parenting
Cerita Perjuangan Orang Tua Antar Anak ke Piala Dunia 2026, Rela Berpisah Sejak Usia 13 Tahun
HaiBunda
Kamis, 18 Jun 2026 09:30 WIB
Cerita perjuangan orang tua pemain tim USA, Ricardo Pepi, mengantar sang anak ke Piala Dunia 2026 menyimpan kisah yang menginspirasi. Di balik kesuksesannya sebagai pesepak bola, ada pengorbanan dari keluarga yang selalu menyertai perjalanannya.
Dilansir dari People Splash, Ricardo Pepi lahir dari keluarga imigran Meksiko yang datang ke Amerika Serikat untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Sang Ayah, Daniel, bekerja sebagai tukang taman, sedangkan ibundanya, Ana, bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Meski menjalani pekerjaan yang sederhana, keduanya tidak pernah berhenti memberikan dukungan kepada putranya. Sejak kecil, Ricardo memiliki mimpi untuk menjadi pemain sepak bola profesional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Impian tersebut selalu mendapat dukungan penuh dari orang tuanya, Daniel dan Ana, yang percaya pada kemampuan anak mereka. Sebagai orang tua, mereka rela melakukan berbagai pengorbanan demi mewujudkan cita-cita Ricardo.
Simak kisah selengkapnya berikut ini, Bunda.Â
Berpisah sejak usia 13 tahun, begini pengorbanan orang tua Ricardo Pepi
Perjalanan Ricardo Pepi menuju Piala Dunia 2026 tak lepas dari peran kedua orang tuanya. Sejak kecil, mereka selalu hadir dan mendukung setiap langkah yang diambil sang putra.
Pepi tumbuh besar di El Paso, Texas, yaitu wilayah yang berada di dekat perbatasan Meksiko. Sedari kecil, orang tua Ricardo selalu mendampinginya dalam berbagai kegiatan sepak bola.
Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi mengantar Ricardo berlatih dan bertanding. Sang Bunda, Ana, berusaha memberikan dukungan dari rumah, sementara ayahnya selalu berada di sisinya saat berlatih maupun bertanding.
Ricardo Pepi mengungkapkan bahwa sang Ayah memiliki peran yang begitu besar dalam perjalanannya sebagai pemain sepak bola. Menurutnya, ayahnya telah menjadi pelatih sekaligus sosok yang banyak berkorban untuk mendukung mimpinya.
"Ayah saya sangat penting bagi karier saya. Beliau adalah pelatih saya selama 10 atau 11 tahun. Itu membutuhkan waktu dan pengorbanan," ujar Ricardo Pepi, dikutip dari laman NBC New York.
Seiring bertambahnya usia, Ricardo harus mengambil langkah demi mengejar cita-citanya sebagai pemain sepak bola profesional. Bahkan, orang tuanya harus berpisah dengan sang anak sejak usia 13 tahun.
Keputusan tersebut tentu bukan hal yang mudah bagi keluarganya. Orang tua Ricardo harus merelakan putra mereka tinggal jauh dari rumah demi masa depan yang lebih baik.
Mantan pelatih Ricardo, Miguel Lopez, menilai keputusan itu sebagai pengorbanan besar. Menurutnya, tidak semua orang tua sanggup melewati situasi seperti itu.
"Jika Anda punya anak, Anda tahu apa artinya membiarkan seorang putra pergi sendirian, pada usia 13 tahun, ke kota besar lain untuk mewujudkan mimpinya. Ya, itu sangat sulit," katanya.
Perpisahan itu rupanya juga menjadi tantangan bagi Ricardo. Ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa kehadiran keluarga yang biasanya selalu berada di sisinya.
Harapan orang tua Ricardo Pepi yang kini jadi kenyataan
Perjuangan panjang yang dilakukan orang tua Ricardo, Daniel dan Ana, mulai menunjukkan hasil ketika sang anak berusia 18 tahun. Kala itu, ia tampil di Major League Soccer dengan mencetak 13 gol dari 31 pertandingan dan meraih penghargaan sebagai Pemain Muda Terbaik.
Kebanggaan keluarga semakin bertambah ketika Ricardo mendapat kesempatan membela tim nasional Amerika Serikat pada 2021. Bahkan, ia langsung mencetak gol dan mencatatkan namanya sebagai salah satu pencetak gol termuda di tim tersebut.
Meski sudah meraih banyak pencapaian, perjalanan Ricardo tak selalu berjalan mulus, Bunda. Ia harus beradaptasi dengan lingkungan dan menghadapi tantangan di setiap negara yang disinggahinya.
Perjalanan panjang Ricardo dari El Paso, Dallas, Jerman, hingga Belanda akhirnya mengantarkannya semakin dekat dengan impiannya sebagai pemain sepak bola. Ia diketahui telah mencetak 13 gol dari 37 penampilan bersama tim nasional Amerika Serikat.
Catatan itu yang juga turut mengantarkannya untuk tampil di Piala Dunia 2026. Namun sebelum mencapai titik tersebut, Ricardo sempat merasa kecewa karena gagal masuk Piala Dunia 2022.
Meski sempat gagal, orang tua Ricardo selalu menguatkan putra mereka agar tidak larut dalam kekecewaan. Keduanya percaya bahwa pengalaman tersebut dapat jadi pelajaran untuk sang anak berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Kini, harapan yang selama ini mereka jaga akhirnya menjadi kenyataan, Bunda. Ricardo tengah bersiap menjalani debutnya di Piala Dunia 2026 saat Amerika Serikat menghadapi Paraguay pada 12 Juni 2026 di Los Angeles.
Sejak awal, Daniel dan Ana selalu memberikan dukungan untuk membantu putra mereka mengejar cita-cita. Mereka juga terus menasihati Ricardo agar tidak menyerah saat menghadapi rintangan.
Sebagai orang tua, Daniel dan Ana tidak hanya berharap sang anak meraih kesuksesan di sepak bola. Mereka juga ingin putranya terus membawa dampak positif bagi banyak orang.
Itulah cerita perjuangan orang tua Ricardo Pepi yang rela berkorban dan berpisah dengan sang anak sejak usia 13 tahun demi mengejar mimpinya di dunia sepak bola. Semoga bisa menginspirasi, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Keito Nakamura, Pemain Tampan Jepang yang Buktikan Mimpi Masa Kecil di Piala Dunia 2026
Parenting
3 Maskot Piala Dunia 2026 yang Bisa Menarik Perhatian Anak
Parenting
Seberapa Penting Vitamin C untuk Anak? Ini Penjelasannya
Parenting
Begini Persyaratan dan Cara untuk Daftar Asuransi Kesehatan Anak
Parenting
Perlukah Asuransi Kesehatan untuk Anak? Pakar Keuangan Menjawab
5 Foto
Parenting
5 Potret Artis Rayakan Hari Guru Nasional 2023, Quinn Salman Beri Hadiah Spesial
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Anak Belanda Disebut Jadi Paling Bahagia di Dunia, Ini Kebiasaan yang Dilakukan & Dihindari Ortu
Anaknya Masuk Daftar Siswa Paling Cerdas di Dunia, Bunda Ini Ungkap Cara Unik dalam Mengasuh
Baru 15 Tahun, Anak Ini Lulus S2 dan Cetak Sejarah di Kampusnya