parenting
Studi Sebut Bayi Usia 9 Bulan Kini Rata-rata Menatap Layar 41 Menit Sehari
HaiBunda
Jumat, 10 Apr 2026 15:24 WIB
Di era digital seperti sekarang, kehadiran layar memang sulit untuk dipisahkan dari keseharian. Namun di balik itu, Bunda perlu melihat bagaimana kebiasaan ini juga mulai menyentuh kehidupan bayi sejak usia dini.
Dikutip dari laman The Guardian, sebuah studi mengungkap bahwa bayi usia 9 bulan kini sudah cukup sering menatap layar. Bahkan, kebiasaan ini perlahan menjadi hal yang biasa terjadi di banyak keluarga.
Penelitian yang dipublikasikan oleh Education Policy Institute tersebut mencatat bahwa rata-rata bayi menghabiskan waktu sekitar 41 menit per hari di depan layar. Angka ini menunjukkan bahwa paparan layar sudah mulai terjadi sejak usia yang sangat muda.
Lantas, bagaimana sebenarnya kebiasaan ini bisa terjadi pada bayi usia 9 bulan? Simak fakta menarik selengkapnya berikut ini.
Studi ungkap kebiasaan bayi usia 9 bulan menatap layar
Penelitian ini melibatkan sekitar 8.000 keluarga di Inggris yang ikut dalam studi Children of the 2020s. Tujuannya untuk melihat seberapa sering dan lama bayi usia 9 bulan terpapar layar dalam keseharian.
Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 72 persen bayi sudah pernah terpapar layar di usia tersebut. Sementara itu, sekitar 28 persen lainnya dilaporkan belum pernah sama sekali melihat layar.
Menariknya, jumlah saudara kandung juga berpengaruh pada kebiasaan ini, Bunda. Bayi yang tidak memiliki saudara cenderung lebih sering menatap layar dibandingkan yang punya banyak saudara.
Berkaitan dengan ini, sekitar 80 persen bayi yang tidak memiliki saudara kandung menatap layar dalam keseharian mereka. Sedangkan pada bayi yang punya empat saudara atau lebih, angkanya lebih rendah, yaitu sekitar 57 persen.
Kalau kita melihat dari sisi kondisi keluarga, bayi yang tinggal dengan satu orang tua atau single parent menatap layar rata-rata 47 menit per hari. Sementara bayi yang tinggal bersama dua orang tua rata-rata menonton sekitar 39 menit per hari.
Perbedaan dari latar belakang keluarga ternyata tidak terlalu terlihat signifikan, Bunda. Artinya, kebiasaan ini bisa saja terjadi di berbagai kondisi keluarga.
Lebih lanjut, peneliti juga menemukan bahwa bayi yang terlalu sering menatap layar cenderung lebih jarang melakukan banyak kegiatan. Misalnya seperti dibacakan cerita, diajak bernyanyi, atau berjalan-jalan ke luar rumah.
Pemerintah Inggris segera rilis panduan screen time untuk anak di bawah 5 tahun
Pemerintah Inggris melalui Departemen Pendidikan berencana membuat panduan tentang penggunaan layar untuk anak di bawah usia lima tahun. Hal ini dilakukan karena ada kekhawatiran screen time berlebihan bisa memengaruhi kemampuan bicara balita.
Panduan ini diharapkan bisa membantu orang tua untuk lebih mengenal batasan yang tepat dalam penggunaan layar. Apalagi di masa sekarang, di mana layar sudah menjadi bagian dari keseharian anak.
Seorang Direktur di Education Policy Institute (EPI), Dr. Tammy Campbell menjelaskan bahwa penelitian ini sebenarnya dilakukan untuk melengkapi bukti yang sudah ada dan menambah informasi baru tentang bayi yang diteliti.
Ia juga berpendapat bahwa pilihan orang tua dalam memberikan akses layar kepada anak cenderung sama di berbagai kondisi keluarga. Selain itu, penggunaan layar tidak selalu bertentangan dengan tumbuh kembang anak yang sehat.
"Hal ini menunjukkan bahwa dalam hal bayi dan layar, orang tua di berbagai tingkat pendapatan membuat pilihan serupa untuk anak-anak mereka. Ini juga menunjukkan bahwa waktu menonton layar dan masa kanak-kanak yang sehat dan aktif tidak selalu saling bertentangan," ungkapnya.
Dalam hal ini, para ahli menyarankan agar fokus orang tua tidak hanya pada durasi penggunaan layar saja. Nah yang lebih penting adalah bagaimana, kapan, dan untuk apa layar tersebut digunakan.
Komisaris Anak di Inggris, Rachel de Souza, turut menyambut baik rencana panduan screen time ini untuk membantu orang tua. Panduan tersebut diharapkan bisa memberikan arahan yang jelas sesuai dengan kondisi keluarga saat ini.
"Sebagai komisioner anak, saya memahami bahwa layar terasa seperti bantuan sekaligus kekhawatiran bagi orang tua, itulah sebabnya panduan tahun-tahun awal yang akan datang akan menawarkan saran yang jelas dan dapat dipercaya, memberikan kepercayaan diri kepada orang tua dalam mengelola bagaimana anak-anak mereka melihat layar," tuturnya.
Itulah penjelasan mengenai studi yang menyebut bayi usia 9 bulan yang kini rata-rata menatap layar selama 41 menit per hari. Semoga informasinya bisa membantu, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Anak Balita Disarankan Batasi Screen Time 1 Jam per Hari, Ini Alasannya
Parenting
Anak Makin Lengket sama Gadget Selama Liburan, Ortu Harus Bagaimana?
Parenting
Alasan Mengapa Anak di Bawah Usia 2 Tahun Tak Boleh Diberi Screen Time
Parenting
Studi Temukan Dampak Screen Time Terlalu Lama Picu Keterlambatan Perkembangan Anak
Parenting
5 Cara Jitu Batasi Screen Time untuk Si Kecil Tanpa Membuatnya Ngambek
7 Foto
Parenting
7 Potret Keseruan Festival Pokemon Jakarta, Atraksi Seru Buat Isi Libur Sekolah
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Kebiasaan Sepele Diam-diam Bikin Gula Darah Naik, Termasuk Sering Lihat HP Malam Hari
Benarkah Anak yang Suka Main HP Bisa Sebabkan Mata Merah?
Screen Time Anak Bukan Sekadar soal Durasi, Ini yang Perlu Diperhatikan Orang Tua