Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

7 Cara Mengatasi Kulit Bayi Mengelupas, Kapan Tanda Perlu Khawatir?

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Sabtu, 06 Jun 2026 20:30 WIB

Kulit bayi baru lahir terkelupas
Cara mengatasi kulit bayi mengelupas/Foto: Getty Images/tonefotografia
Daftar Isi

Kulit bayi sangat lembut dan sensitif saat mereka lahir. Namun, seiring pertumbuhan dan adaptasi pada lingkungan, kulit bayi biasanya mengelupas beberapa hari setelahnya. Hal ini wajar jika membuat orang tua khawatir.

Ya, menurut dokter anak Marni Turell, MD, kulit bayi baru lahir pada dasarnya perlu banyak menyesuaikan diri setelah keluar dari rahim ke dunia luar. Menurut Turell, “Kuncinya adalah mengetahui apa yang normal dan bagaimana menanganinya.”

Semua bayi baru lahir mengalami fase pengelupasan selama dua minggu pertama kehidupan. Biasanya terjadi pada lengan dan kaki, tetapi Bunda mungkin juga melihat pengelupasan pada perut, punggung, atau bokong mereka. Jika Bunda hanya melihat kulit mengelupas di kulit kepala mereka, kemungkinan bayi mengalami kerak kepala atau cradle cap, penumpukan bercak bersisik yang tidak berbahaya di kulit kepala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tingkat pengelupasan kulit bayi baru lahir dapat bervariasi, dan itu tidak selalu merupakan tanda bahwa bayi  memiliki kulit kering. Lapisan luar kulit yang mengelupas mungkin kering, tetapi kulit di bawahnya mungkin tidak.

“Pengelupasan kulit pada bayi baru lahir mirip dengan proses pergantian kulit,” kata Dr. Turell, dikutip dari Cleveland Clinic. “Lapisan kulit terluar mengelupas agar lapisan kulit sehat di bawahnya dapat menggantikannya.”

Penyebab kulit bayi mengelupas

Ada beberapa kemungkinan penyebab kulit mengelupas pada bayi. Faktor utama adalah vernix caseosa, zat lilin dan berminyak yang melapisi kulit bayi di dalam rahim dan melindungi, mengisolasi, serta melembapkan kulit.

Faktor lain yang dapat menyebabkan kulit bayi baru lahir dan bayi mengelupas termasuk cuaca kering, sering mandi, dan sabun atau detergent yang keras. Bayi lebih rentan terhadap masalah ini karena kulit mereka lebih sensitif dan masih baru.

Selain faktor luar, ada beberapa kondisi medis yang menyebabkan kulit bayi mengelupas. Dikutip dari The Bump, kondisi tersebut meliputi:

  • Eksim bayi
  • Ketombe bayi
  • Dermatitis kontak
  • Ikhtiosis

7 Cara mengatasi kulit bayi mengelupas

Ada beberapa ikhtiar yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasi kulit bayi yang mengelupas. Berikut 7 cara mengatasi kulit bayi mengelupas.

1. Kurangi waktu mandi

Dilansir Healthline, mandi terlalu lama dapat menghilangkan minyak alami dari kulit. Pertimbangkan untuk membatasi waktu mandi bayi baru lahir hingga 5 hingga 10 menit. Gunakan air hangat kuku, bukan air panas, dan hanya pembersih tanpa wewangian dan tanpa sabun. Sabun dan busa mandi biasa terlalu keras untuk kulit bayi baru lahir.

2. Hindari bahan kimia keras

Karena kulit bayi baru lahir sensitif, hindari bahan kimia keras yang dapat mengiritasi kulit bayi . Jangan gunakan parfum atau produk beraroma. Alih-alih mencuci pakaian bayi dengan detergent biasa, pilihlah yang dirancang khusus untuk kulit bayi yang sensitif.

3. Jaga agar bayi tetap terhidrasi

Menjaga bayi tetap terhidrasi juga mengurangi kulit kering. Pastikan mereka mendapatkan cukup ASI atau susu formula. Bayi tidak boleh minum air putih sampai usia enam bulan kecuali dokter  mengatakan sebaliknya.

4. Lindungi bayi dari sinar matahari

Jaga agar bayi  berada di luar ruangan di tempat teduh, jauh dari sinar matahari langsung. Saat cuaca hangat, pastikan untuk memakaikan bayi pakaian katun yang sejuk dan nyaman. Topi akan melindungi wajah, telinga, dan bagian belakang leher mereka. Meskipun penggunaan tabir surya secara teratur adalah yang terbaik untuk anak-anak, tabir surya tidak disarankan untuk digunakan secara teratur pada bayi di bawah enam bulan.

5. Lindungi bayi dari udara dingin

Pastikan kulit bayi  tidak terpapar udara dingin atau angin saat berada di luar ruangan. Pakaikan kaus kaki atau sarung tangan pada tangan dan kaki mereka.  juga dapat meletakkan selimut di atas kursi mobil atau gendongan bayi untuk melindungi wajah mereka dari angin dan udara dingin.

6. Gunakan pelembap udara (humidifier)

Jika udara di rumah terlalu kering, pelembap udara kabut dingin dapat meningkatkan tingkat kelembapan. Pelembap udara membantu meredakan eksim dan kulit kering.

7. Jangan mengelupas paksa kulit bayi yang baru lahir

Saat melihat kulit mengelupas, naluri pertama  mungkin adalah untuk mempercepat prosesnya. Hindari hal tersebut. Jangan mengelupas atau mengangkat kulit karena itu melindungi kulit baru di bawahnya. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah membiarkannya mengelupas sendiri.

Tanda perlu khawatir dan harus dibawa ke dokter

Kulit mengelupas adalah hal yang umum terjadi pada bayi baru lahir. Dalam kebanyakan kasus, tidak perlu konsultasikan ke dokter.  Namun, orang tua dan pengasuh harus memperhatikan tanda dan gejala tambahan. Mereka harus membawa bayi ke dokter jika kulitnya:

  • Merah
  • Pecah-pecah
  • Gatal
  • Bengkak

Kulit bayi yang mengelupas umumnya merupakan bagian dari proses alami adaptasi setelah lahir dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Orang tua dapat membantu menjaga kesehatan kulit Si Kecil dengan mengurangi waktu mandi, menghindari produk yang mengandung bahan kimia keras, serta menjaga kelembapan kulit dan lingkungan di sekitarnya.

Meski demikian, penting untuk tetap memantau kondisi kulit bayi. Jika pengelupasan disertai kemerahan, gatal, bengkak, atau kulit tampak pecah-pecah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan penanganan yang tepat, kesehatan dan kenyamanan kulit bayi dapat tetap terjaga selama masa tumbuh kembangnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda