Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Cara Mengenali Anak Cerdas dari Perilaku Uniknya

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Kamis, 25 Jun 2026 09:30 WIB

Cara Mengenali Anak Cerdas dari Perilaku Uniknya
Ilustrasi Cara Mengenali Anak Cerdas dari Perilaku Uniknya/Foto: Getty Images/Sasiistock
Daftar Isi
Jakarta -

Bagi banyak orang tua, membesarkan anak sering kali datang dengan berbagai kekhawatiran. Mulai dari tumbuh kembang anak, kebahagiaan, sampai bagaimana mereka beradaptasi di lingkungan sekitar.

Tak jarang, orang tua juga mempertanyakan apakah anak sudah cukup berkembang sesuai usianya. Terlebih jika Si Kecil terlihat berbeda dari anak-anak lain dalam beberapa hal.

Namun, ada kalanya perilaku yang tampak "unik" justru bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Bahkan, beberapa ahli menilai hal tersebut bisa menjadi tanda kemampuan anak yang menonjol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bunda perlu tahu, anak yang tampak sulit masuk dalam satu kelompok sosial tertentu bukan berarti ada masalah. Bisa jadi mereka hanya memiliki cara berpikir dan cara mengekspresikan diri yang berbeda.

Oleh karena itu, kita perlu melihat lebih dekat setiap perilaku anak dengan lebih tenang dan tidak terburu-buru menilai. Simak cara mengenali anak cerdas dari perilaku unik mereka selengkapnya di sini.

Cara mengenali anak cerdas dari perilaku uniknya

Dilansir dari laman Your Tango, berikut ini perilaku unik anak-anak yang ternyata bisa menjadi tanda kecerdasan yang belum banyak disadari.

1. Hiperfokus pada aktivitas tertentu

Salah satu perilaku anak yang terlihat unik namun bisa menjadi tanda kecerdasan adalah kemampuan fokus yang sangat dalam alias hiperfokus. Dalam jurnal Psychology Research, kondisi ini digambarkan sebagai "penyerapan total pada suatu tugas".

Dalam penjelasan tersebut, hiperfokus ditandai dengan perhatian yang intens pada satu aktivitas hingga lingkungan sekitar seolah tidak lagi disadari. Dengan kata lain, anak benar-benar fokus pada apa yang sedang ia lakukan.

Menilik dari Child Mind Institute, dijelaskan bahwa hiperfokus sering ditemukan pada anak dengan kondisi ADHD atau autisme. Pada kondisi ini, anak sulit mengalihkan perhatian karena fokusnya begitu kuat pada satu hal.

2. Cenderung melamun

Melamun pada anak memang terlihat seperti kebiasaan yang membuat orang tua bingung. Apalagi saat anak tampak tidak merespons ketika diajak berbicara atau diminta melakukan sesuatu.

Namun, menurut psikolog kognitif dari Belanda, Stefan Van der Stigchel, kondisi ini memiliki penjelasan ilmiah. Ia menyebut bahwa saat seseorang melamun, aktivitas otak berada dalam kondisi yang mirip dengan bagian otak yang aktif saat tubuh sedang beristirahat.

Dalam kondisi ini, otak sebenarnya sedang beristirahat dari berbagai rangsangan luar. Justru di saat seperti ini, pikiran mendapat ruang untuk menemukan ide atau solusi baru secara tidak langsung.

3. Rasa ingin tahu yang tinggi pada banyak hal

Salah satu perilaku anak yang terlihat "tidak berhenti bertanya" ternyata bisa menjadi tanda kecerdasan, Bunda. Anak bisa terus mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang mereka temui dalam keseharian.

Mereka tidak cukup hanya menerima jawaban "Karena memang begitu" tanpa penjelasan lebih lanjut. Justru mereka ingin tahu lebih jauh tentang "Mengapa" di balik setiap kejadian.

Karena itu, orang tua disarankan untuk merespons rasa ingin tahu ini dengan positif. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membantu anak mencari jawaban melalui buku atau sumber belajar lainnya.

4. Membongkar sesuatu

Perilaku lainnya yang terlihat unik namun bisa menjadi tanda kecerdasan adalah kebiasaan membongkar barang. Anak ingin melihat langsung bagaimana suatu benda bekerja dari dalam.

Mulai dari mainan hingga barang elektronik di rumah, mereka terdorong untuk membuka dan mengamati bagian-bagiannya. Anak yang melakukan hal ini bukan berarti iseng ya, tetapi ingin tahu hubungan antar bagian agar suatu benda bisa berfungsi.

5. Peka terhadap lingkungan sekitar

Kepekaan yang berlebihan terhadap lingkungan sekitar adalah perilaku anak yang unik, namun sebenarnya merupakan tanda kecerdasan seseorang, Bunda.

Psikolog klinis asal Amerika Serikat, Elaine Aron, dalam bukunya The Highly Sensitive Child menyebut bahwa sekitar 15 hingga 20 persen anak lahir dengan sistem saraf yang sangat peka.

Elaine menjelaskan bahwa anak dengan sensitivitas tinggi mudah mengalami overstimulasi. Mereka juga cenderung memiliki empati yang tinggi serta lebih peka terhadap rangsangan kecil di sekitarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi ini bukan gangguan, melainkan bagian dari temperamen bawaan yang dimiliki sebagian anak. Meski terlihat berbeda, hal ini kerap berkaitan dengan kecerdasan seseorang.

6. Intensitas emosi yang kuat

Sebagian anak terlihat memiliki reaksi emosi yang sangat kuat dalam berbagai situasi, Bunda. Mereka bisa sangat senang, sangat sedih, atau mudah terpengaruh oleh suasana di sekitarnya.

Karena itu, mereka terlihat lebih reaktif ketika berada dalam situasi yang penuh tekanan atau perubahan suasana. Hal ini bukan berarti masalah, tetapi bagian dari perkembangan emosi anak ya, Bunda.

7. Memiliki cara berpikir yang unik

Pemikiran yang unik atau eksentrik adalah perilaku anak yang terlihat berbeda dari anak lainnya, tetapi sebenarnya ini bisa menjadi tanda kecerdasan yang belum diakui.

Anak yang berpikir di luar batas "normal" menunjukkan kemampuan untuk menantang kebiasaan yang sudah ada. Mereka melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda sehingga bisa menghasilkan jawaban yang lebih kreatif.

8. Menolak tidur

Menolak tidur adalah perilaku anak yang terlihat seperti kebiasaan sulit diatur. Namun, dalam beberapa kondisi, ini bisa berkaitan dengan cara kerja pikiran anak yang sangat aktif, lho.

Bukan karena ingin bermain lebih lama atau takut ketinggalan sesuatu, anak juga bisa menolak tidur karena sulit menenangkan pikirannya sendiri. Pikiran yang terlalu aktif ini membuat anak kesulitan untuk rileks dan mulai tidur.

9. Anak menciptakan dunia imajinasinya sendiri

Menciptakan dunia khayalan adalah perilaku anak yang terlihat unik. Namun, hal ini sebenarnya menjadi tanda kemampuan berpikir yang lebih berkembang pada anak.

Anak bahkan bisa menciptakan teman khayalan atau dunianya sendiri dengan aturan yang mereka buat. Meski tampak "aneh" bagi orang dewasa, bagi anak hal ini adalah bagian dari cara mereka mengenal dunia.

10. Lebih menyukai kesendirian

Ada anak yang lebih memilih menghabiskan waktunya sendiri dibandingkan bermain dengan teman-temannya. Menurut psikolog dari Amerika Serikat, Dr. Netta Weinstein, kesendirian kerap dipahami hanya sebagai kondisi ketika seseorang sedang sendiri.

Ia menjelaskan bahwa kesepian bisa dirasakan baik saat sendiri maupun ketika bersama orang lain, karena pada dasarnya kesepian adalah kondisi ketika seseorang merasa terputus dari orang lain.

"Kita biasanya membicarakan kesendirian hanya sebagai keadaan ketika seseorang sedang sendiri," kata Weinstein.

"Kita bisa merasa kesepian saat sendirian, tetapi juga bisa merasa kesepian meski bersama orang lain. Jadi, kesepian itu sebenarnya menandakan kita sedang merasa terputus, dan hal itu bisa terjadi baik saat sendiri maupun saat bersama orang lain," lanjutnya.

Anak yang lebih suka menyendiri bukan berarti selalu merasa kesepian. Justru, mereka bisa menggunakan waktu itu untuk berpikir, berimajinasi, dan memahami sekitarnya dengan lebih tenang.

Itulah penjelasan mengenai cara mengenali anak cerdas dari perilaku unik yang sering mereka tunjukkan dalam keseharian. Semoga dapat membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda