Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Kenali Ciri-ciri Gangguan Tidur Anak Autis, Penyebab & Cara Mengatasinya

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Selasa, 07 Apr 2026 15:10 WIB

Pola tidur anak autsime
Gangguan tidur anak autsime/ Foto: Getty Images/iStockphoto/baona
Daftar Isi

Ciri tidur anak autis sering kali berbeda dari anak pada umumnya, tetapi tidak semua orang tua langsung menyadarinya. Padahal, pola tidur yang terganggu bisa menjadi salah satu tanda penting yang perlu Bunda perhatikan sejak dini.

Banyak anak autis yang mengalami kesulitan tidur, seperti sulit terlelap, sering terbangun di malam hari, atau bangun terlalu pagi. Kondisi ini kerap berkaitan dengan pola sensorik, rutinitas Si Kecil, hingga munculnya kebiasaan anak autis yang berbeda dari anak lain.

Memahami ciri tidur anak autis sejak awal dapat membantu Bunda mengenali kemungkinan ciri-ciri anak autis sekaligus menemukan cara penanganan yang tepat. Lalu, apa saja ciri-ciri dan penyebab gangguan tidur pada anak autis serta bagaimana cara membantu mereka tidur lebih nyenyak?

Ciri-ciri gangguan tidur yang dialami anak autis

Ciri tidur anak autis sering kali terlihat dari pola tidur yang berbeda dibandingkan anak seusianya. Dilansir dari laman The Autism Service dan Raising Children Network, anak dengan autis sindrom biasanya lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan dan sering kesulitan menyesuaikan diri dengan rutinitas tidur yang teratur.

Seorang psikolog dan direktur klinis layanan autisme, Dr. Lisa Williams, mengeksplorasi bagaimana anak dengan Autistic Spectrum Disorder (ASD) dapat memengaruhi waktu tidur dan menyarankan bagaimana orang tua dapat melakukan perubahan kecil untuk membantu anak-anak autis tidur lebih nyenyak di malam hari.

Berikut beberapa ciri tidur anak autis yang sering dialami:

1. Pola tidur dan bangun tidak teratur

Ciri tidur anak autis yang pertama, bisa dilihat jika anak sering terjaga hingga sangat larut malam atau justru bangun terlalu pagi. Perubahan ritme tidur ini sering menjadi bagian dari kebiasaan anak autis yang sulit disesuaikan.

2. Durasi tidur lebih sedikit dari anak seusianya

Ciri tidur anak autis yang selanjutnya bisa dilihat dari durasi tidur Si Kecil. Sebagian anak mungkin tidur jauh lebih singkat dari kebutuhan normal. Mereka juga bisa terbangun lama di tengah malam, bahkan lebih dari satu jam sebelum kembali tidur.

3. Terbangun dan melakukan aktivitas di malam hari

Ciri tidur anak autis yang berikutnya, dapat dilihat melalui aktivitas anak di malam hari. Ketika terjaga, anak kadang melakukan aktivitas yang mereka sukai, seperti bermain atau membuat suara dalam waktu cukup lama. Hal ini juga menjadi salah satu kebiasaan anak autis yang dapat memengaruhi kualitas tidur mereka, Bunda.

Penyebab gangguan tidur pada anak autis

Melansir dari sumber yang sama, para peneliti belum mengetahui secara pasti mengapa anak-anak autis mengalami masalah tidur, tetapi mereka telah memiliki beberapa teori. Berikut ini penyebab munculnya gangguan tidur pada anak autis:

1. Perubahan pada rutinitas atau kebiasaan

Ciri tidur anak autis sering kali muncul karena adanya perubahan kecil dalam rutinitas harian, yang membuat anak merasa tidak nyaman. Bagi banyak anak autis, rutinitas yang teratur memberi rasa aman, sehingga ketika kebiasaan sebelum tidur berubah, mereka bisa merasa cemas dan lebih sulit terlelap.

2. Kesulitan memahami isyarat sosial

Ciri tidur anak autis juga dapat dipengaruhi oleh kesulitan mereka dalam memahami isyarat sosial yang biasanya menandakan waktu tidur. Saat orang di rumah mulai bersiap untuk beristirahat, sebagian anak autis mungkin tidak menangkap sinyal tersebut dengan mudah, sehingga tubuh mereka tidak langsung merasa rileks atau siap tidur.

