Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Anak People Pleaser Bisa Jadi Tak Bahagia saat Dewasa Menurut Psikologi, Ini 3 Cara Mencegahnya

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Minggu, 12 Apr 2026 19:00 WIB

Sifat Kepribadian Anak Bisa ‘Menular’ di Antara Teman-temannya
Ilustrasi Anak People Pleaser Bisa Jadi Tak Bahagia saat Dewasa Menurut Psikologi/Foto: Getty Images/Rat0007
Daftar Isi
Jakarta -

Memiliki anak yang ramah dan sopan rasanya seperti anugerah bagi setiap orang tua. Mereka sering berbagi mainan, selalu mengucapkan "tolong" dan "terima kasih," dan jarang bertengkar dengan teman-temannya.

Namun di balik sikap manis itu, bisa saja ada hal yang tidak terungkap, Bunda. Anak mungkin selalu ingin menyenangkan orang lain atau biasa juga disebut dengan people pleaser.

Selain itu, anak yang selalu mengutamakan kebutuhan orang lain daripada dirinya sendiri kerap menghindari konflik atau takut mengecewakan orang lain. Perilaku seperti ini ternyata bisa membuat anak tidak bahagia saat mereka dewasa, lho.

Oleh karena itu, Bunda bisa menyimak ulasan berikut ini supaya bisa mengenali tanda-tanda anak people pleaser dengan lebih jelas. 

Anak people pleaser bisa membuat mereka tidak bahagia saat dewasa

Menurut seorang psikolog anak di Fast Company Innovation Festival, Amerika Serikat, Becky Kennedy, sifat ingin selalu menyenangkan orang lain ini bisa menjadi sumber kecemasan dan rasa hampa ketika anak dewasa nanti.

"Kita menyayangi anak-anak yang selalu berusaha menyenangkan orang lain saat mereka masih muda, karena mereka sudah sangat pandai memperhatikan apakah kita senang dengan mereka dan mengubah perilaku mereka sesuai dengan itu," jelas Kennedy, mengutip dari CNBC Make It.

"Dalam jangka panjang, jika kita ingin tahu apa yang sering menimbulkan kecemasan dan rasa hampa saat dewasa, itu biasanya berasal dari sifat-sifat seperti ini," ujarnya.

Beberapa ahli juga menyebut bahwa mendahulukan kebutuhan orang lain daripada diri sendiri dapat membuat anak cenderung menghindari konflik dan bergantung pada pujian dari orang lain, Bunda.

Lambat laun, anak pun bisa kehilangan kesadaran terhadap apa yang mereka butuhkan atau inginkan sendiri. Anak mungkin merasa bahwa keberadaan mereka hanya berarti jika bisa membuat orang lain 'bahagia'.

Tanda-tanda anak people pleaser

Anak-anak yang cenderung ingin selalu menyenangkan orang lain biasanya kesulitan untuk mengatakan "tidak". Mereka kerap mengorbankan keinginan atau kebutuhan dirinya sendiri demi orang lain.

Bicara soal hal ini, terdapat beberapa tanda anak people pleaser yang bisa dikenali seperti dikutip dari laman Parents:

  • Anak sering minta maaf, bahkan saat sebenarnya tidak perlu.
  • Anak sering mencari kepastian, misalnya bertanya berulang kali, "Apakah ini baik-baik saja?" atau "Apakah saya melakukannya dengan benar?".
  • Anak jarang mengatakan "tidak," meski jelas itu bukan hal yang mereka inginkan atau sukai.
  • Anak melakukan sesuatu hanya supaya disukai orang lain, misalnya pura-pura menikmati musik yang sebenarnya tidak mereka suka.
  • Anak cenderung menghindari konflik.
  • Anak sulit menetapkan batasan, sehingga mengambil lebih banyak tanggung jawab daripada yang mampu mereka tangani karena takut mengecewakan orang lain.

Cara menghindari agar anak tidak jadi people pleaser

Sebagai orang tua, Bunda bisa membantu anak belajar untuk tidak selalu berusaha menyenangkan orang lain. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari CNBC Make It:

1. Beri tahu anak bahwa kasih sayang Bunda tidak berubah meskipun sedang marah

Bunda bisa memberitahu anak bahwa meski sedang kesal, rasa sayang tetap ada. Misalnya, dengan mengatakan, "Ya, Bunda sedang kesal, sayang, dan meskipun Bunda sedang kesal, Bunda tetap menyayangimu".

Orang tua bisa rutin mengulang kalimat ini supaya anak merasa lebih percaya diri. Dengan begitu, kebiasaan anak selalu mencari validasi dari orang lain perlahan bisa berkurang.

2. Hargai pilihan anak saat mereka berbeda

Selanjutnya, Bunda bisa mengenali anak ketika mereka melakukan hal yang berbeda dari kebiasaan orang tua. Misalnya, saat orang tua mengatakan, "Kamu tahu Bunda sering makan yogurt untuk sarapan, tapi kamu tetap memilih yang kamu suka. Bunda pun senang kamu bisa menjadi diri sendiri".

Cara ini tentu bisa membantu anak merasa dihargai meski pilihannya berbeda dari orang tuanya. Anak pun belajar bahwa mereka boleh punya pendapat dan seleranya sendiri tanpa harus takut merasa salah.

3. Ajak anak membuat pilihan sendiri

Bunda bisa mengajak anak untuk belajar mengambil keputusan sendiri, walaupun terkadang membuat orang lain sedikit kecewa. Contohnya, saat anak sedang bermain lalu saudaranya ingin meminjam mainannya, Bunda bisa memberi kesempatan anak untuk memilih apa yang ingin dilakukan.

Seiring berjalannya waktu, anak akan lebih percaya diri dan berani menentukan pilihan mereka. Hal ini perlahan juga mengurangi kebiasaan mereka selalu menuruti keinginan orang lain.

Itulah penjelasan mengenai anak people pleaser bisa menjadi tidak bahagia saat dewasa menurut psikologi dan cara menghindarinya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda