parenting
10 Dongeng Bahasa Inggris Singkat dan Artinya untuk Dibacakan ke Anak
HaiBunda
Sabtu, 30 May 2026 18:20 WIB
Daftar Isi
-
10 Dongeng bahasa Inggris singkat dan artinya untuk dibacakan ke anak
- 1. Mercury & the Woodman
- Arti atau terjemahan cerita Mercury & the Woodman
- 2. The Crow & the Pitcher
- Arti atau terjemahan cerita The Crow & the Pitcher
- 3. The Boys & the Frogs
- Arti atau terjemahan cerita The Boys & the Frogs
- 4. The Fir Tree & the Bramble
- Arti atau terjemahan cerita The Fir Tree & the Bramble
- 5. The Horse & the Groom
- Arti atau terjemahan cerita The Horse & the Groom
- 6. The Mice in Council
- Arti atau terjemahan cerita The Mice in Council
- 7. The Goose that Laid the Golden Eggs
- Arti atau terjemahan cerita The Goose that Laid the Golden Eggs
- 8. The Charcoal-Burner & the Fuller
- Arti atau terjemahan cerita The Charcoal-Burner & the Fuller
- 9. The Ugly Duckling
- Arti atau terjemahan cerita The Ugly Duckling
- 10. Friends in the Forest
- Arti atau terjemahan cerita Friends in the Forest
Dongeng selalu menjadi cara yang menyenangkan untuk menemani waktu anak-anak sebelum tidur. Melalui dongeng bahasa Inggris singkat dan artinya, anak tidak hanya menikmati cerita, tetapi juga belajar memahami bahasa baru dengan cara yang ringan dan menyenangkan.
Tidak hanya itu, banyak pilihan dongeng bahasa Inggris singkat yang mudah dipahami dan cocok untuk anak-anak dari berbagai usia. Biasanya, cerita-cerita ini sederhana, penuh pesan moral, dan mudah diingat, sehingga anak semakin tertarik untuk mendengarkannya setiap hari.
Selain itu, Bunda juga dapat membacakan dongeng bahasa Inggris beserta artinya sebagai salah satu metode belajar Si Kecil. Dengan adanya terjemahan, anak bisa memahami isi cerita dengan lebih baik tanpa merasa kesulitan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini membuat proses belajar bahasa menjadi lebih menyenangkan dan tidak terasa membosankan. Lantas, apa saja dongeng dalam bahasa Inggris dan artinya yang bisa dibacakan Bunda sebagai pengantar tidur Si Kecil?
10 Dongeng bahasa Inggris singkat dan artinya untuk dibacakan ke anak
Berikut dongeng bahasa Inggris singkat dan artinya untuk dibacakan ke anak seperti dikutip berbagai sumber:
1. Mercury & the Woodman
A woodman was felling a tree on the bank of a river, when his axe, glancing off the trunk, flew out of his hands and fell into the water.
As he stood by the water's edge lamenting his loss, Mercury appeared and asked him the reason for his grief. On learning what had happened, out of pity for his distress he dived into the river and, bringing up a golden axe, asked him if that was the one he had lost.
The woodman replied that it was not, and Mercury then dived a second time, and, bringing up a silver axe, asked if that was his. "No, that is not mine either," said the Woodman. Once more Mercury dived into the river, and brought up the missing axe.
The woodman was overjoyed at recovering his property, and thanked his benefactor warmly. Merkurius was so pleased with his honesty that he made him a present of the other two axes.
When the woodman told the story to his companions, one of them was filled with envy of his good fortune and determined to try his luck for himself.
So he went and began to fell a tree at the edge of the river, and presently contrived to let his axe drop into the water.
Mercury appeared as before, and, on learning that his axe had fallen in, he dived and brought up a golden axe, as he had done on the previous occasion.
Without waiting to be asked whether it was his or not the fellow cried, "That's mine, that's mine," and stretched out his hand eagerly for the prize.
But Mercury was so disgusted at his dishonesty that he not only declined to give him the golden axe, but also refused to recover for him the one he had let fall into the stream.
Arti atau terjemahan cerita Mercury & the Woodman
Seorang penebang kayu sedang menebang pohon di tepi sungai, lalu kapaknya terlepas dari tangannya dan jatuh ke dalam air.
Saat dia sedang berdiri di tepi sungai dan meratapi kehilangannya, Merkurius muncul dan bertanya mengapa ia bersedih. Setelah mengetahui apa yang telah terjadi, karena kasihan atas kesedihannya, Merkurius menyelam ke dalam sungai, lalu muncul sambil membawa kapak emas, ia pun bertanya apakah itu kapak yang telah hilang.
Penebang kayu itu menjawab bahwa bukan. Merkurius kemudian menyelam untuk kedua kalinya, dan muncul lagi membawa kapak perak, ia bertanya apakah itu miliknya. "Tidak, itu juga bukan milikku," kata si Penebang Kayu. Sekali lagi Merkurius menyelam ke dalam sungai dan muncul sambil membawa kapak yang hilang.
Si penebang kayu sangat gembira karena telah menemukan kembali hartanya, ia mengucapkan terima kasih kepada Merkurius dengan hangat atas kedermawanannya. Merkurius pun sangat senang dengan kejujuran si penebang kayu sehingga dia memberinya dua kapak lainnya.
Ketika si penebang kayu menceritakan kisah itu kepada teman-temannya, salah satu dari mereka dipenuhi dengan rasa iri atas keberuntungannya dan bertekad untuk mencoba peruntungannya sendiri.
Maka ia pun pergi dan mulai menebang pohon di tepi sungai dan segera mengatur agar kapaknya jatuh ke dalam air.
Merkurius muncul seperti sebelumnya dan setelah mengetahui bahwa kapaknya telah jatuh, ia menyelam dan mengambil kapak emas, seperti yang telah ia dilakukan sebelumnya.
Tanpa menunggu untuk ditanya apakah itu miliknya atau bukan, orang itu berteriak, "Itu milikku, itu milikku" dan mengulurkan tangannya dengan penuh semangat untuk hadiah itu.
Namun, Merkurius sangat muak dengan ketidakjujurannya sehingga ia tidak hanya menolak untuk memberinya kapak emas, tetapi juga menolak untuk mengambil kembali kapak yang telah ia jatuhkan ke sungai.
Pesan moral: Selalu jujur dalam situasi apapun. Dalam kisah Mercury & the Woodman juga menyiratkan pesan bahwa sifat rakus akan merugikan diri sendiri.
2. The Crow & the Pitcher
A thirsty crow found a pitcher with some water in it, but so little was there that, try as she might, she could not reach it with her beak, and it seemed as though she would die of thirst within sight of the remedy.
At last she hit upon a clever plan. She began dropping pebbles into the pitcher, and with each pebble the water rose a little higher until at last it reached the brim, and the knowing bird was enabled to quench her thirst.
Arti atau terjemahan cerita The Crow & the Pitcher
Seekor gagak yang haus menemukan kendi berisi air, tetapi air yang ada di dalamnya sangat sedikit sehingga, meskipun ia sudah berusaha sekuat tenaga, ia tidak dapat meraihnya dengan paruhnya, dan tampaknya ia akan mati karena dahaganya sudah dekat dengan obatnya.
Akhirnya dia menemukan rencana yang cerdas. Dia mulai menjatuhkan kerikil ke dalam kendi, dengan kerikil itu, air naik sedikit lebih tinggi hingga akhirnya mencapai tepi, dan burung itu berhasil memuaskan dahaganya.
Pesan moral: Seseorang tidak menyerah dengan keterbatasan yang ada. Selain itu, dongeng ini juga menunjukkan bahwa keinginan dapat diwujudkan dengan kegigihan.
3. The Boys & the Frogs
Some mischievous boys were playing on the edge of a pond, and, catching sight of some frogs swimming about in the shallow water, they began to amuse themselves by pelting them with stones, and they killed several of them.
At last one of the frogs put his head out of the water and said, "Oh, stop! Stop! I beg of you: what is sport to you is death to us".
Arti atau terjemahan cerita The Boys & the Frogs
Beberapa anak laki-laki nakal sedang bermain di tepi kolam dan melihat beberapa katak berenang di air dangkal, mereka mulai menghibur diri dengan melempari mereka dengan batu, dan mereka membunuh beberapa dari mereka.
Akhirnya salah satu katak menjulurkan kepalanya keluar dari air dan berkata, "Oh, berhenti! Berhenti! Aku mohon padamu: apa yang menjadi hiburan bagimu adalah kematian bagi kami".
Pesan moral: Seseorang lebih berhati-hati dalam melakukan kesenangan atau kelakuan apapun, karena bisa jadi hal tersebut merugikan orang lain.
4. The Fir Tree & the Bramble
A fir tree was boasting to a bramble, and said, somewhat contemptuously, "You poor creature, you are of no use whatever. Now, look at me, I am useful for all sorts of things, particularly when men build houses; they can't do without me then".
But the bramble replied, "Ah, that's all very well: but you wait till they come with axes and saws to cut you down, and then you'll wish you were a bramble and not a fir".
Arti atau terjemahan cerita The Fir Tree & the Bramble
Sebatang pohon cemara membanggakan diri kepada semak berduri dan berkata, dengan nada agak menghina, "Dasar makhluk malang, kau sama sekali tidak berguna. Sekarang, lihatlah aku: Aku berguna untuk segala macam hal, terutama saat orang membangun rumah; mereka tidak dapat hidup tanpa aku saat itu".
Namun semak berduri itu menjawab, "Ah, tidak apa tetapi tunggulah sampai mereka datang dengan kapak dan gergaji untuk menebangmu dan kemudian kau akan berharap kau adalah semak berduri dan bukan pohon cemara".
Pesan moral: Jangan bersikap angkuh kepada sesama. Cerita ini juga mengingatkan kepada kita bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan.
5. The Horse & the Groom
There was once a groom who used to spend long hours clipping and combing the horse of which he had charge, but who daily stole a portion of his allowance of oats, and sold it for his own profit.
The horse gradually got into worse and worse condition and at last cried to the groom, "If you really want me to look sleek and well, you must comb me less and feed me more".
Arti atau terjemahan cerita The Horse & the Groom
Dahulu kala ada seorang pengurus kuda yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencukur dan menyisir kuda yang menjadi tanggung jawabnya, tetapi pengurus kuda mencuri sebagian dari jatah gandum untuk kuda setiap hari, serta menjualnya untuk keuntungannya sendiri.
Kuda itu lama-kelamaan semakin memburuk kondisinya dan akhirnya berteriak kepada pengurus kuda, "Jika kamu benar-benar ingin aku terlihat ramping dan sehat, kamu harus mengurangi frekuensi menyisir dan memperbanyak memberiku makan".
Pesan moral: Mengingatkan kita untuk tidak mengambil hak orang lain karena itu akan merugikan orang tersebut.
6. The Mice in Council
Once upon a time all the mice met together in council, and discussed the best means of securing themselves against the attacks of the cat.
After several suggestions had been debated, a mouse of some standing and experience got up and said, "I think I have hit upon a plan which will ensure our safety in the future, provided you approve and carry it out. It is that we should fasten a bell round the neck of our enemy, the cat, which will by its tinkling warn us of her approach".
This proposal was warmly applauded, and it had been already decided to adopt it, when an old mouse got upon his feet and said, 'I agree with you all that the plan before us is an admirable one: but may I ask who is going to bell the cat?".
Arti atau terjemahan cerita The Mice in Council
Dahulu kala, semua tikus berkumpul bersama dalam suatu musyawarah dan mendiskusikan cara terbaik untuk melindungi diri mereka dari serangan kucing.
Setelah beberapa saran dibahas, seekor tikus yang cukup berpengalaman berdiri dan berkata, "Aku rasa aku telah menemukan sebuah rencana yang akan menjamin keselamatan kita di masa mendatang, asalkan kalian menyetujui dan melaksanakannya. Kita harus mengikatkan lonceng di leher musuh kita, si kucing, yang akan memperingatkan kita dengan dentingnya tentang kedatangannya."
Usulan ini disambut dengan hangat, dan telah diputuskan untuk dilakukan, seekor tikus tua berdiri dan berkata, "Aku setuju dengan kalian semua, rencana yang sebelumnya disampaikan di hadapan kita adalah rencana yang mengagumkan: tetapi bolehkah aku bertanya siapa yang akan membunyikan lonceng pada kucing?".
Pesan moral: Rencana yang baik tidak cukup hanya disetujui, tetapi harus disertai keberanian, tanggung jawab, dan tindakan nyata agar bisa berhasil.
7. The Goose that Laid the Golden Eggs
A man and his wife had the good fortune to possess a goose which laid a golden egg every day.
Lucky though they were, they soon began to think they were not getting rich fast enough, and, imagining the bird must be made of gold inside, they decided to kill it in order to secure the whole store of precious metal at once.
But when they cut it open they found it was just like any other goose. Thus, they neither got rich all at once, as they had hoped, nor enjoyed any longer the daily addition to their wealth.
Arti atau terjemahan cerita The Goose that Laid the Golden Eggs
Seorang pria dan istrinya beruntung memiliki seekor angsa yang bertelur emas setiap hari.
Meskipun mereka beruntung, mereka mulai berpikir bahwa mereka tidak akan menjadi kaya dengan cukup cepat. Mereka juga membayangkan burung itu pasti terbuat dari emas di dalamnya, mereka pun memutuskan untuk membunuh angsa tersebut untuk mengamankan seluruh simpanan logam mulia sekaligus.
Namun, ketika membelah angsa, mereka mendapati bahwa angsa itu sama saja seperti angsa lainnya. Jadi, mereka tidak menjadi kaya seperti yang mereka harapkan, serta tidak lagi menikmati tambahan kekayaan mereka setiap hari.
Pesan moral: Selalu bersyukur atas harta yang dimiliki dan sifat rakus dapat menghilangkan semua karunia yang telah didapat.
8. The Charcoal-Burner & the Fuller
There was once a charcoal-burner who lived and worked by himself. A fuller, however, happened to come and settle in the same neighbourhood; and the charcoal-burner, having made his acquaintance and finding he was an agreeable sort of fellow.
A charcoal-burner asked him if he would come and share his house: 'We shall get to know one another better that way,' he said, 'and besides, our household expenses will be diminished.
The fuller thanked him, but replied, 'I couldn't think of it, sir: why, everything I take such pains to whiten would be blackened in no time by your charcoal.
Arti atau terjemahan cerita The Charcoal-Burner & the Fuller
Suatu ketika ada seorang pembakar arang yang hidup dan bekerja seorang diri. Kebetulan seorang tukang kayu datang dan menetap di lingkungan yang sama. Si tukang kayu, setelah berkenalan dan mendapati bahwa tukang kayu adalah orang yang menyenangkan.
Pembakar arang bertanya kepada tukang kayu apakah ia mau tinggal di rumahnya, "Kita akan lebih mengenal satu sama lain dengan cara itu," katanya. "Selain itu, pengeluaran rumah tangga kita akan berkurang."
Tukang kayu berterima kasih kepadanya, tetapi menjawab, "Saya tidak habis pikir, Pak. Karena saya bersusah payah memutihkan segala hal. Namun, akan menghitam dalam waktu singkat oleh arang Anda".
Pesan moral: Kita harus bijak dalam memilih lingkungan dan tetap menjaga prinsip diri, karena lingkungan yang kurang tepat bisa membawa pengaruh yang tidak baik.
9. The Ugly Duckling
This is one of the classic bedtime stories for kids. The story starts on a farm, where a duck sits on a clutch of eggs to make them hatch. The eggs hatch one by one, and soon, there are six yellow-feathered ducklings chirping excitedly. The last egg takes longer to hatch, and from it emerges a strange-looking duckling with grey feathers.
Everybody finds the grey duckling ugly, including its mother. The dejected duckling runs away and lives alone in a swamp until winter comes. Seeing the duckling starving in winter, a farmer takes pity on the ugly duckling and gives it food and shelter at home. However, the duckling is afraid of the farmer’s noisy children and flees to a cave by a frozen lake.
When spring comes, a flock of beautiful swans descend on the lake, and the duckling, which is now fully grown, but lonely, approaches the swans, expecting to be rejected. To his surprise, the swans welcome him. He looks at his reflection in the water and realizes that he is not an ugly duckling anymore but a beautiful swan. The swan joins this flock and flies off with his new family.
Arti atau terjemahan cerita The Ugly Duckling
Cerita dimulai dari sebuah peternakan di mana seekor bebek duduk di atas cengkeraman telur untuk membuatnya menetas. Telur-telur itu menetas satu per satu dan tak lama kemudian 6 anak itik berbulu kuning berkicau dengan penuh semangat.
Telur terakhir membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menetas dan muncullah seekor anak itik yang tampak aneh dengan bulu berwarna abu-abu. Semua orang menganggap itik abu-abu itu jelek, termasuk induknya.
Anak itik yang sedih tersebut lalu melarikan diri dan hidup sendirian di rawa hingga musim dingin tiba. Melihat seekor anak itik kelaparan, seorang petani mengasihani itik buruk rupa tersebut dan memberikan makanan serta tempat berlindung di rumah.
Namun, anak itik abu-abu itu takut kepada anak-anak petani yang ribut sehingga ia melarikan diri ke sebuah gua di tepi danau yang membeku. Saat musim semi tiba, sekawanan angsa cantik turun ke danau dan anak itik itu kini sudah beranjak dewasa, namun ia merasa kesepian, saat hendak mendekati angsa ia sudah bersiap akan ditolak. Namun mengejutkan, angsa menyambutnya.
Ia melihat bayangannya di air dan menyadari bahwa ia bukan lagi itik buruk rupa melainkan seekor angsa yang cantik. Angsa itu kemudian bergabung dengan kawanannya dan terbang bersama keluarga barunya.
Pesan moral: Kita tidak boleh mudah menyerah atau rendah diri hanya karena penilaian orang lain. Percayalah pada diri sendiri, karena setiap orang memiliki keunikan dan akan menemukan tempat di mana ia dihargai.
10. Friends in the Forest
A tear slipped from Rosie the red fox cub’s eye. She tried to ignore it, as she walked lightly on her toes toward the family den. Mama fox heard Rosie and moved toward the entrance.
“Why so sad, Rosie?” her mother asked. “You’re usually happy when you return from chasing grasshoppers in the field with your fox friend, Scarlet.”
“Oh, Mama,” Rosie wailed. “She just told me the news! Scarlet and her family are moving to a different part of the forest to live by her grandma and grandpa. I may never see her again!” More tears filled Rosie’s eyes.
“I understand why you’re upset. But you’ll find a new friend before you know it,” her mother assured. “Now, come share some berries for dinner.”
***
The next day, Rosie decided to find a new friend. “Don’t go near the water, beyond the edge of the marsh,” warned her mother.
Catching sight of a grasshopper, Rosie moved quickly across the open field. While chasing and swatting at the insect, she came chin to chin with Russet, another red fox.
“Will you be my new best friend?” asked Rosie, swinging her bushy tail.
“I would, but I already have a best friend,” Russet answered, walking away.
Disappointed, Rosie moved toward the trees. Approaching a hollowed-out log, she saw Looney Raccoon, fast asleep. She gave him a nudge with a black-tipped paw. “Looney, will you be my new best friend?”
The raccoon yawned. “Go away; I’m trying to sleep. And no, I will not. I already have a best friend.”
So Rosie moved further into the trees, soon catching sight of Roberta Rabbit hopping along the trail. “Wait up,” called Rosie, but the rabbit continued to scamper. “Will you be my new best friend?” The rabbit stopped and twitched her nose.
“I already have a best friend,” Roberta said, turning to hop away.
Not ready to give up, Rosie the red fox moved toward the edge of the marsh. All of a sudden, she stopped and pricked up her ears at the sounds of moving leaves from above. Lifting her nose, Rosie saw Squiggy the black squirrel.
“Hellooo!” she called into the branches. “Will you be my new best friend?”
“Thanks for asking, but I already have a best friend,” he chattered.
Another animal hidden in the bushes listened and watched Rosie as she hung her head and walked to the edge of the marsh.
Blinded by tears, Rosie forgot to be careful about where she was stepping. Without warning, one of her black feet slipped into the water. Splash! Rosie suddenly wished she had paid more attention when Mama tried teaching her to swim. With four legs flailing this way and that, Rosie struggled to reach solid ground. Unexpectedly, she felt something grab the scruff of her neck, pulling her from the murky water.
“Who’s that?” cried Rosie, shaking water from her red fur. When her eyes finally cleared, she was surprised to see a gray fox cub.
“Are you okay?” the gray fox asked Rosie".
“Yes, and thanks for the help. I really need to practice my swimming".
“I can assist with that. My name’s Pearl, and maybe I could be your new best friend".
Rosie stared in surprise. “Gray foxes don’t usually like red foxes,” she said.
“My parents taught me to give everyone a chance,” Pearl answered. “So what if my coloring is different than yours and I’ll stay a bit smaller than you when I’m all grown up. What difference does any of that make?”.
“You’re right!” answered Rosie. “I never really thought of it that way. I’d love for us to be best friends. Now, let’s go chase some grasshoppers!”.
Arti atau terjemahan cerita Friends in the Forest
Setetes air mata menetes dari mata anak rubah merah, Rosie. Ia mencoba mengabaikannya saat berjalan menuju ruang keluarga. Mama rubah mendengar Rosie dan bergerak menuju pintu masuk.
“Mengapa begitu sedih, Rosie?” tanya ibunya. “Kamu biasanya senang ketika kembali dari mengejar belalang di lapangan dengan temanmu Scarlet".
“Oh, Mama,” ratap Rosie. “Dia baru saja memberitahuku. Scarlet dan keluarganya pindah ke bagian hutan yang berbeda untuk tinggal bersama kakek dan neneknya. Aku mungkin tidak akan pernah melihatnya lagi!” kini lebih banyak air mata yang keluar dari mata Rosie.
“Aku mengerti kenapa kamu kesal. Tapi kamu akan menemukan teman baru sebelum kamu menyadarinya.” Ibunya mencoba meyakinkannya. “Sekarang, ayo bagi berry untuk makan malam".
Keesokan harinya, Rosie memutuskan untuk mencari teman baru. “Jangan mendekati air, tetaplah di luar tepi rawa.” Kata ibunya memperingatkan.
Saat melihat seekor belalang, Rosie bergerak cepat melintasi lapangan terbuka. Sambil mengejar dan memukul serangga itu, ia bertemu dengan Russet, rubah merah lainnya.
“Maukah kamu menjadi sahabat baruku?” tanya Rosie sambil mengayunkan ekor lebatnya.
“Aku mau, tapi aku sudah punya sahabat," jawab Russet sambil berlalu pergi.
Merasa kecewa, Rosie bergerak ke arah pepohonan. Ketika mendekati batang kayu berlubang, ia melihat Looney Raccoon yang tertidur lelap. Ia memberi sedikit dorongan dengan kakinya yang berwarna hitam di bagian ujung. “Looney, maukah kamu menjadi sahabat baruku?”.
Rakun itu menguap. “Pergilah, aku mencoba untuk tidur. Dan jawabannya, saya tidak mau. Aku sudah punya sahabat".
Jadi Rosie bergerak lebih jauh ke pepohonan, ia melihat Roberta Rabbit melompat di sepanjang jalan setapak. “Tunggu,” panggil Rosie, namun kelinci itu terus berlari. “Maukah kamu menjadi sahabat baruku?”.
Lantas kelinci itu berhenti dan menggerakkan hidungnya. “Aku sudah punya sahabat,” kata Roberta, berbalik untuk melompat pergi.
Tak mau menyerah, Rosie semakin bergerak menuju rawa-rawa. Tiba-tiba ia berhenti dan menajamkan indera telinganya karena mendengar suara dedaunan yang bergerak dari atas. Sambil mengangkat hidungnya, Rosie melihat Squiggy si tupai hitam.
“Halo!” serunya ke dahan. “Maukah kamu menjadi sahabat baruku?”.
“Terima kasih sudah bertanya, tapi aku sudah punya sahabat," celotehnya.
Hewan lain yang bersembunyi di semak-semak mendengarkan dan memperhatikan Rosie ketika ia menundukkan kepalanya dan berjalan ke tepi rawa.
Air matanya memenuhi matanya sehingga Rosie lupa untuk berhati-hati untuk melangkah. Ia lantas terjerembab dan salah satu kakinya masuk ke dalam air. Byur! Dalam kondisi ini, Rosie berharap agar ia lebih memperhatikan ibunya ketika mencoba mengajarinya berenang.
Dengan keempat kaki mengayun ke sana kemari, Rosie berjuang keras untuk mencapai tanah. Tanpa diduga, ia merasakan sesuatu mencengkeram tengkuknya, menariknya dari air keruh.
“Siapa itu?” teriak Rosie, mengibaskan air dari bulu merahnya. Ketika matanya terbuka, ia terkejut melihat seekor anak rubah abu-abu.
“Apakah kamu baik-baik saja?” tanya rubah abu-abu pada Rosie.
“Ya dan terima kasih atas bantuannya. Aku benar-benar perlu berlatih berenang.”
“Aku bisa membantumu dengan itu. Namaku Pearl dan mungkin aku bisa menjadi sahabat barumu”
Rosie menatap heran. “Rubah abu-abu biasanya tidak menyukai rubah merah.” Katanya.
“Orang tuaku mengajarkanku untuk memberi setiap orang kesempatan.” Jawab Pearl. “Jadi bagaimana jika warnaku berbeda darimu dan aku akan tetap sedikit lebih kecil darimu ketika aku sudah dewasa. Apa bedanya semua itu?”
“Kamu benar!” jawab Rosie. “Aku tidak benar-benar berpikir seperti itu. Aku ingin kita menjadi teman yang baik. Sekarang, ayo kita kejar beberapa belalang!”.
Pesan moral: Kita harus tetap berusaha, terbuka terhadap perbedaan, dan mau menerima orang lain dengan tulus, karena persahabatan sejati bisa datang dari siapa saja.
Itulah dongeng bahasa Inggris singkat dan artinya yang dapat dibacakan ke anak. Semoga bermanfaat untuk pengantar tidur Si Kecil, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)ARTIKEL TERKAIT
Parenting
14 Cerita Dongeng Singkat dalam Bahasa Inggris dan Terjemahannya
Parenting
Cerita Dongeng Fabel Anak Semut dan Belalang, Bagus Kaya Pesan Moral
Parenting
3 Cerita Dongeng Indonesia dengan Pesan Moral Terbaik untuk Si Kecil
Parenting
5 Jenis Dongeng Anak Indonesia Terfavorit, Yuk Kenali Apa Saja
Parenting
Bunda Ngantuk Berat tapi Anak Minta Dibacakan Dongeng, Harus Bagaimana?
9 Foto
Parenting
9 Potret Keseruan Anak-anak Lombok saat Mendengarkan Dongeng
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
15 Cerita Bahasa Inggris Pendek dan Artinya yang Menarik untuk Anak
Cerita Dongeng Anak Gembala dan Serigala Singkat hingga Versi Bahasa Inggris dan Artinya
10 Contoh Cerita Pendek Bahasa Inggris dan Artinya untuk Latihan Story Telling Anak