3. Sensitivitas yang meningkat

Ciri tidur anak autis berikutnya berkaitan dan disebabkan oleh sensitivitas sensorik yang lebih tinggi dibandingkan anak pada umumnya. Banyak anak autis lebih peka terhadap suara, cahaya, suhu, atau perubahan kecil di lingkungan kamar, sehingga hal-hal yang tampak sepele seperti suara langkah di luar rumah atau cahaya dari celah pintu bisa membuat mereka sulit tertidur.

4. Melatonin

Ciri tidur anak autis juga dapat dipengaruhi oleh faktor biologis, terutama hormon melatonin yang mengatur siklus tidur dan bangun. Pada kasus anak autis, produksi atau ritme hormon melatonin ini bisa berbeda, sehingga rasa kantuk alami di malam hari tidak muncul seperti biasanya dan membuat pola tidur mereka menjadi tidak teratur.

Efek samping dari gangguan tidur anak autis

Gangguan tidur yang dialami anak autis tidak boleh dianggap sepele karena kurang tidur dalam waktu lama bisa memengaruhi kondisi fisik dan emosional mereka. Oleh karena itu, mengenali ciri tidur anak autis sejak dini dapat membantu Bunda memahami dampak yang mungkin muncul.

Berikut beberapa efek samping yang bisa terjadi jika gangguan tidur pada anak dengan autis disorder apabila tidak segera ditangani:

1. Mudah lelah dan lebih sensitif secara emosional

Anak yang kurang tidur cenderung terlihat cepat lelah, mudah marah, atau lebih sensitif terhadap hal-hal kecil. Kondisi ini cukup sering terlihat pada anak autis yang mengalami pola tidur tidak teratur.

2. Kesulitan fokus dan berkonsentrasi

Kurangnya waktu istirahat dapat membuat anak lebih sulit berkonsentrasi saat belajar atau beraktivitas. Inilah salah satu dampak yang kerap muncul pada ciri tidur anak autis yang terganggu.

3. Memperparah perilaku khas autisme

Kurang tidur juga dapat meningkatkan stres dan kecemasan pada anak. Akibatnya, beberapa perilaku seperti tantrum, sulit mengatur emosi, atau gelisah bisa muncul lebih sering pada anak dengan autis.

4. Daya tahan tubuh bisa menurun

Tidur yang tidak berkualitas dalam jangka panjang dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Hal ini membuat anak autis lebih mudah merasa tidak fit atau rentan mengalami masalah kesehatan.

5. Mengganggu waktu istirahat keluarga

Ketika anak sering terbangun di malam hari, orang tua biasanya ikut terbangun untuk menenangkan mereka. Situasi ini bisa membuat seluruh anggota keluarga ikut mengalami malam yang kurang nyenyak.

Jika Bunda mulai melihat beberapa ciri tidur anak autis pada Si Kecil, sebaiknya jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang tepat dapat membantu anak mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik sekaligus mendukung tumbuh kembangnya.

Berapa lama anak perlu tidur setiap hari?

Kebutuhan tidur anak sebenarnya berbeda-beda tergantung pada usia mereka. Dr. Lisa Williams juga menjelaskan bahwa bayi, umumnya bisa tidur hingga sekitar 16 jam sehari, sementara balita biasanya masih membutuhkan kurang lebih 14 jam tidur yang terbagi antara tidur malam dan tidur siang.

Seiring bertambahnya usia, durasi tidur yang disarankan juga berubah. Anak usia 3-5 tahun biasanya membutuhkan sekitar 10-13 jam tidur per hari, sedangkan anak usia enam hingga 12 tahun dianjurkan tidur sekitar 9–12 jam agar tubuh dan perkembangan otaknya tetap optimal.

Pada kasus anak autis, pola tidur ini tidak selalu berjalan dengan mudah karena mereka sering mengalami gangguan tidur. Kondisi ini kadang terlihat dari ciri tidur anak autis seperti sulit terlelap atau sering terbangun di malam hari, sehingga anak tampak lebih lelah dan mudah rewel.

Meski begitu, penting untuk Bunda pahami bahwa anak dengan autis sebenarnya tidak membutuhkan waktu tidur lebih lama dibandingkan anak lainnya. Bagi mereka, yang paling dibutuhkan adalah tidur yang cukup dan berkualitas agar tetap merasa segar, serta terhindar dari dampak negatif akibat kurang tidur.

Cara membantu anak autis tidur nyenyak

Membantu anak autis untuk mendapatkan tidur yang nyenyak memang tidak selalu mudah karena banyak faktor yang memengaruhi kualitas tidur mereka. Bagi Bunda yang mulai mengenali ciri tidur anak autis, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu Si Kecil agar tidur lebih nyaman.

1. Membuat rutinitas sebelum tidur yang konsisten

Anak dengan autisme biasanya merasa lebih tenang ketika memiliki rutinitas yang sama setiap hari. Bunda bisa membuat rutinitas sederhana, seperti mandi di waktu yang sama, memakai piyama, membaca buku cerita, lalu masuk ke tempat tidur agar anak terbiasa dengan urutan waktu tidur.

2. Mengurangi gangguan sensorik di kamar tidur

Lingkungan tidur yang nyaman dapat membantu anak lebih cepat terlelap. Bunda dapat mencoba meredupkan cahaya, memasang tirai yang menahan cahaya dari luar, serta menjaga suhu kamar tetap sejuk agar anak merasa lebih rileks.

3. Membantu anak memahami bahwa tempat tidur adalah untuk tidur

Beberapa anak dengan autisme sulit memahami isyarat waktu tidur. Sebaiknya tempat tidur tidak digunakan untuk bermain pada siang hari agar anak dapat mengaitkannya sebagai tempat untuk beristirahat.

4. Menciptakan suasana yang menenangkan sebelum tidur

Anak yang terlalu bersemangat atau cemas akan lebih sulit tertidur. Bunda bisa membantu menenangkan anak dengan kegiatan santai, seperti membacakan cerita, memutar musik lembut, atau melakukan aktivitas ringan yang membuat tubuh lebih rileks.

5. Konsultasi dengan tenaga medis jika diperlukan

Dalam beberapa kasus, orang tua mungkin mempertimbangkan penggunaan melatonin untuk membantu pola tidur anak. Namun, penggunaannya sebaiknya hanya dilakukan atas saran dan pengawasan dokter, agar tetap aman bagi anak autis. 

Dengan langkah-langkah tersebut, Bunda dapat membantu memperbaiki pola tidur sekaligus memahami lebih jauh ciri tidur anak autis yang mungkin dialami Si Kecil. Jika pola tidur masih sering bermasalah, konsultasi dengan dokter bisa menjadi langkah penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagaimana saya tahu apakah anak saya memiliki gangguan tidur?

Untuk mengetahui apakah anak mengalami gangguan tidur, Bunda perlu memahami terlebih dahulu kebutuhan tidur yang normal sesuai usianya. Mengenali ciri tidur anak autis, juga bisa dimulai dari memperhatikan apakah durasi dan kualitas tidur anak jauh berbeda dari anak lain seusianya.

Seorang psikolog lulusan University of Michigan Amerika Serikat, Smitha Bhandari, MD., mengungkapkan bahwa kebutuhan tidur anak dikelompokkan berdasarkan usia yang meliputi:

  1. Usia 1-3 tahun: sekitar 12-14 jam tidur setiap hari, termasuk waktu tidur siang jika anak masih melakukannya.
  2. Usia 3-6 tahun: rata-rata membutuhkan 10-12 jam tidur per hari.
  3. Usia 7-12 tahun: biasanya memerlukan sekitar 10-11 jam tidur setiap malam.

Jika anak sering sulit memulai tidur, mudah terbangun berkali-kali di malam hari, atau tampak tidak segar saat bangun pagi, kondisi ini bisa menjadi salah satu ciri tidur anak autis yang perlu diperhatikan. Gangguan tidur juga cukup sering dialami oleh anak dengan autis, sehingga Bunda sebaiknya tidak mengabaikan perubahan pola tidur yang terjadi.

Untuk membantu mengenali pola tersebut, Bunda bisa mencoba mencatat kebiasaan tidur anak selama sekitar satu minggu. Tuliskan jam tidur, waktu terbangun, kebiasaan mendengkur, perubahan napas, gerakan tidak biasa saat tidur, atau tanda kesulitan bernapas yang muncul.

Catatan ini juga sebaiknya disertai dengan pengamatan perilaku anak keesokan harinya, misalnya mudah lelah, sulit fokus, atau lebih mudah rewel. Informasi tersebut dapat membantu dokter menilai apakah pola tidur yang terjadi berkaitan dengan ciri-ciri anak autis atau gangguan tidur lain yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Cara mengatasi gangguan tidur anak

Dilansir dari laman Autism Speaks, seorang psikolog klinis madya pediatri dan direktur pediatric sleep disorders di Center Columbia University Medical Center, Carin Lamm, MD., mengatakan bahwa masalah tidur cukup sering dialami oleh anak autis. Bahkan, penelitian menunjukkan sekitar 80 persen anak dengan autis mengalami kesulitan tidur. Kondisi ini membuat orang tua perlu memahami ciri tidur anak autis sejak awal agar dapat membantu anak mendapatkan kualitas istirahat yang lebih baik.

Berikut beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk membantu mengatasi gangguan tidur pada anak:

1. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman

Pastikan kamar tidur anak gelap, tenang, dan memiliki suhu yang sejuk. Banyak anak autis memiliki sensitivitas tinggi terhadap suara atau rangsangan tertentu, sehingga suasana kamar perlu disesuaikan agar anak merasa lebih nyaman saat tidur.

2. Bangun rutinitas sebelum tidur

Bunda dapat membuat rutinitas singkat sekitar 20-30 menit sebelum tidur, seperti membaca buku atau mendengarkan musik yang menenangkan. Hindari penggunaan perangkat elektronik seperti TV, ponsel, atau video game karena dapat membuat anak lebih sulit terlelap.

3. Tetapkan jadwal tidur yang konsisten

Usahakan anak tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan. Jadwal yang teratur membantu tubuh anak membentuk pola tidur yang lebih stabil.

4. Latih anak untuk tidur sendiri

Anak perlu belajar tertidur tanpa selalu bergantung pada kehadiran orang tua. Hal ini penting karena setiap orang biasanya akan terbangun sebentar di malam hari, dan anak yang terbiasa tidur mandiri akan lebih mudah kembali tertidur.

5. Dorong aktivitas fisik di siang hari

Olahraga atau aktivitas fisik di siang hari dapat membantu anak tidur lebih nyenyak pada malam hari. Namun, hindari aktivitas yang terlalu aktif mendekati waktu tidur karena justru bisa membuat anak sulit terlelap.

6. Batasi konsumsi kafein

Kafein dapat membuat anak tetap terjaga lebih lama. Zat ini tidak hanya ada pada kopi, tetapi juga dapat ditemukan pada teh, cokelat, dan beberapa minuman bersoda.

7. Atur waktu tidur siang

Tidur siang memang bermanfaat bagi anak usia prasekolah. Namun, sebaiknya tidak dilakukan terlalu sore karena dapat mengganggu waktu tidur malam.

8. Perhatikan kondisi kesehatan anak

Jika gangguan tidur terus berlanjut, Bunda sebaiknya memeriksa kemungkinan masalah medis atau kondisi lain yang memengaruhi tidur. Dalam beberapa kasus, anak autis mungkin memerlukan penanganan khusus dari tenaga medis atau spesialis tidur.

Bunda, itulah penjelasan mengenai ciri tidur anak autis yang perlu diperhatikan agar Si Kecil bisa mendapatkan istirahat yang lebih nyenyak. Memahami kebiasaan anak autis sehari-hari dan ciri-ciri fisik anak autis akan membantu Bunda mencari cara tepat untuk mendukung tidur mereka.

Semoga dengan perhatian dan rutinitas yang konsisten, anak yang terkena autis bisa tidur lebih nyaman dan sehat setiap malam.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda