Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

4 Cara Menghadapi Anak Tantrum di Tempat Umum, Coba Lakukan Ini Bun

Kinan   |   HaiBunda

Senin, 08 Jun 2026 17:20 WIB

anak tantrum
Ilustrasi/Foto: Getty Images/travelism
Daftar Isi

Tantrum di tempat umum sering membuat orang tua panik dan bingung. Nah, lalu bagaimana cara menghadapi anak tantrum yang tepat menurut pakarnya?

Penting untuk dipahami bahwa sebenarnya tantrum merupakan bagian normal dari perkembangan anak, terutama saat mereka masih belajar memahami dan mengelola emosi.

Cara orang tua merespons tantrum dapat memengaruhi kemampuan anak dalam mengatur emosinya di kemudian hari. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Alih-alih langsung memarahi atau menghentikan ledakan emosi anak dengan paksa, orang tua dianjurkan untuk tetap tenang dan memberikan dukungan yang tepat.

Apa itu tantrum?

Tantrum adalah kondisi ketika seorang anak menunjukkan ledakan emosi berupa kemarahan dan frustrasi yang sulit dikendalikan. 

Kondisi yang juga dikenal sebagai temper tantrum ini sering ditunjukkan melalui perilaku seperti berteriak, menendang, menangis keras, atau melempar barang. Dikutip dari Very Well Family, tantrum dapat muncul ketika anak tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. 

Penyebab anak tantrum 

Salah satu penyebab anak tantrum yakni ketika anak sedang ingin diperhatikan. Tak jarang mereka akan mengekspresikan emosi dengan tantrum.

Penyebab lain yang umum adalah rasa lapar, kelelahan, atau kondisi tubuh yang kurang nyaman. Tantrum yang dipicu oleh ketidaknyamanan fisik umumnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan ya, Bunda.

Pada sebagian besar kasus, amukan tersebut akan mereda dalam beberapa menit dan anak kembali tenang setelah kebutuhan atau kenyamanannya terpenuhi.

Cara menghadapi anak tantrum menurut pakar

"Mengelola dan mengendalikan reaksi emosional terhadap berbagai situasi masih sulit dilakukan oleh balita. Di sinilah peran orang tua menjadi penting," ungkap Megan Carolan, dari Institute for Child Success, seperti dikutip dari The Bump.

Lalu apa saja cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi anak saat sedang tantrum?

1. Pindahkan anak ke tempat yang lebih tenang

Saat anak mulai tantrum di tempat umum, sebaiknya cari lingkungan yang lebih tenang terlebih dahulu. Misalnya saat Bunda sedang berada di supermarket, cobalah ajak Si Kecil ke lorong yang lebih sepi dulu.

"Tarik napas dalam-dalam, tetap tenang, dan ingatkan diri sendiri bahwa situasi ini bisa dilewati dengan baik," ungkap parenting coach, Devon Kuntzman, seperti dikutip dari CNBC.

Setelah memastikan anak aman, menjaga ketenangan adalah hal paling penting yang bisa dilakukan orang tua saat menghadapi tantrum. Dengan begitu, anak bisa lebih mampu mengatur dan menenangkan emosinya.

2. Perhatikan batas kenyamanan anak

Saat menghadapi gejolak emosi yang besar, perhatikan kebutuhan dan kenyamanan anak. Termasuk seberapa banyak kontak fisik yang dapat diterima anak selama tantrum. 

Dalam beberapa situasi, memberikan ruang justru lebih membantu dibandingkan terlalu banyak mendekat atau menyentuh secara fisik.

Jika memang anak ingin, Bunda bisa menawarkan pelukan atau sekadar duduk di dekatnya. Namun jika anak sedang ingin tenang sendiri, maka hargai keinginan tersebut.

Beri kesempatan pada anak untuk duduk menenangkan diri, tanpa perlu terlalu banyak menyentuh atau bahkan memaksanya.

3. Gunakan bahasa yang sederhana dan konsisten

Jika anak menunjukkan perilaku yang berbahaya, seperti memukul atau melempar barang, tetapkan batasan dengan tenang tetapi tegas. 

Misalnya Bunda bisa mengatakan, "Kamu boleh marah, tapi Bunda tidak akan membiarkan kamu memukul".

Apabila tantrum terjadi karena anak merasa kewalahan, cobalah memberikan validasi terhadap perasaannya dengan kalimat seperti, "Bunda tahu ini membuatmu kesal," atau, "Bunda ada di sini untuk membantu".

Gunakan kata-kata yang jelas, sederhana, dan konsisten agar lebih mudah dipahami anak. Setelah itu, ajak anak mengungkapkan perasaannya tanpa takut dihakimi.

Ketika suasana mulai mereda, berikan beberapa pilihan yang masih sesuai dengan batasan yang Bunda tetapkan. Pilihan yang jelas dan sesuai usia dapat membantu anak merasa memiliki kendali terhadap situasi.

Contoh ketika Bunda sedang pergi berbelanja bersama, tanyakan seperti "Kamu mau duduk di troli atau memegang tangan Bunda?".

4. Kelola emosi sendiri

Menghadapi tantrum bukan hanya soal membantu anak mengendalikan emosinya, tetapi juga tentang bagaimana orang tua mengelola emosinya sendiri. Saat anak tantrum di tempat umum, orang-orang di sekitar biasanya akan menoleh dan memperhatikan. 

Nah, situasi tersebut bisa terasa sangat mengganggu bagi orang tua. Dengan begitu, bersikap tenang mungkin akan terasa makin sulit.

Apa pentingnya orang tua menenangkan diri?

Ingatlah bahwa anak yang tantrum bukan semata-mata cerminan dari kualitas pola asuh yang Bunda terapkan. Pahami bahwa saat itu anak juga sedang kesulitan mengelola emosinya.

Jika tantrum di tempat umum terasa terlalu berat untuk ditangani, Bunda bisa menepi ke tempat yang lebih tenang. 

"Berikan kesempatan kepada anak dan juga diri sendiri untuk sama-sama memproses emosi, sambil menenangkan diri," imbuh Kuntzman.

Tips mencegah anak tantrum saat bepergian

Supaya anak tidak mudah tantrum, pastikan ia sudah mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan makan sebelum bepergian ke tempat yang ramai.

Jika urusan telah selesai, sebaiknya segera pulang agar anak tidak terlalu lelah maupun merasa bosan karena terlalu lama berada di luar rumah.

Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, anak akan belajar secara bertahap bahwa emosi dapat dikenali dan dikendalikan dengan cara yang lebih baik.

Selain itu, Bunda juga bisa mengajarkan strategi yang lebih sehat untuk mengelola kemarahan, seperti menarik napas dalam-dalam, menghitung angka 1 hingga 10, atau mengungkapkan perasaan dengan kata-kata. 

Itulah penjelasan tentang cara menghadapi anak tantrum. Dengan latihan yang konsisten, kemampuan anak dalam mengatur emosi akan berkembang dari waktu ke waktu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda