Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

7 Tanda Orang Tua Berhasil Membesarkan Anak Percaya Diri & Berani Bicara

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 13 Apr 2026 18:30 WIB

Ternyata Anak Bungsu Lebih Humoris Dibanding Sang Kakak
Ilustrasi Tanda Orang Tua Berhasil Membesarkan Anak Percaya Diri & Berani Bicara/Foto: Getty Images/wombatzaa
Daftar Isi
Jakarta -

Setiap orang tua tentu menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berani, dan mampu menyampaikan pendapatnya dengan baik, setuju tidak, Bunda?

Anak yang berani bicara bukan berarti mereka itu 'cerewet', tetapi menunjukkan bahwa mereka mampu mengekspresikan diri dengan percaya diri. Namun di sisi lain, hal ini juga bisa menjadi tantangan tersendiri dalam keseharian, baik di rumah maupun di sekolah.

Psikolog anak di Amerika Serikat, Dr. Amy Kincaid Todey, Ph.D., menjelaskan bahwa tantangan yang mungkin muncul bisa berupa lebih seringnya adu pendapat di rumah, serta adanya kesulitan dalam pergaulan jika empati tidak diajarkan dengan baik.

"Tantangan yang mungkin muncul dalam jangka pendek bisa berupa lebih sering terjadi adu pendapat di rumah, emosi yang lebih mudah naik, serta masalah dalam pergaulan jika empati dan kontrol diri tidak diajarkan dengan jelas," ujar Todey, dikutip dari laman Yahoo Life.

Meski begitu, anak yang berani bersuara sebenarnya memiliki kelebihan tersendiri karena mampu membela dirinya sendiri. Mereka cenderung tidak mudah diam ketika merasa ada sesuatu yang tidak sesuai, Bunda.

Bicara soal ini, ada beberapa tanda yang kerap terlihat pada orang tua yang berhasil membesarkan anak percaya diri dan berani bicara. Simak ulasan selengkapnya berikut ini ya.

Tanda orang tua berhasil membesarkan anak percaya diri dan berani bicara

Dikutip dari berbagai sumber, terdapat beberapa tanda orang tua berhasil membesarkan anak yang percaya diri dan berani berbicara:

1. Orang tua mampu mengelola emosi dengan baik

Orang tua yang berhasil membesarkan anak percaya diri biasanya lebih mampu menjaga ketenangan saat menghadapi situasi yang sulit, Bunda. Mereka memahami bahwa cara merespons anak akan sangat memengaruhi suasana di rumah.

Dalam kondisi anak sedang marah atau sulit diatur, mereka berusaha tidak ikut terpancing emosi. Psikolog Todey mengatakan bahwa ketika emosi orang tua semakin tinggi, situasi pun bisa ikut memanas.

"Mereka paham bahwa kalau emosi semakin tinggi, situasinya juga akan ikut memanas. Sebaliknya, sikap yang tenang bisa membuat anak merasa aman," katanya.

Sikap tenang dari orang tua ini perlahan membantu anak belajar mengatur emosinya sendiri. Dari sini, anak juga tumbuh dengan rasa percaya diri, Bunda.

2. Menyeimbangkan kasih sayang dan aturan yang jelas

Orang tua yang berhasil membesarkan anak percaya diri biasanya mampu memadukan kasih sayang dengan aturan yang jelas, Bunda. Mereka tetap lembut, tapi juga punya batasan yang konsisten dalam mendidik anak.

Dalam keseharian, mereka tidak hanya menunjukkan cinta, tetapi juga memberi arahan yang mampu dimengerti oleh anak. Meski begitu, mereka tetap bersikap tegas tanpa kehilangan sisi hangat dalam berinteraksi.

3. Mengajarkan anak untuk berani mengakui kesalahan

Dilansir dari Your Tango, orang tua yang berhasil membesarkan anak percaya diri biasanya juga mengajarkan pentingnya mengakui kesalahan. Mereka memberi contoh langsung bahwa setiap orang bisa melakukan kesalahan dalam hidup.

Lewat cara ini, anak belajar bahwa salah bukan sesuatu yang harus ditutupi. Justru dari kesalahan itulah, mereka bisa memahami perasaan orang lain dan belajar menjadi lebih baik.

Dalam hal ini, orang tua juga biasanya terbuka menceritakan pengalaman mereka saat berbuat salah. Mereka menjelaskan bagaimana perasaan mereka saat itu dan apa yang dipelajari setelahnya.

Selain itu, mereka juga mengajak anak untuk memahami perasaan orang lain saat terjadi konflik. Dengan begitu, anak pun mulai bisa belajar untuk meminta maaf dan memperbaiki sikap di kemudian hari.

4. Mengajarkan anak untuk melihat dari sudut pandang orang lain

Selanjutnya, orang tua yang sukses membesarkan anak percaya diri dan berani bicara biasanya juga mengajarkan anak untuk tidak hanya melihat dari satu sisi saja.

Mereka membiasakan anak untuk memahami bahwa setiap orang punya perasaan dan pandangan yang berbeda. Dalam keseharian, orang tua ini sering mengajak anak berdiskusi tentang suatu situasi.

Bukan tanpa alasan, hal ini supaya agar anak bisa belajar berpikir lebih luas sebelum menilai sesuatu. Maka dari itu, anak tidak hanya fokus pada dirinya sendiri saat menyampaikan pendapat.

Seperti yang sering disampaikan oleh banyak orang tua, anak tetap boleh berpendapat, tetapi juga perlu belajar melihat reaksi dan perasaan orang lain di sekitarnya.

5. Memberikan kesempatan anak belajar dari konsekuensi

Orang tua yang berhasil membesarkan anak percaya diri biasanya berani membiarkan anak merasakan konsekuensi dari tindakannya. Mereka tidak selalu langsung turun tangan untuk menghindarkan anak dari setiap kesalahan.

Meski terkadang berat, mereka mengerti bahwa pengalaman adalah tahap penting dari proses belajar anak. Dari situ, anak jadi lebih mengerti dampak dari setiap pilihan yang mereka buat.

Dengan cara ini, anak belajar lebih mandiri dan mampu bertanggung jawab atas tindakannya. Perlahan, hal ini juga membentuk rasa percaya diri dalam diri anak, Bunda.

6. Memberi ruang anak untuk menemukan jalannya sendiri

Orang tua yang sukses membesarkan anak percaya diri dan berani bicara biasanya percaya bahwa setiap anak punya cara dan jalannya sendiri. Mereka tidak terlalu memaksakan kehendak, tapi tetap memberi arahan yang baik.

Selain itu, mereka juga membiarkan anak belajar dari kesalahan sejak dini, selama masih dalam batas yang aman. Dari situ, anak pun akan belajar tanggung jawab dan dampak dari setiap tindakannya.

7. Memberikan apresiasi pada perilaku anak secara spesifik

Dikutip dari CNBC Make It, orang tua yang berhasil membesarkan anak percaya diri biasanya lebih fokus pada perilaku anak, Bunda. Mereka tidak hanya memberi pujian saja, tetapi juga fokus pada tindakan yang dilakukan anak.

Seiring berjalannya waktu, anak jadi lebih mengerti perilaku mana yang baik dan perlu diulangi. Mereka juga tidak merasa diberi label 'baik' atau 'buruk' sebagai pribadi.

Misalnya, orang tua akan mengatakan bahwa suatu tindakan tidak tepat, bukan menyebut anaknya buruk. Dari situ, anak pun belajar bahwa yang perlu diperbaiki adalah perilakunya, bukan dirinya sebagai pribadi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda