Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Anak Cerdas Berawal dari Kebiasaan Sederhana Ini, Simak Kata Peneliti

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Senin, 08 Jun 2026 08:30 WIB

Kebiasaan anak cerdas
Kebiasaan anak cerdas/ Foto: Getty Images/Sunan Wongsa-nga

Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang Si Kecil. Berbagai cara dilakukan untuk mendukung kecerdasan anak, mulai dari memberikan makanan bergizi hingga menyediakan mainan edukatif. Namun, tahukah Bunda bahwa ada kebiasaan sederhana yang ternyata dapat berpengaruh besar terhadap perkembangan kognitif anak?

Kebiasaan tersebut bahkan bisa dilakukan setiap hari tanpa memerlukan biaya tambahan. Aktivitas yang tampak sepele ini berkaitan dengan interaksi antara orang tua dan anak dalam kehidupan sehari-hari. 

Mengutip dari laman The Sector, sebuah penelitian besar dari University of York menemukan adanya hubungan antara banyaknya percakapan yang didengar anak dari orang dewasa dengan kemampuan kognitif mereka di kemudian hari. Seperti apa penjelasannya? Simak penjelasannya di bawah ini, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sering mengajak anak bicara dapat mendukung kecerdasan dan perkembangannya

Penelitian yang dipimpin oleh para peneliti dari University of York menyoroti pentingnya paparan bahasa dalam kehidupan sehari-hari anak usia dini. Studi berjudul A Naturalistic Home Observational Approach to Children’s Language, Cognition, and Behavior ini melibatkan 107 anak berusia 2 hingga 4 tahun yang diamati dalam lingkungan rumah mereka.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat, para peneliti menggunakan alat perekam audio berukuran kecil yang dipasang pada pakaian anak selama tiga hari. Metode ini memungkinkan peneliti mengamati interaksi nyata antara anak dengan orang tua maupun pengasuh dalam aktivitas sehari-hari.

Selain merekam percakapan, peneliti juga meminta orang tua melakukan beberapa aktivitas bersama anak, seperti menggambar, menyalin bentuk, dan mencocokkan objek. Aktivitas tersebut digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif anak, termasuk penalaran, kemampuan numerasi, dan pemahaman bentuk.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang lebih sering mendengar percakapan dari orang dewasa cenderung memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik. Dengan kata lain, semakin banyak kata yang didengar anak dalam kesehariannya, semakin besar peluang mereka mengembangkan kemampuan berpikir dan belajar.

Penulis utama penelitian, Katrina d'Apice, menjelaskan bahwa paparan bahasa yang lebih banyak kemungkinan memberi anak lebih banyak kesempatan untuk belajar.

Namun, ia juga menekankan bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memahami hubungan tersebut secara lebih mendalam. Tidak hanya jumlah percakapan, kualitas bahasa yang digunakan orang dewasa juga berperan penting.

Peneliti menemukan bahwa anak yang sering berinteraksi dengan orang dewasa yang menggunakan kosakata beragam cenderung memiliki perbendaharaan kata yang lebih kaya dibandingkan anak lain.

Temuan ini menunjukkan bahwa mengajak anak berbicara, bercerita, menjelaskan sesuatu, atau sekadar mengobrol mengenai aktivitas sehari-hari dapat menjadi bentuk stimulasi yang berharga bagi perkembangan bahasa mereka.

Profesor Sophie von Stumm, salah satu penulis senior penelitian, mengatakan bahwa pengalaman anak di rumah bersifat dinamis dan dapat berubah dari hari ke hari. Bahkan dalam keluarga yang sama, jumlah kata yang didengar anak dapat berbeda cukup signifikan setiap harinya.

Interaksi sederhana seperti mengajak anak berbicara saat makan, bermain, berjalan-jalan, atau sebelum tidur ternyata dapat menjadi stimulasi penting yang mendukung perkembangan otak mereka.

Meski tidak secara langsung menjamin seorang anak menjadi jenius, kebiasaan rutin berbicara dengan anak dapat membantu meningkatkan kemampuan bahasa dan mendukung perkembangan kognitifnya.

Oleh karena itu, menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan Si Kecil setiap hari dapat menjadi langkah sederhana yang memberikan manfaat besar bagi masa depannya, Bunda.

Meski terlihat sederhana, kebiasaan sehari-hari dapat memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan kemampuan berpikir anak. Konsistensi dan dukungan orang tua menjadi kunci agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda