Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Psikolog Ungkap Kalimat yang Bisa Tenangkan Anak Tantrum dalam Hitungan Detik

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Rabu, 13 May 2026 15:30 WIB

Psikolog Ungkap Kalimat yang Bisa Menenangkan Anak Tantrum dalam Hitungan Detik
Ilustrasi Kalimat yang Bisa Menenangkan Anak Tantrum dalam Hitungan Detik/Foto: Getty Images/iStockphoto/maroke
Daftar Isi
Jakarta -

Kalau Si Kecil lagi tantrum di tempat umum, rasanya Bunda pasti panik dan bingung harus bereaksi seperti apa. Apalagi saat anak menangis, berteriak, hingga sampai sulit ditenangkan dalam waktu yang lama.

Tak sedikit orang tua yang akhirnya ikut terpancing emosi ketika menghadapi situasi seperti ini. Padahal, cara orang tua menanggapi bisa sangat berpengaruh pada kondisi emosional anak saat itu juga, Bunda.

Seperti kita ketahui, tantrum menjadi salah satu fase yang cukup sering terjadi pada anak, terlebih ketika mereka belum bisa mengungkapkan perasaannya dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bicara soal ini, psikolog asal Amerika Serikat sekaligus penulis buku 10 Days to a Less Defiant Child, Jeffrey Bernstein, Ph.D., membagikan cara untuk menghadapi situasi seperti ini.

Bernstein menjelaskan bahwa ada satu kalimat yang bisa menenangkan anak saat sedang mengalami tantrum. Penasaran seperti apa? Mari kita simak selengkapnya berikut ini.

Psikolog ungkap kalimat yang bisa menenangkan anak tantrum

Saat Si Kecil sedang tantrum, respons orang tua tentu menentukan bagaimana suasana akan berjalan setelahnya. Karena itu, Bernstein menyarankan orang tua untuk mengatakan, "Bunda mengerti kamu sedang kesal sekarang. Bunda di sini untukmu".

Meski sudah biasa terdengar, kalimat ini dapat memberi efek menenangkan untuk anak yang sedang kewalahan dengan emosinya. Ketika emosi sedang memuncak, anak biasanya merasa tidak didengarkan oleh orang di sekitarnya.

Kondisi inilah yang membuat mereka menjadi semakin marah hingga sulit mengendalikan diri. Nah lewat kalimat tersebut, orang tua sebenarnya sedang melakukan beberapa hal sekaligus, Bunda.

Anak merasa perasaannya diakui, mendapatkan rasa aman dari Bunda, dan tidak dipaksa langsung tenang saat itu juga. Menurut Bernstein, validasi menjadi hal penting dalam cara yang satu ini.

Saat anak merasa emosinya dilihat dan dihargai, mereka biasanya mulai menurunkan sikap defensifnya. Anak yang awalnya berteriak atau melawan pun bisa merasa lebih aman untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan.

Sebab, di balik kemarahan anak, kerap tersimpan rasa takut, sedih, atau stres yang belum bisa mereka sampaikan dengan baik. Selain itu, kalimat ini juga bisa meredakan ketegangan antara orang tua dan anak.

Tips menenangkan anak yang tantrum

Tentu saja, mengucapkan kalimat tersebut belum cukup, Bunda. Orang tua juga bisa mendukungnya dengan beberapa cara agar anak lebih mudah mengatur emosi dan merasa dekat dengan orang tuanya. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

1. Tetap tenang

Saat anak sedang marah atau menangis, usahakan orang tua tetap berbicara dengan tenang, ya. Nada suara dan bahasa tubuh yang lembut dapat membuat anak merasa lebih aman.

Hindari membalas emosi anak dengan nada tinggi atau wajah yang tegang. Si Kecil biasanya lebih mudah tenang ketika melihat orang tuanya tetap sabar menghadapi situasi tersebut.

2. Sesuaikan dengan situasi anak

Cara menghadapi tantrum bisa berbeda tergantung usia anak. Untuk balita, orang tua bisa berjongkok atau berlutut supaya posisi mata sejajar dengan anak saat berbicara.

Sementara pada anak yang lebih besar atau remaja, tak jarang mereka butuh sedikit ruang untuk menenangkan diri. Dalam hal ini, Bunda bisa tetap dampingi dari dekat tanpa memaksa anak untuk langsung bicara.

3. Beri anak waktu

Selanjutnya, anak mungkin tidak langsung berhenti menangis setelah mendengar kalimat yang menenangkan. Namun, kata-kata yang diucapkan dengan lembut tetap bisa meredakan emosi mereka, Bunda.

Karena itu, orang tua harus sabar saat menghadapi anak yang sedang tantrum. Tak bisa dipungkiri, proses menenangkan emosi anak memang membutuhkan waktu ya, Bunda.

4. Ajak anak bicara setelah tenang

Setelah suasana membaik, orang tua bisa mengajak anak membicarakan apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa demikian? Hal ini agar mereka bisa belajar mengenal perasaannya dengan lebih baik.

Selain itu, anak juga akan merasa didengarkan dan dimengerti oleh orang tuanya. Dari situ, mereka pun perlahan mulai mencari cara yang lebih baik untuk menyampaikan emosinya.

5. Lakukan secara konsisten

Berikutnya, anak membutuhkan respons yang konsisten saat emosinya sedang tidak stabil, Bunda. Semakin sering orang tua menanggapi dengan tenang, anak biasanya akan lebih mudah mengatur perasaannya sendiri.

Kebiasaan ini juga memperkuat hubungan anak dan orang tua. Lambat laun, mereka pun akan lebih nyaman datang kepada orang tuanya saat sedang merasa sedih.

Perlu diketahui bahwa cara yang disarankan psikolog Bernstein ini sejalan dengan penelitian tentang hubungan orang tua dan anak. Anak yang merasa dihargai biasanya lebih mudah belajar mengatur emosi dan menghadapi masalah dengan baik seiring bertambah usia.

Meski begitu, tidak ada kalimat yang bisa langsung menghentikan semua tantrum anak dalam sekejap. Namun, respons yang tenang dari orang tua membuat suasana menjadi lebih nyaman bagi anak.

Itulah penjelasan mengenai kalimat yang disebut psikolog dapat membantu menenangkan anak tantrum dalam hitungan detik.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda