parenting
Kenali Ciri-Ciri Kepribadian Anak yang Sangat Perasa, Bunda Perlu Tahu
HaiBunda
Rabu, 27 May 2026 10:30 WIB
Daftar Isi
Seperti yang dialami oleh sebagian besar orang tua, mengasuh anak merupakan sebuah pengalaman yang begitu melelahkan. Terlebih lagi, saat Bunda memiliki anak yang sangat perasa atau sensitif.
Dalam beberapa tahun terakhir, pembahasan anak yang sangat perasa mulai mendapat perhatian lebih, khususnya dalam topik pola asuh dan perkembangan anak. Bahkan, kondisi ini memiliki ruang tersendiri di media sosial untuk mengedukasi para orang tua.
Mungkin sebagian Bunda yang membaca ini juga pernah mengalami hal serupa, seperti Si Kecil yang tiba-tiba menangis, mudah tersinggung atau merasa tidak nyaman dalam situasi tertentu. Kondisi ini membuat Bunda bertanya-tanya, apa yang sebenarnya dirasakan oleh anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memahaminya lebih lanjut, penting bagi Bunda untuk mengenali ciri kepribadian anak yang sangat perasa serta bagaimana cara terbaik dalam menanganinya. Dengan begitu, Bunda mampu memberikan dukungan yang tepat dalam membantu anak belajar mengelola perasaannya.
Mengenal anak dengan kepribadian yang sangat perasa
Dikutip laman Parents, anak yang sangat perasa dicirikan sebagai anak dengan emosi yang lebih intens daripada anak seusianya, Bunda. Menurut psikolog klinis, Dr. Becky Kennedy, anak yang sangat perasa diketahui jauh lebih emosional saat merespons suatu hal.
“Anak dengan karakteristik ini akan merasakan sesuatu secara mendalam dan sering bereaksi secara intens terhadap suatu situasi. Tak jarang, respons mereka terlihat berlebihan bagi orang-orang disekitarnya,” kata Dr. Becky.
Dr. Becky turut menjelaskan bahwa anak yang sangat perasa mempunyai sering mengandalkan nalurinya untuk membaca dan memahami lingkungan sekitar. Kepekaan yang dimilikinya ini berkaitan erat dengan cara mereka mengekspresikan diri dan mengelola emosi.
“Anak juga sangat peka dengan lingkungan sekitar dan sering memperhatikan hal-hal yang sering diabaikan orang lain. Kepekaan ini bukanlah kekurangan, melainkan sebuah cara yang berbeda dalam anak mengenal dunia,” tambahnya.
Sebagian anak yang sangat perasa juga mudah tersentuh dan sensitif, Bunda. Mereka lebih mudah terbawa perasaan dari lingkungan dan bahkan kerap memberikan reaksi yang tidak biasa terhadap hal-hal yang sering dianggap sepele oleh orang lain.
Ciri-ciri karakteristik anak yang sangat perasa
Menurut Dr. Becky, kondisi ini tidak bisa disamakan dengan gangguan perkembangan saraf seperti ADHD atau ASD. Untuk itu, kita perlu mengetahui ciri-cirinya agar mendapatkan diagnosis terhadap kondisi tersebut dengan tepat. Berikut penjelasannya:
1. Emosi yang jauh lebih intens
Seperti yang disampaikan Dr. Becky sebelumnya, bahwa anak yang sangat perasa memiliki tingkat emosi yang jauh lebih intens. Mereka lebih mudah merasa senang, sedih, marah, dan emosi tersebut dapat berubah secara cepat.
2. Lebih sensitif
Anak yang sangat perasa cenderung lebih peka dan sensitif terhadap hal-hal di sekitar mereka. Kondisi ini membuat mereka menyerap terlalu banyak emosi, sehingga mudah merasa kewalahan atau menunjukkan sikap yang tidak biasa.
3. Takut ditinggalkan
Anak yang sangat perasa cenderung tidak bisa lepas dari orang tuanya sebab mereka merasa sangat takut untuk ditinggalkan. Kondisi ini terjadi karena emosi yang mereka miliki terlalu berlebihan sehingga membuat mereka sulit berpikir dengan tenang.
4. Ketergantungan
Apabila anak takut ditinggalkan, biasanya mereka juga akan lebih bergantung. Mereka lebih merasa aman dan terhubung secara emosional dengan pengasuh yang mampu memberikan kepastian serta kenyaman dalam diri mereka.
5. Sulit menerima perubahan
Seperti yang kita tahu bahwa hidup akan dipenuhi dengan perubahan. Namun, bagi anak yang sangat perasa, perubahan adalah suatu hal yang begitu berat. Apabila terjadi perubahan, mereka cenderung lebih mudah merasa cemas atau sulit mengontrol emosi.
6. Memberikan reaksi yang berlebihan
Respons yang ditunjukkan oleh anak yang sangat perasa sering kali di luar dugaan kita, Bunda. Mereka kerap menunjukkan reaksi yang berlebihan, seperti meledakan emosi yang terpendam dalam dirinya.
7. Lebih cepat sadar diri
Anak yang sangat perasa cenderung akan overthinking terhadap diri sendiri, melihat respons orang lain, serta merenungkan segala kejadian dengan lebih mendalam. Akibatnya, mereka jadi suka menyalahkan diri sendiri hingga merasa ragu dengan kemampuannya.
Cara menangani anak yang sangat perasa
Ilustrasi/Foto: Getty Images/yongyuan |
Menurut Dr. Becky, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk menangani anak yang sangat perasa. Berikut tipsnya yang dapat Bunda ketahui dan terapkan:
1. Gunakan metode komunikasi non-verbal yang menyenangkan
Ketika emosi anak sedang meledak-ledak, Bunda dapat mengurangi intervensi atau tekanan yang diberikan kepada anak. Selain itu, Bunda dapat mengajak anak untuk mengungkapkan perasaannya dengan cara yang lebih menyenangkan.
2. Hindari topik pembicaraan yang membuat anak tertekan
Saat mengajak anak berkomunikasi atau curhat, hindari pembawaan atau topik yang membuat mereka merasa tertekan. Buatlah percakapan menjadi lebih santai dan terbuka agar anak merasa aman dan nyaman.
3. Berikan ruang anak untuk mengungkapkan emosi
Saat anak merasa belum siap untuk bercerita, Bunda dapat memakluminya dan secara terbuka mengatakan akan selalu siap menjadi ruang anak untuk bercerita. Selain itu, pastikan Bunda juga selalu ada di sampingnya saat ia sudah siap untuk bercerita.
4. Validasi emosi anak
Saat anak bercerita, Bunda dapat memvalidasi emosi yang dirasakannya dengan memahami dan mengakui perasaan mereka. Hindari untuk langsung menentang atau menyanggah karena hal tersebut dapat membuat anak merasa tidak didengar.
5. Tunjukkan dukungan yang konsisten
Bunda perlu untuk selalu hadir memberi dukungan di berbagai kondisi anak, baik saat ia sedang bahagia atau sedang berada di masa-masa sulit. Dengan begitu, anak akan merasa aman dan selalu didampingi.
6. Normalisasi perasaan anak
Selain memvalidasi, menormalisasi apa yang dirasakan anak menjadi hal yang sangat penting. Bunda perlu membuat anak paham bahwa emosi yang dirasakannya bukanlah suatu hal yang salah melainkan sebuah proses dan bagian diri mereka yang unik.
Itulah penjelasan mengenai ciri kepribadian anak yang sangat perasa serta cara menanganinya. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Cek Kepribadian Bunda dan Dapatkan Uang Popok Gratis Setahun
Parenting
Kenali Gaya Parenting Berdasarkan Zodiak
Parenting
5 Tanda Anak Punya Kepribadian Introvert, Bisa Dideteksi Sejak Kecil
Parenting
Urutan Lahir dan Pengaruhnya Bagi Pangeran George dan 2 Adiknya
Parenting
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
7 Foto
Parenting
Potret 7 Anak Artis saat Menikmati MPASI, Ekpresinya Cute dan Gemas
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi/Foto: Getty Images/yongyuan
11 Ciri Kepribadian Anak Dibesarkan Orang Tua yang Lebih Banyak Mendengar daripada Bicara
Ciri Kepribadian Anak Tengah, Disebut Lebih Menarik Dibanding Saudaranya
10 Ciri Anak Perempuan Dibesarkan oleh Ayah Narsistik