Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

6 Kebiasaan Sehari-Hari Bikin Anak Jadi Lebih Mandiri, Sudah Coba Bun?

Kinan   |   HaiBunda

Selasa, 16 Jun 2026 13:40 WIB

6 Kebiasaan Sehari-Hari Bikin Anak Jadi Lebih Mandiri, Sudah Coba Bun?
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Sunan Wongsa-nga
Daftar Isi
Jakarta -

Kemandirian anak bisa mulai dilatih sejak dini lho, Bunda. Dengan begitu, mereka jadi lebih mampu memecahkan masalah dan juga percaya diri nantinya.

Namun begitu, hal ini sering kali tidak selalu mudah bagi orang tua, terutama untuk melepaskan kendali.

Naluri alamiah sebagai orang tua sering mempermudah segala sesuatu bagi anak, membatasi pengalaman anak, bahkan menghindarkan mereka dari kesalahan dan kegagalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Padahal anak perlu menghadapi tantangan agar dapat mengembangkan keterampilan, ketekunan, dan kemandirian untuk menjalani kehidupan mereka sendiri.

Apa itu kemandirian untuk anak?

Dikutip dari Motherly, kemandirian pada anak berarti kemampuan mereka untuk berpikir, mengambil keputusan, dan bertindak secara mandiri tanpa terlalu bergantung pada arahan dari orang tua.

Proses ini membantu anak membangun rasa percaya diri, kemampuan memecahkan masalah, dan ketahanan diri saat menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan.

Hal ini juga menjadi bagian penting dari pengasuhan yang efektif karena mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dunia.

Kebiasaan sehari-hari mendukung kemandirian anak 

Berikut beberapa contoh kebiasaan sehari-hari yang bisa membantu mendukung kemandirian anak sejak dini, Bunda:

1. Biarkan mereka melakukan kesalahan

Dikutip dari Parents, membiarkan anak melakukan kesalahan akan mengajarkan mereka cara menjadi tangguh dalam hidup. Saat mereka melakukan kesalahan, jangan lupa tetap beri semangat dan beri tahu bahwa itu bukanlah masalah besar. 

Dampingi juga anak agar bisa melakukan yang lebih baik di lain waktu. Jika perlu, susun juga strategi untuk memperbaiki hambatan yang terjadi.

Membiarkan anak merasakan ketidaknyamanan atau kekecewaan yang muncul memang terasa sulit, tapi ini justru membantu mereka berkembang. Langkah ini juga bisa meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan mereka dalam menghadapi kesulitan.

2. Libatkan anak dalam tugas rumahan

Berikan kesempatan dan waktu bagi anak untuk ikut terlibat dalam tugas rumahan seperti membereskan mainan setelah bermain, membantu menyimpan belanjaan, dan merapikan kamar sendiri. Pastikan tugas yang diberikan sesuai dengan usia ya, Bunda. 

Anak cenderung lebih bersedia membantu ketika mereka merasa benar-benar berkontribusi dalam kehidupan rumah tangga.

Tugas yang diberikan tidak harus besar, cukup sesuatu yang mengharuskan mereka berpikir dan merencanakan terlebih dahulu.

Misalnya, jika tumpukan cucian mulai menggunung, tanyakan kepada mereka menurut mereka apa yang perlu dilakukan. Ajak mereka untuk membawa dan memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci. 

Dengan melibatkan anak, mereka akan merasa lebih berdaya dan nantinya sampai pada tahap di mana mereka bisa mencuci pakaian sendiri.

3. Berikan pilihan dengan batasan yang jelas

Memberikan kesempatan bagi anak dalam membuat pilihan merupakan cara yang baik untuk membangun kepercayaan diri dan menumbuhkan rasa tanggung jawab.

Contoh sederhananya, ajak anak memilih apakah ingin mengenakan baju merah atau biru saat pergi.

Ketika anak dapat membuat pilihan sendiri, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berpikir cepat dan mengalami konsekuensi alami dari keputusan yang mereka ambil.

Nah, memberikan kesempatan kepada anak untuk membuat keputusan sendiri dan belajar dari kesalahan adalah salah satu cara orang tua melatih kemandirian anak. 

4. Beri anak kesempatan untuk eksplorasi

anak laki-lakiIlustrasi/ Foto: Getty Images/AsiaVision

Dorong kemandirian dengan memberikan banyak kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi lingkungan tanpa pengawasan yang berlebihan.

Jika mereka sedang bermain di ruangan lain, biarkan mereka bermain tanpa Bunda. Jika memang Bunda perlu memeriksa keadaan mereka, lakukan dengan tidak mencolok.

Pun demikian saat Bunda melihat anak punya konflik dengan saudara atau teman, beri mereka kesempatan untuk menyelesaikannya secara positif sebelum ikut campur.

Contoh lainnya, beri anak kesempatan untuk masuk ke kafe, memesan makanan, dan membayarnya sendiri sementara Bunda mengawasi dari jarak yang aman.

5. Hindari terlalu sering mengoreksi

Sebisa mungkin, hindari mengoreksi anak ketika mereka sedang berusaha melakukan sesuatu secara mandiri.

Sebagai contoh, jika Bunda meminta anak merapikan tempat tidurnya dan hasilnya tidak sempurna, tahan keinginan untuk langsung memperbaikinya atau bahkan memarahinya.

Ingat bahwa tujuan utama dari memberi tugas bukanlah kesempurnaan, tapi memberi kesempatan kepada anak untuk berusaha dan bertanggung jawab.

Anak tidak akan termotivasi untuk terus mencoba jika setiap kali berusaha, mereka merasa hasilnya tidak memenuhi standar tinggi orang tua.

6. Atur lingkungan sekitar 

Cara orang tua mengatur lingkungan di rumah dan sekitar anak akan memengaruhi kemampuan mereka untuk belajar mandiri. 

Misalnya, apakah anak bisa meraih benda-benda di rumah seperti gelas, piring, garpu, dan tisu sendiri? Adakah botol atau wadah air yang bisa mereka gunakan untuk mengambil minum sendiri? 

Pengaturan tata letak benda-benda ini dapat meningkatkan peluang anak agar belajar melakukan sesuatu sendiri.

Jika perlu, atur kembali peletakkan supaya lebih mudah diraih sendiri oleh anak tanpa perlu meminta bantuan dari orang dewasa.

Itulah penjelasan tentang kebiasaan sehari-hari yang bisa membantu mendukung kemandirian anak. Semoga bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda