Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Cerita Anak Salah Didiagnosis Mata Minus 11, Ternyata Berbeda Jauh saat Periksa di Singapura

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Selasa, 28 Apr 2026 17:00 WIB

Cerita Bunda yang Anaknya Salah Diagnosis Mata Minus 11, Ternyata saat di Singapura Hasilnya Jauh Berbeda
Ilustrasi Cerita Bunda yang Anaknya Salah Diagnosis Mata Minus 11, Ternyata saat di Singapura Hasilnya Jauh Berbeda/Foto: Getty Images/Pressmaster
Jakarta -

Seorang Bunda bernama Nicke Paramita Alwi membagikan pengalaman terkait kondisi kesehatan mata sang anak. Cerita ini pun langsung menarik perhatian publik lantaran hasil diagnosis yang diterima cukup mengejutkan.

Anak perempuannya yang bernama Kayla sempat didiagnosis mengalami mata minus dengan angka yang cukup tinggi, yakni minus 11. Kondisi ini tentu membuat sang Bunda merasa khawatir dan ingin memastikan kembali kondisinya dengan mencari second opinion.

Setelah mempertimbangkan berbagai hal, ia pun memutuskan untuk mencari solusi lain. Sebagai Bunda, Nicke kemudian memilih untuk memeriksakan kembali kondisi mata Kayla di Singapura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bunda ini ceritakan perjalanan pemeriksaan mata sang anak dengan hasil berbeda

Sebelumnya, HaiBunda telah diizinkan langsung oleh pemilik akun Instagram @nickeparamita untuk membagikan cerita ini kepada Bunda. Dalam unggahannya di Instagram, Nicke mengaku momen ini cukup menguras emosi baginya.

Ia mengungkapkan bahwa sang anak harus menggunakan kacamata dengan kondisi tersebut selama beberapa waktu, Bunda.

"Setelah drama nangis karena anakku dibilang minus 11 sama dokter mata anak di Indonesia, akhirnya setelah enam bulan Kayla pakai kacamata," ungkapnya.

Namun setelah itu, ia dan suami memutuskan untuk mencari pendapat dari dokter lain. Keduanya pun sepakat membawa Kayla untuk melakukan pemeriksaan ulang di Singapura.

"Aku dan suami sepakat bawa Kayla cek matanya ke Singapura karena info salah satu teman online, dan hasil akhirnya anakku ternyata cuma minus satu di mata kanan dan plus satu di mata kiri," ujarnya.

Hasil pemeriksaan tersebut ternyata berbeda cukup jauh dari diagnosis sebelumnya. Hal ini yang membuat Bunda Nicke merasa sangat lega sekaligus bersyukur.

"Waktu dengar ini rasanya bahagia banget, jadi sekarang anakku udah bebas dari kacamata tebalnya itu dan proses pengecekan matanya aku harus bongkar hasil cek mata Kayla dari Singapura," katanya.

Meski sempat mendapat hasil yang berbeda, Bunda Nicke tetap percaya bahwa banyak dokter di Indonesia yang bagus dan berkualitas. Ia menganggap pengalaman ini hanya sebagai perjalanannya mencari yang terbaik untuk anaknya.

Proses pemeriksaan mata di Singapura

Selama di Singapura, Kayla menjalani pemeriksaan mata yang dilakukan dalam beberapa tahap, Bunda. Proses ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih detail dan akurat.

"Selama di sana, Kayla dicek matanya dalam tiga tahapan. Jadi, setiap kali udah ditetes matanya, Kayla akan dicek pertama dengan alat otomatis ke-2 dilihat manual dan terakhir di retinoscopy," ungkapnya.

Pada tahap awal pemeriksaan, hasil yang didapatkan masih menunjukkan kondisi mata Kayla cukup berbeda di masing-masing sisi. Karena itu, pemeriksaan pun dilanjutkan ke tahap berikutnya.

"Tapi aku enggak ada footage-nya. Di tahap pertama dan kedua hasil dari matanya Kayla itu kanan minus 3 dan kiri minus setengah," katanya.

Setelah itu, Kayla pun menjalani pemeriksaan lanjutan dengan metode yang lebih detail. Pada tahap ini, matanya ditetes dengan obat khusus untuk membantu melihat kondisi sebenarnya.

"Di tahap terakhir, Kayla masuk tahap pengecekan namanya retinoscopy. Di sini, Kayla ditetes matanya dengan 'cycloplegic' untuk melumpuhkan fokus matanya sementara dan ini metode paling akurat untuk tahu kondisi minus plus silinder mata pada anak," jelasnya.

"Barulah di tahap ini hasil final dari tes matanya keluar, di mana matanya minus 1 kanan dan plus satu kiri," pungkasnya.

Itulah cerita seorang Bunda yang anaknya sempat salah diagnosis mata minus 11, namun ternyata hasil pemeriksaan di Singapura menunjukkan kondisi yang jauh berbeda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda