Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Logam Beracun Tersembunyi di Balik Baju Warna-Warni Anak, Waspadai Bahaya Masuk ke Mulut

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Rabu, 13 May 2026 17:00 WIB

Bahaya timbal di balik baju anak
Bahaya timbal di balik baju anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/FamVeld
Daftar Isi

Baju merupakan kebutuhan pokok yang kita gunakan sehari-hari untuk melindungi tubuh. Namun, temuan logam beracun di baju anak yang terjadi baru-baru ini membuat banyak orang tua merasa khawatir akan bahayanya, Bunda.

Seperti yang kita tahu, kebiasaan anak-anak menggigit baju sulit dihindarkan. Mungkin, inilah alasan mengapa kualitas bahan pokok pembuatan baju haruslah yang terbaik dan menggunakan bahan yang aman.

Pasalnya, logam timbal yang terkandung dalam baju sangat mudah menyerap ke dalam tubuh anak, Bunda. Bayangkan, betapa berbahayanya paparan timbal apabila seorang anak menghisap atau menggigit kain tersebut dalam waktu yang lama?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Maka dari itu, informasi ini sangat penting bagi para orang tua untuk lebih waspada terhadap keamanan baju anak yang dijual di pasaran. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Penggunaan logam timbal pada pakaian

Saat ini, tren industri fast fashion selalu hangat dibicarakan. Fast fashion membuat proses produksi menjadi lebih cepat, terjangkau, dan semakin masif. Kondisi ini sangat diuntungkan pada pasar anak-anak, sebab pertumbuhan anak yang pesat membuatnya sering berganti ukuran baju.

Namun, di balik harganya yang murah, orang tua perlu mewaspadai terkait kualitas dan keamanannya. Salah satunya adalah penggunaan timbal, khususnya timbal (II) asetat, yang sering diakali untuk membuat pewarna pakaian lebih menempel pada kain.

Zat ini diketahui juga sangat murah harganya dan mampu membuat warna pakaian terlihat lebih cerah dan tahan lama. Tak heran apabila timbal digunakan untuk memproduksi baju anak-anak yang cenderung sangat berwarna, Bunda. 

Kebutuhan produksi fast fashion yang cepat, massal, dan tidak merogoh kocek besar inilah yang membuat aspek kualitas kurang diperhatikan. Hal ini tentunya sangat berdampak pada kesehatan, terutama jika pakaian tersebut mengandung zat berbahaya seperti timbal.

Temuan timbal sebagai logam beracun di baju anak

Timbal yang ditemukan pada baju anak awalnya dipaparkan oleh para peneliti dari Universitas Marian pada forum American Chemical Society (ACS). Saat itu, mereka menemukan seorang anak yang mengalami peningkatan kadar timbal dalam darah.

Setelah ditelusuri, ternyata timbal tersebut berasal dari lapisan mainan yang memiliki kandungan timbal di atas batas aman 100 ppm. Inilah yang membuat para peneliti juga mulai menguji temuan timbal atau logam beracun lain di baju anak.

Para peneliti tersebut kemudian memeriksa 11 sampel kemeja dengan berbagai warna, seperti merah, pink, orange, kuning, abu-abu, dan biru. Sampel tersebut mereka beli dari empat pengecer yang mencakup fast fashion hingga barang diskon.

Hasilnya benar-benar mengkhawatirkan, Bunda. Salah satu peneliti, Priscila Espinoza, mengungkapkan bahwa kemeja yang diuji mengandung timbal yang melebihi batas aman. Temuan ini langsung menjadi sorotan sebab anak-anak merupakan kelompok paling rentan terhadap paparan timbal.

“Anak-anak bukan hanya yang paling rentan terhadap efek timbal, tetapi mereka juga populasi yang akan memasukkan pakaian ke dalam mulut mereka,” kata peneliti lain, Cristina Avello, dikutip dari laman resmi ACS.

Para ilmuwan lain yang membantu penelitian ini juga menemukan bahwa pakaian dengan warna cerah seperti merah dan kuning memiliki kadar timbal lebih tinggi dibandingkan warna yang lebih lembut atau kalem.

Bagaimana timbal masuk ke dalam tubuh dan efeknya

Dalam paparan studi tersebut, para peneliti membuat simulasi bagaimana proses pencernaan paparan timbal di lambung. Mereka juga menganalisis seberapa besar timbal dapat larut dalam asam lambung dan mengaitkan kemungkinan paparan saat anak mengisap, memegang, atau mengunyah kain.

Hasilnya menunjukkan bahwa paparan timbal melalui cara tersebut sangat melebihi batas aman untuk anak-anak yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Bahkan, para peneliti memperkirakan bahwa risikonya terhadap kesehatan anak jauh lebih besar.

Penelitian tersebut menyebut bahwa paparan logam beracun di baju anak dan kebiasaan mengunyah kain dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan kadar timbal dalam darah hingga mencapai tingkat yang memerlukan penanganan medis, Bunda.

Paparan timbal sangat berbahaya. Dampaknya akan mencakup gangguan perilaku, kerusakan otak dan sistem saraf pusat, serta berbagai masalah kesehatan lainnya, terutama pada anak yang berusia di bawah enam tahun.

Melansir dari laman Independent, para ahli kini menyarankan penggiat industri tekstil untuk beralih ke pewarna alami yang lebih aman, seperti kulit kayu pohon ek, kulit buah delima, dan rosemary. Namun, peralihan ini pastinya membutuhkan proses, Bunda.

Demikian informasi mengenai temuan logam beracun di baju anak yang patut diwaspadai oleh orang tua. Semoga penjelasannya bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda