Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

5 Tanda Anak Cerdas yang Sering Disalahartikan sebagai Kenakalan

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Rabu, 10 Jun 2026 09:30 WIB

5 Tanda Anak Cerdas yang Sering Disalahartikan sebagai Kenakalan
Ilustrasi Tanda Anak Cerdas yang Sering Disalahartikan sebagai Kenakalan/Foto: Getty Images/nathaphat
Daftar Isi
Jakarta -

Setiap orang tua pasti pernah melihat anaknya menunjukkan sesuatu yang terasa berbeda dalam keseharian. Ada momen ketika Bunda menyadari Si Kecil tampak punya cara sendiri dalam menanggapi sesuatu.

Hal seperti ini tentu membuat orang tua bingung karena terlihat tidak selalu sejalan dengan aturan di rumah. Namun di balik itu, kondisi tersebut masih sangat wajar dalam tumbuh kembang anak yang cerdas.

Walaupun di beberapa situasi terasa melelahkan, perilaku seperti ini tidak selalu berarti hal yang buruk ya, Bunda. Bahkan dalam keadaan tertentu, bisa saja ini menunjukkan sesuatu yang lebih berarti bagi diri anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut pelatih kecerdasan tinggi asal Finlandia, Katarina Esko, terdapat sejumlah tanda pada anak cerdas yang kerap disalahartikan sebagai kenakalan. Simak selengkapnya berikut ini.

Tanda-tanda anak cerdas yang sering disalahartikan sebagai kenakalan

Mengutip dari laman Your Tango, Katarina Esko membagikan tanda-tanda anak cerdas yang sering disalahartikan sebagai kenakalan.

1. Memiliki emosi yang kuat

Bunda perlu tahu, bahwa ada anak yang terlihat lebih mudah tersentuh oleh hal-hal kecil dalam kesehariannya. Sebagai orang tua, kita mungkin pernah melihat mereka bereaksi lebih kuat dibanding teman sebayanya.

Dalam banyak kondisi, kondisi ini bukan berarti anak "terlalu sensitif". Beberapa ahli melihatnya sebagai bagian dari perkembangan yang berkaitan dengan cara berpikir anak yang lebih jauh.

Menurut Esko, kondisi ini sudah bisa terlihat sejak usia dini. Anak cerdas kerap menunjukkan emosi yang lebih kuat dibanding anak seusianya, Bunda.

"Orang-orang yang sangat cerdas biasanya sudah memiliki emosi yang sangat kuat sejak kecil," ujar Esko.

"Emosi ini bisa sangat intens sehingga orang-orang di sekitar anak, seperti orang tua, mungkin tidak mampu menanganinya," sambungnya.

2. Mempunyai kemauan yang sangat kuat

Anak-anak yang sangat cerdas ini sangat bertekad untuk punya pendirian yang kuat sejak kecil. Mereka tidak selalu mau mengikuti kegiatan yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Namun saat tertarik pada sesuatu, mereka bisa menunjukkan semangat yang besar untuk ikut terlibat, Bunda. Seperti yang dikatakan Esko, kondisi ini sering disalahpahami oleh orang sekitar.

"Mereka hanya ingin melakukan apa yang mereka inginkan. Hal ini mungkin disalahartikan sebagai perilaku pembangkangan atau antisosial," ujarnya.

3. Memiliki kebutuhan kuat untuk diperlakukan setara

Anak-anak dengan kecerdasan tinggi tidak suka dibatasi hanya karena usia mereka masih kecil. Mereka cenderung tidak menerima jika diperlakukan berbeda tanpa alasan yang jelas.

Saat merasa diremehkan, anak bisa saja menunjukkan ketidaknyamanan dengan cukup cepat, Bunda.

"Mereka tidak suka diremehkan oleh orang dewasa, dan mereka mudah kehilangan rasa hormat kepada orang dewasa yang meremehkan mereka," jelas Esko.

4. Cenderung menolak aturan yang tidak masuk akal

Berikutnya, anak-anak yang cerdas biasanya tidak langsung menerima aturan begitu saja. Dalam keseharian, mereka suka sekali bertanya atau mencari alasan di balik setiap ketentuan.

Saat merasa ada sesuatu yang tidak masuk akal, anak akan cenderung mempertanyakannya. Hal seperti ini membuat orang tua merasa kalau anak terlalu banyak bertanya atau sulit diatur.

Padahal bagi mereka, aturan harus punya alasan yang jelas supaya bisa diterima. Jika tidak, mereka akan merasa kurang cocok untuk mengikutinya.

5. Punya minat yang spesifik dan dapat berubah dengan cepat

Setiap anak punya cara yang berbeda dalam menunjukkan ketertarikan pada sesuatu, bukan begitu, Bunda? Dalam hal ini, anak yang cerdas bisa sangat fokus pada hal-hal baru dalam waktu tertentu.

"Anak-anak yang sangat cerdas ingin menggunakan kecerdasan mereka, dan salah satu caranya adalah dengan mempelajari hal-hal baru," ungkap Esko.

Mereka ingin mengerti suatu topik sampai benar-benar merasa cukup. Bahkan ketika tidak banyak orang di sekitarnya yang tertarik, itu bukan masalah bagi mereka.

"Mereka biasanya ingin mendalami suatu subjek, dan mereka tidak terlalu peduli jika tidak ada orang lain yang mempelajarinya," katanya.

Setelah itu, perhatian mereka bisa berpindah ke hal lain dengan begitu cepat. Karena itu, mereka terkadang terlihat sering berganti hobi atau minat.

Itulah penjelasan mengenai tanda anak cerdas yang sering disalahartikan sebagai kenakalan. Semoga bisa memberi wawasan baru untuk Bunda dalam mendampingi tumbuh kembang Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda