parenting
Dokter Ungkap ISPA pada Anak Tak Selalu Butuh Antibiotik, Ini Pengobatan yang Tepat
HaiBunda
Jumat, 17 Apr 2026 16:50 WIB
Daftar Isi
Perubahan cuaca yang tidak menentu lagi-lagi menjadi perhatian di Jakarta, Bunda. Kondisi panas lalu tiba-tiba hujan bisa bikin daya tahan tubuh jadi lebih rentan.
Situasi ini turut memengaruhi meningkatnya kasus penyakit pernapasan di masyarakat, terutama kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa ada sekitar 2,5 juta kasus ISPA sepanjang Januari hingga November 2025. Angka ini dipicu oleh banyak faktor, salah satunya perubahan cuaca yang ekstrem.
Nah yang paling sering terdampak justru anak-anak, karena daya tahan tubuh mereka masih berkembang. Di kondisi ini, banyak orang tua yang masih sering memberikan antibiotik secara sembarangan.
Padahal, penting untuk mengetahui jenis ISPA yang dialami anak supaya pengobatannya bisa tepat. Bicara soal ini, Senior Medical Affairs Manager Combiphar, dr. Clavelina Astriani, menjelaskan bahwa ISPA tidak selalu membutuhkan antibiotik.
Dokter ungkap ISPA pada anak tidak selalu memerlukan antibiotik
ISPA pada anak memang cukup sering terjadi, Bunda. Kondisi ini bisa muncul karena berbagai penyebab yang berbeda. Namun yang paling sering, ISPA banyak disebabkan oleh virus.
"Jadi, ISPA itu bisa disebabkan oleh virus. Bisa juga karena penyebab lain, tapi yang paling sering memang karena virus," ujar dr. Astriani dalam acara bersama Combiphar dengan tema 'Sehatkan Kini, Menangkan Esok', Rabu (15/04/2026).
Ia menjelaskan bahwa ISPA pada anak tidak selalu disebabkan oleh bakteri. Oleh karena itu, tidak semua kasus perlu langsung diberikan antibiotik.
Selain itu, dr. Astriani menyampaikan bahwa salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Kondisi ini bisa jadi berbahaya, terlebih jika tubuh sudah tidak merespons obat dengan baik.
"Sebenarnya kalau dilihat, salah satunya itu terkait resistensi antibiotik. Ini bisa cukup mengkhawatirkan, apalagi kalau tubuh sudah tidak lagi merespons antibiotik," jelasnya.
Karena itu, orang tua perlu lebih bijak lagi dalam memberikan obat pada anak. Perlu diingat bahwa antibiotik tidak boleh diberikan sembarangan tanpa arahan dari dokter.
"Sekarang kesadaran orang tua perlu terus ditingkatkan, terutama dari sisi kesehatan, bahwa jangan sedikit-sedikit anak diberikan antibiotik," ungkapnya.
"Atau enggak boleh beli antibiotik secara bebas. Kadang orang tua membeli antibiotik untuk anaknya lalu langsung diberikan, padahal itu bisa menyebabkan resistensi, dan itu cukup berbahaya," lanjutnya.
Lebih lanjut, dr. Astriani mengatakan bahwa antibiotik hanya boleh diberikan jika memang ada tanda infeksi bakteri. Jika tidak, maka obat ini tidak diperlukan dalam penanganan ISPA.
"Nah, antibiotik itu hanya digunakan kalau ada bakteri. Kalau tidak ada bakteri, atau belum tahu penyebabnya apa, berarti jangan pakai antibiotik. Harus sesuai dengan indikasi," jelasnya.
Biasanya, dokter akan memeriksa kondisi anak terlebih dahulu sebelum memberikan obat. Salah satunya dengan melihat gejala seperti warna dahak yang keluar, Bunda.
"Biasanya kalau misalkan batuk berdahak, terus pergi ke dokter, dokternya bertanya, 'Dahak kamu warnanya apa?' Oh, warnanya sudah agak hijau-hijau, nih. Nah, itu mungkin sudah ada bakteri, ya. Makanya dokter biasanya akan memberikan antibiotik," tutur dr. Astriani.
Pengobatan ISPA pada anak
Ilustrasi ISPA pada Anak/Foto: iStock |
Menurut dr. Astriani, ada beberapa cara pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi ISPA pada anak. Berikut ini selengkapnya:
1. Istirahat yang cukup
Saat anak mengalami ISPA, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memberikan waktu istirahat yang cukup. Bunda perlu memastikan Si Kecil tidak terlalu banyak beraktivitas supaya tubuhnya bisa pulih dengan baik.
"Anaknya disuruh tidur yang cukup. Mainnya jangan terlalu banyak ya, karena tubuh sedang butuh istirahat untuk bisa sehat lagi," ujar dr. Astriani.
2. Minum air putih yang banyak
Selain istirahat, asupan cairan juga menjadi hal penting saat anak mengalami ISPA, Bunda. Memberikan minum air putih yang cukup juga membantu mencegah dehidrasi.
"Terus yang kedua adalah minum air putih yang banyak. Jangan sampai dehidrasi ya, karena kalau kurang minum, dahaknya bisa jadi lebih kental. Jadi tidak boleh," ujar dr. Astriani.
3. Pastikan asupan nutrisi harian tercukupi
Selanjutnya, asupan nutrisi yang cukup sangat penting saat anak mengalami penyakit ISPA. Namun biasanya, anak jadi kurang nafsu makan saat sakit, sehingga perlu perhatian lebih dari orang tua.
Dalam hal ini, Bunda bisa perlahan membujuk anak supaya tetap mau makan meski hanya sedikit.
"Pastikan asupan nutrisi anak tetap tercukupi, jangan sampai terlewat ya. Karena biasanya saat sakit, anak jadi tidak mau makan. Jadi perlu diperhatikan dan pelan-pelan dibujuk, karena kalau semakin tidak makan, biasanya juga semakin lama sembuhnya," ujar dr. Astriani.
4. Cuci tangan dengan sabun dan air
Kebiasaan menjaga kebersihan juga tidak boleh terlewatkan ya, Bunda. Salah satunya dengan membiasakan cuci tangan yang benar agar kuman tidak mudah menyebar.
"Kemudian cuci tangan pakai sabun dan air selama 20 detik, terutama setelah batuk," katanya.
5. Gunakan masker untuk mencegah penularan
Salah satu langkah penting saat anak mengalami ISPA adalah menjaga agar penularan tidak terjadi ke orang lain. Penggunaan masker jadi salah satu cara yang bisa membantu.
"Gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit. Jadi, lebih aman buat diri sendiri dan orang lain. Kalau sudah dipakai beberapa jam, masker sebaiknya dibuang dan jangan dipakai terlalu lama," ungkap dr. Astriani.
"Kalau batuk atau bersin, ajarkan anak tutup mulut dan hidung pakai tisu atau siku bagian dalam. Intinya, jaga kebersihan dan pakai masker dengan benar supaya tidak gampang menularkan kuman," pungkasnya
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Jangan Anggap Sepele! Ini 6 Tanda Bahaya ISPA pada Anak Menurut Dokter
Parenting
Tengah Mewabah, Kenali Virus Penyebab ISPA pada Anak dan Upaya Pengobatan yang Tepat
Parenting
Bronkopneumonia Banyak Menyerang Anak, Ketahui Gejala, Penyebab & Cara Menanganinya
Parenting
Cara Tepat Pemberian Antibiotik pada Anak: Awas Jangan Sembarang, Bun!
Parenting
Polusi Udara Sebabkan Anak Rentan Terkena ISPA? Ini Faktanya Menurut Dokter
Parenting
Bunda, Kenali 3 Gejala dan Faktor Penyebab ISPA pada Anak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi ISPA pada Anak/Foto: iStock
Cara Pencegahan ISPA pada Anak & Vaksin yang Tepat Menurut Dokter
Jangan Anggap Sepele! Ini 6 Tanda Bahaya ISPA pada Anak Menurut Dokter
Tampak Segar Bugar, Meisya Siregar Ceritakan Putranya Ternyata Mengidap Autoimun ITP