parenting
Manfaat Cerdas Cermat untuk Anak SD dan Cara Mendukung Si Kecil agar Semangat Ikut Kompetisi
HaiBunda
Rabu, 20 May 2026 13:10 WIB
Daftar Isi
Kemampuan belajar anak dapat dikembangkan melalui kompetisi berbasis kecerdasan, Bunda. Kompetisi seperti cerdas cermat dapat mendorong kreativitas anak dalam memecahkan masalah.
Menurut Psikolog Anak dan Keluarga, Saskhya Aulia, M.Psi., kompetisi kecerdasan yang edukatif juga dapat membentuk karakter anak-anak ke arah yang positif. Mereka bisa mendapatkan manfaat dari segi akademik, emosional, hingga sosial.
"Kompetisi edukatif yang sesuai usia dan didampingi dengan baik merupakan cara efektif untuk menstimulasi perkembangan kecerdasan anak secara menyeluruh. Dinilai dari segi akademik, kompetisi dapat mendorong anak berpikir lebih fokus, strategis, kreatif, kritis, sekaligus meningkatkan motivasi intrinsik untuk terus berkembang," kata Saskhya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dilihat dari segi emosional, kompetisi membantu anak mengenali dan mengelola perasaan, seperti belajar menghadapi rasa gugup, kecewa, maupun rasa percaya diri atas pencapaian. Sementara secara sosial, anak bisa belajar tentang aturan, sportivitas, dan empati," sambungnya, dalam acara Jumpa Pers Pembukaan Kompetisi DANCOW Indonesia CERDAS Season 2, di Jakarta Pusat, belum lama ini.
Saskhya mengatakan bahwa kompetisi seperti cerdas cermat sudah bisa dikenalkan ke anak saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Sementara itu, anak dianggap sudah siap untuk berkompetisi saat usianya memasuki tujuh tahun.
"Dalam satu kompetisi, anak dianggap sudah siap kalau dia sudah berusia di atas tujuh tahun. Kompetisi ini bisa membangun karakternya. Jadi enggak hanya mendukung anak untuk pintar, tapi juga berkarakter sehat," ungkap Saskhya.
Anak yang sudah siap ikut berkompetisi perlu mendapatkan dukungan penuh dari orang di sekitarnya, termasuk guru dan orang tua. Pasalnya, dukungan yang cukup bisa membuat anak bersemangat untuk terus berkompetisi.
Cara mendukung anak agar semangat ikut kompetisi
Bunda bisa menerapkan 3D untuk mendukung anak agar semangat ikut kompetisi seperti cerdas cermat. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:
1. Didampingi
Cara pertama untuk mendukung anak adalah didampingi. Ya, orang tua perlu mendampingi anak ketika ia memilih untuk ikut kompetisi. Tapi, model pendampingan yang tepat tak hanya terpaku pada hasil akhir ya, Bunda.
"Jadi fokusnya tidak hanya pada hasil, tapi juga pada proses. Misalnya, kita enggak cuma nanya PR anak kalau dia pulang sekolah. Tapi kita juga bisa bertanya, apa hari ini menyenangkan? Apa yang bikin kamu sebel hari ini? Apa yang bikin kamu tidak fokus saat ikut lomba?" ungkap Saskhya.
"Jadi pembicaraan terus berlanjut dan akhirnya anak juga lebih mudah untuk mengikuti sesuatu yang menantang."
2. Didengarkan
Cara selanjutnya adalah menjadi pendengar yang baik. Bunda dan Ayah perlu mendengarkan perasaan anak. Misalnya, rasa takut atau degdegan yang dialami Si Kecil saat di rumah atau saat ikut kompetisi.
"Didengarkan perasaannya seperti apa, takut atau degdegan. Dengarkan juga keluhan dan kebutuhan anak di rumah dan di sekolah," ujar Saskhya.
3. Didefinisikan ulang
Setelah mendengarkan keluhan dan kebutuhan anak, Bunda bisa mendefinisikan ulang perasaannya. Kita bisa membantu dalam mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
"Jadi kalau misalnya anak gugup saat kompetisi. Sebagai orang tua, apa nih yang kita bisa latih?" kata Saskhya.
"Terus kalau misalnya anak merasa dirinya enggak pintar, itu ditanya, 'Apa yang membuat kamu merasa kayak gitu?' Misalnya karena nilai. Nah, karena nilai itu kan sebenarnya cuma di luar saja, apa nih yang bisa kita perbaiki di dalamnya?" lanjut Saskhya.
Pentingnya memberikan apresiasi ke anak
Dalam kompetisi seperti cerdas cermat, ada yang keluar menjadi pemenang, dan ada juga yang kalah. Sebagai orang tua, Bunda perlu menanamkan arti sebenarnya dari kemenangan dan kekalahan ini ke dalam diri anak.
"Kalau kalah, kita dapat dengarkan perasaan anak dulu, biarkan dia menangis atau kesal. Paling penting adalah mendampingi dan mendefinisikan perasaan anak. Kita dapat membantu anak melakukan evaluasi ketika dia sudah tenang," ujar Saskhya.
"Kita dapat menjelaskan anak cara menghadapi kegagalan. Cara paling mudah bisa dengan menunjukkan langsung cara kita menghadapi hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari."
Menang atau kalah dalam kompetisi juga perlu mendapatkan apresiasi, Bunda. Apresiasi bisa menjadi bentuk dukungan pada anak karena sukses mengikuti kompetisi.
Menurut Saskhya, apresiasi tak harus dalam bentuk hadiah fisik. Bunda bisa memberikan apresiasi dalam bentuk kalimat positif ke Si Kecil.
"Apresiasi itu bentuknya banyak. Apresiasi bukan hanya diberikan pada saat anak sukses, tapi ketika mereka kita juga belum berhasil. Kita lihat anak sudah berjuang banget dengan belajar setiap hari. Jadi sampaikan apresiasi dengan perilaku atau kegiatan yang bikin anak tambah semangat," ujarnya.
Demikian manfaat kompetisi cerdas cermat anak SD serta cara memberikan anak semangat untuk terus ikut kompetisi. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
8 Peran Penting Orang Tua agar Anak Jadi Orang Sukses
Parenting
40 Pertanyaan tentang Ramadhan untuk Soal Cerdas Cermat Agama Islam dan Jawabannya
Parenting
30 Soal Cerdas Cermat Bahasa Inggris SD Kelas 1-6 dan Kunci Jawabannya
Parenting
50 Contoh Soal Cerdas Cermat Pesantren Kilat Ramadhan dan Kunci Jawabannya
Parenting
30 Soal tentang Puasa Ramadhan untuk Cerdas Cermat SD Beserta Kunci Jawabannya
7 Foto
Parenting
7 Potret Anak Artis Jago Olahraga Sejak Kecil, Salah Satunya Putra Sandra Dewi
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Perhatikan Dulu Hal Ini Saat Ikutkan Anak Lomba Ya
Perlukah Mengikutkan Anak Lomba Demi Tingkatkan Percaya Dirinya?
7 Tanda Anak Terlalu Kompetitif & Cara Mengatasinya, Bunda Perlu Tahu