Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Cara Mengenali Anak yang Punya Kecerdasan Luar Biasa, Ternyata Bukan dari Skor IQ Saja

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Jumat, 05 Jun 2026 09:30 WIB

Cara Mengenali Anak yang Punya Kecerdasan Luar Biasa, Ternyata Bukan dari Skor IQ Saja
Ilustrasi Cara Mengenali Anak yang Punya Kecerdasan Luar Biasa, Ternyata Bukan dari Skor IQ Saja/Foto: Getty Images/SunnyVMD
Daftar Isi
Jakarta -

Cara mengenali anak yang punya kecerdasan luar biasa tidak bisa hanya dilihat dari Intelligence Quotient (IQ) saja. Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan anak itu melibatkan banyak hal yang saling berhubungan dalam proses tumbuh kembangnya.

Menilik dari The Economic Times, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Intelligence menjelaskan bahwa kecerdasan anak perlu dilihat dari beberapa hal. Temuan ini juga menegaskan bahwa IQ saja tidak cukup untuk menggambarkan kemampuan berpikir anak.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengamati 65 anak berbakat usia 6 hingga 14 tahun. Seluruh anak memiliki skor minimal 120 pada tes WISC-IV, yaitu salah satu tes yang selama ini digunakan sebagai salah satu acuan kemampuan kognitif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Selain itu, orang tua dari anak-anak tersebut juga turut dilibatkan dalam penilaian menggunakan WAIS-IV. Kepribadian mereka dianalisis untuk melihat hubungan antara faktor keluarga dan perkembangan anak.

Hasilnya menunjukkan bahwa ada empat aspek kognitif yang konsisten muncul pada anak dengan kecerdasan tinggi. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Cara mengenali anak yang punya kecerdasan luar biasa

Ada sejumlah cara untuk mengenali anak dengan kecerdasan luar biasa yang tidak hanya dilihat dari skor IQ saja. Berikut penjelasan selengkapnya yang dikutip dari laman The Economic Times.

1. Kemampuan memahami informasi dengan cepat

Salah satu hal yang cukup sering terlihat pada anak dengan kecerdasan tinggi adalah kemampuan memahami informasi. Anak biasanya lebih cepat mengerti hal-hal baru di sekitarnya.

Menariknya, kemampuan yang mirip juga terlihat pada Bunda dan bisa berkaitan dengan anak. Baik dalam tugas sederhana maupun yang lebih rumit, polanya bisa sejalan.

Selain itu, suasana rumah yang terbiasa bergerak cepat juga ikut berperan. Anak jadi terbiasa merespons sesuatu dengan lebih sigap, Bunda.

2. Memori kerja anak

Memori kerja adalah kemampuan anak untuk menyerap informasi dalam waktu yang singkat. Kemampuan ini terlihat memiliki kaitan yang cukup kuat dengan skor memori jangka pendek pada Ayah.

Hubungan tersebut tetap konsisten meskipun dianalisis melalui beberapa model penelitian yang berbeda. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang cukup spesifik dalam kemampuan kognitif anak.

Selain itu, para peneliti juga menjelaskan bahwa temuan ini memperkuat gagasan bahwa bakat tidak selalu diwariskan dengan cara yang sama, Bunda. Justru, kemampuan anak bisa berkembang dari jalur yang juga turut dipengaruhi oleh orang tua.

3. Penalaran perseptual

Penalaran perseptual adalah kemampuan anak dalam memahami informasi yang mereka lihat di sekitarnya. Kemampuan ini rupanya memiliki banyak keterkaitan dengan kondisi orang tua.

Hasil analisis awal menunjukkan adanya hubungan dengan latar belakang pendidikan Bunda. Semakin beragam pengalaman pendidikan, semakin terlihat pengaruhnya pada cara anak dalam memahami hal-hal di sekitarnya.

Pada model yang lebih lanjut, ditemukan bahwa ketelitian Bunda juga ikut berperan dalam perkembangan kemampuan ini. Para peneliti menyebut, hal ini bisa berkaitan dengan lingkungan yang lebih teratur dan mendukung cara berpikir anak agar lebih berkembang.

4. Pemahaman verbal anak

Bunda perlu tahu, bahwa pemahaman verbal merupakan kemampuan anak dalam menggunakan bahasa sehari-hari. Dalam analisis sederhana, kemampuan ini terlihat memiliki hubungan dengan pendidikan Bunda.

Namun, keterkaitan tersebut menjadi lebih lemah setelah faktor lain ikut diperhitungkan. Dijelaskan dalam studi, bahwa kemampuan bahasa anak dipengaruhi oleh banyak hal sekaligus.

Mulai dari interaksi di rumah, pengalaman pendidikan, hingga faktor bawaan yang dimiliki anak, Bunda.

Mengapa temuan ini penting?

Para penulis, yaitu Lina Pezzuti, Morena Farese, James Dawe, dan Marco Lauriola, menjelaskan bahwa perbedaan pengaruh orang tua bisa dipengaruhi oleh berbagai peran dalam pengasuhan anak.

Selain itu, jumlah waktu yang dihabiskan bersama anak juga dapat memberikan dampak yang berbeda, lho. Mereka menyebutkan bahwa faktor bawaan dari orang tua kemungkinan ikut berperan, meski hal ini belum diuji dalam penelitian.

Para peneliti menegaskan bahwa bakat anak tidak hanya ditentukan oleh satu hal saja. Justru, kemampuan anak itu tampak dari berbagai faktor yang saling berkaitan dalam proses tumbuh kembangnya.

Itulah cara mengenali anak yang memiliki kecerdasan luar biasa, Bunda. Ternyata, hal ini tidak hanya dilihat dari skor IQ saja.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda