parenting
10 Skill yang Perlu Diajarkan ke Anak Sebelum Usia Remaja, Bunda Perlu Tahu
HaiBunda
Selasa, 19 May 2026 20:20 WIB
Sebagai orang tua, kita tentu ingin merencanakan masa depan anak dan mendidik mereka menjadi individu yang sukses. Kita juga ingin menyediakan lingkungan rumah, pendidikan, dan sosial yang aman dan stabil bagi anak-anak. Setuju ya, Bunda?
Dalam membersamai anak di masa tumbuh kembangnya, kita perlu mengajarkan mereka keterampilan hidup atau life skill yang nantinya bermanfaat dalam lingkungan profesional. Misalnya, mengajarkan manajemen keuangan, komunikasi yang baik, dan tanggung jawab dasar.
Mengajarkan keterampilan hidup praktis kepada anak, akan mempersiapkan mereka pada masa depan yang mandiri dan independen. Selain mendorong kemandirian, keterampilan hidup praktis juga dapat memberi individu keuntungan dalam menangani tugas dan tantangan praktis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya, memasak makanan sehat dapat menghemat waktu dan uang, sementara merawat pakaian dengan baik dapat memperpanjang umur pakaian tersebut.
Dikutip dari laman Family Means, keterampilan hidup praktis juga dapat berdampak positif pada kesehatan mental dan kesejahteraan. Memberikan pengetahuan kepada anak-anak, akan membuat mereka merasa lebih kompeten dalam tugas sehari-hari.
|
Baca Juga : 7 Nilai Penting untuk Diajarkan ke Anak
|
Mereka juga lebih cenderung memiliki harga diri yang lebih tinggi serta merasa lebih mengendalikan hidup mereka. Rasa kendali itu dapat menyebabkan peningkatan perasaan bahagia dan puas bagi anak.
Skill hidup yang perlu diajarkan ke anak sebelum usia remaja
Ada 10 skill yang perlu diajarkan ke anak sebelum mereka menginjak usia remaja. Apa saja keterampilannya? Dilansir Parents, berikut keterampilan yang perlu diajarkan!
1. Menyiapkan makanan sederhana
Ajak anak kita membantu menyiapkan makanan. Beberapa ide untuk memulai anak-anak kecil di dapur misalnya, melatih memotong pisang dengan pisau plastik atau kayu.
Kita juga bisa tunjukkan kepada anak-anak usia lima tahun ke atas, cara membuat sandwich dan smoothie. Biarkan anak-anak usia tujuh tahun ke atas mencoba menggunakan oven pemanggang roti.
Jika kita secara bertahap menambahkan keterampilan dapur mereka yang sedang berkembang, anak kita seharusnya dapat menggunakan kompor dengan aman di bawah pengawasan pada usia 10 tahun.
2. Membersihkan dan mencuci pakaian
Terlalu banyak remaja yang tidak mengetahui cara membersihkan tempat tinggal atau pakaian mereka. Jangan biarkan anak kita menjadi seperti itu ya, Bunda. Ajari mereka tidak hanya untuk membereskan setelah diri mereka sendiri tetapi juga untuk mencuci piring, menyedot debu, dan membersihkan debu.
Kita dapat memulai pelajaran mencuci pakaian ketika anak-anak berusia sekitar enam tahun. Jika kita memiliki mesin cuci bukaan atas, sediakan bangku kecil di dekatnya. Bimbing mereka melalui prosesnya, cara mengukur, dan menambahkan detergen, memilih pengaturan, dan menghidupkan mesin. Jangan lupa, buatlah kegiatan itu menyenangkan.
3. Merawat kebun
Mulai dari menanam bibit hingga menyapu daun, mengetahui cara melakukan tugas-tugas umum untuk merawat lanskap bermanfaat di segala usia. Berkebun dan merawat halaman dasar, seperti mencabut gulma dan memangkas semak, adalah cara yang bagus untuk mengajak anak-anak ke luar ruangan, untuk menghirup udara segar dan membuat mereka sibuk. Namun, perlu diingat memotong rumput tetap harus dilakukan orang dewasa.
4. Membaca peta penunjuk jalan
Jika kita pernah tersesat mengikuti petunjuk arah GPS, kita tahu mengapa kemampuan membaca peta sangat penting. Biarkan anak kita menyelesaikan perburuan harta karun, ikut geocaching, atau biarkan mereka memimpin jalan melalui kebun binatang atau museum. Aktivitas-aktivitas ini akan membangun keterampilan navigasi anak kita.
5. Membantu seseorang yang tersedak
Ya, anak kita yang masih kecil dapat mempelajari keterampilan penyelamatan jiwa! Menurut American Heart Association, anak-anak berusia 9 tahun pun dapat mempelajari CPR. Jika bingung dari mana kita mempelajarinya, keterampilan itu bisa kita pelajari lewat YouTube.
6. Mengobati luka ringan
Untuk membantu anak kita agar tidak panik ketika melihat darah, lakukan yang terbaik untuk menghindari reaksi berlebihan. Memberikan rencana pertolongan pertama juga akan membantu mengalihkan perhatian mereka dari rasa sakit dan akan berguna ketika kita tidak ada di sekitar untuk membantu mereka.
Untuk mengobati luka kecil, ikuti langkah-langkah sederhana berikut:
- Cuci tangan kita dengan sabun dan air untuk menghindari kontaminasi luka.
- Bersihkan kotoran dan serpihan dari luka dengan sabun dan air hangat.
- Tekan dengan kuat area tersebut dengan kain bersih hingga pendarahan berhenti (biasanya satu atau dua menit).
- Oleskan petroleum jelly atau obat antiseptik dengan kapas untuk menjaga luka tetap lembap.
- Tutupi luka dengan perban perekat atau kain kasa dan plester.
7. Mengelola uang
Mempelajari dasar-dasar keuangan pribadi dan bagaimana menjadi konsumen yang cerdas itu membutuhkan latihan, Bunda. Cobalah pendekatan tiga langkah ini dengan anak-anak kita:
- Perkenalkan konsep penganggaran. Untuk memperkenalkan penganggaran, cobalah menjelaskan keputusan pembelian kita saat berbelanja.
Biarkan anak kita membayar kadang-kadang. - Berikan uang saku kepada anak kita, lalu tetapkan beberapa barang yang harus mereka beli sendiri, seperti mainan baru atau buku. Ini akan memberi anak kita kesempatan untuk mengelola uang mereka sendiri.
- Ajari mereka membandingkan harga. Saat berbelanja di toko atau online, tunjukkan kepada anak kita bahwa toko yang berbeda memiliki produk yang sama dengan harga yang berbeda, dan merek yang berbeda memiliki label harga yang berbeda.
8. Menggunakan internet dengan bijak
Dengan anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar daripada sebelumnya, sangat penting untuk memperkuat beberapa aturan untuk membantu mereka menavigasi dunia digital dengan aman. Misalnya, bantu anak kita memilih kata sandi yang sulit ditebak dan beri tahu mereka untuk tidak pernah membagikannya kepada siapa pun kecuali kita.
Pastikan anak kita hanya mengobrol dengan orang yang dikenalnya di kehidupan nyata, dan tidak memberikan informasi pribadi seperti tanggal lahir, alamat rumah, atau nomor telepon.
Mintalah anak kita untuk meminta izin atau meminta bantuan kita sebelum mengunduh sesuatu atau mengklik pop-up. Terpenting, beri tahu anak-anak kita bahwa mereka dapat datang kepada kita jika ada masalah.
9. Menulis surat
Menulis surat adalah seni yang hampir punah, tetapi tidak harus demikian. Balita dapat menulis catatan kecil kepada anggota keluarga atau teman (tentu saja dengan tambahan gambar), menempelkan perangko, dan memasukkannya ke dalam kotak pos.
Anak-anak yang lebih besar dapat menulis surat mereka sendiri dan menulis alamat pada amplop. Kita juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajari mereka lima bagian surat yaitu tanggal, salam, isi, penutup, dan tanda tangan.
10. Membungkus hadiah
Anak kita senang memberi hadiah dan membungkusnya membuatnya semakin memuaskan. Anak-anak pra-sekolah dapat membantu memotong kertas dan menambahkan selotip.
Anak-anak TK dan yang lebih besar dapat menyelesaikan langkah-langkah tambahan dengan bantuan kita, seperti melepas label harga, menemukan ukuran kotak yang tepat, dan membungkus hadiah dengan kertas kado untuk memastikan ukurannya pas sebelum dipotong.
Demikian pembahasan mengenai 10 hal yang sebaiknya diajarkan pada anak-anak sebelum usia remaja, Bunda. Mulai dari mengajarkan menggunakan internet dengan bijak, hingga keterampilan membereskan hal-hal kecil di rumah. Mulai ajak mereka membersihkan rumah, membungkus kado, hingga mengenali bahaya di sekitar.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Agar si Kecil Jadi Anak Rajin, Ini Bun yang Bisa Kita Lakukan
Parenting
Pernah Nggak, Bun, si Kecil Bilang Cita-citanya Terserah Bunda?
Parenting
Mudah Diterapkan, Cara Membuat Anak Mau Pakai Baju Sendiri
Parenting
Tak Cuma Belajar di Kelas, Anak TK di China Dilatih Memasak hingga Keterampilan Hidup
Parenting
10 Keterampilan Hidup yang Perlu Diajarkan Orang Tua ke Anak Sebelum Usia 10 Tahun Menurut Pakar
Parenting
5 Perkembangan Sosial dan Kemandirian Anak Usia 2-3 Tahun, Perhatikan Bun!
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Parenting ala Jepang agar Anak Mandiri & Tangguh: Filosofi 'Jatuh 7 Kali, Bangkit 8 Kali'
3 Cara agar Anak Enggak Cepat Alami Pubertas Menurut Psikolog
16 Pelajaran Hidup Paling Penting untuk Anak Menurut Psikolog