainya. 

Meski begitu, orang tua juga dapat terlibat dalam permainan dan kehidupan anak. Termasuk dengan cara mendukung eksplorasi dan proses belajar anak tanpa terlalu mengendalikan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Springer Nature menemukan bahwa hal ini dapat dilakukan dengan menyediakan lingkungan yang aman, memberikan dukungan dan ikut menikmati permainan tanpa mengambil alih kendali.

3. Berikan arahan sesuai kebutuhan

Anak sering kali membutuhkan orang tua sebagai sosok dewasa yang bisa memberikan nasihat dan arahan. Dalam kondisi demikian, Bunda perlu hadir dan mendukung kebutuhan anak sesuai dengan porsinya.

Jika tidak, anak justru merasa bahwa ia tidak bisa mengandalkan orang tuanya untuk membantu atau memberi dukungan.

Berikan waktu tenang, tetap berempati, mendengarkan, dan memeluk anak saat ia sedang tidak bersemangat. Perilaku demikian mampu menenangkan dan membantu mereka merasa lebih baik. 

"Rasa aman memberikan anak landasan yang stabil untuk memandang hubungan dalam hidup mereka sebagai sesuatu yang lebih dapat diprediksi," kata psikolog Joseph Laino, PsyD, dikutip dari laman Parents.

4. Dukung impian dan cita-cita anak

Tanpa sadar, orang tua kerap membuat anak jadi tidak bersemangat untuk meraih impian dan cita-citanya karena tidak mau mendukung. Termasuk dengan meremehkan dan menganggap mimpi tersebut terlalu 'besar' bagi anak.

Bukan tidak mungkin, ucapan yang seperti ini membuat anak trauma, sulit membuat keputusan penting dalam hidup, dan bahkan memengaruhi keyakinan mereka terhadap dirinya sendiri.

Oleh karena itu, dukunglah impian anak sebisa mungkin. Meskipun menurut pandangan orang dewasa impian tersebut mungkin tampak sulit diraih, tetap dorong mereka untuk bermimpi dan berusaha menjalani hidup sebaik mungkin.

Mengetahui bahwa mereka mendapat dukungan dari orang tuanya adalah motivasi terbaik yang bisa dimiliki.

5. Jadikan anak sebagai prioritas

Rasa aman dan nyaman yang dimiliki oleh anak akan menjadi tameng dalam kehidupannya, terutama yang diberikan oleh orang tua. Jadi, tunjukkan kepada anak-anak bahwa Bunda mencintai mereka dengan lebih dari sekadar kata-kata. 

Dengarkan mereka, biarkan mereka menjalani kehidupannya sebagai 'anak-anak', dukung mereka, dan jadikan mereka prioritas. Hal ini dapat membantu mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang bahagia, mampu menyesuaikan diri dengan baik, dan merasa dicintai sepenuhnya. 

Kapan orang tua disebut tidak hadir secara emosional?

Dikutip dari Psych Central, orang tua sering kali tanpa sadar tidak responsif pada situasional di mana sisi emosional diharapkan. 

Termasuk ketika orang tua tidak memiliki kemampuan untuk memberikan reaksi yang tepat saat anak sedang menghadapi kebutuhan emosional yang tinggi.

"Kondisi ini mengacu pada ketidakmampuan seseorang untuk hadir secara emosional bagi orang lain," ungkap terapis pernikahan dan keluarga, Sarah Epstein.

Contohnya yakni ketika orang tua jarang melakukan kontak mata dengan anak, tidak peduli dengan cerita anak, jarang mengobrol, dan kurang sabar.

Itulah penjelasan tentang macam-macam kebiasaan yang membuat anak merasa benar-benar dekat dengan orang tua. Jika Bunda masih ragu, tak ada salahnya melakukan konsultasi dengan profesional untuk lebih lanjut.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda