parenting
Mengenal Ciri-ciri Virus dari Struktur, Jenis & Bedanya dengan Bakteri
HaiBunda
Senin, 13 Apr 2026 13:10 WIB
Virus adalah kuman kecil (patogen) yang dapat menginfeksi dan membuat sakit. Virus dapat menginfeksi manusia, tumbuhan, hewan, bakteri, dan jamur. Masing-masing hanya menginfeksi jenis inang tertentu.
Virus merupakan sepotong kecil informasi genetik dalam sebuah wadah pembawa, yang disebut kapsid. Virus tidak terbuat dari sel, jadi mereka tidak memiliki semua peralatan yang dimiliki sel untuk membuat lebih banyak salinan diri mereka sendiri. Sebaliknya, mereka membawa instruksi dan menggunakan peralatan sel inang untuk membuat lebih banyak salinan virus.
Mengutip laman Cleveland Clinic, virus seperti seseorang yang masuk ke rumah untuk menggunakan dapur. Virus membawa resepnya sendiri, tetapi ia perlu menggunakan piring, gelas ukur, mixer, dan oven sang tuan rumah untuk membuatnya.
Sayangnya, virus seringkali membuat kekacauan dalam tubuh. Kekacauan-kekacauan yang timbul di dalam tubuh itu tergantung dari jenis virus yang masuk.
Lantas, bagaimana cara virus membuat ‘kekacauan’ tersebut? Untuk lebih lengkap dan jelasnya lagi mengenai virus, simak informasinya berikut ini!
Apa itu Virus?
Secara definisi, virus adalah mikroba menular yang terdiri dari segmen asam nukleat (baik DNA atau RNA) yang dikelilingi oleh lapisan protein. Virus tidak dapat bereplikasi sendiri. Sebaliknya, virus harus menginfeksi sel dan menggunakan komponen sel inang untuk membuat salinan dirinya sendiri.
Seringkali, virus akhirnya membunuh sel inang dalam prosesnya, menyebabkan kerusakan pada organisme inang. Contoh virus yang terkenal yang menyebabkan penyakit pada manusia termasuk AIDS, COVID-19, campak, dan cacar.
Dikutip dari laman Britannica, indikasi paling awal tentang sifat biologis virus berasal dari penelitian pada tahun 1892 oleh ilmuwan Rusia Dmitry I. Ivanovsky dan pada tahun 1898 oleh ilmuwan Bel Martinus W. Beijerinck. Beijerinck pertama kali menduga bahwa virus yang sedang dipelajari adalah jenis agen infeksi baru, yang ia sebut contagium vivum fluidum, yang berarti bahwa itu adalah organisme hidup yang bereproduksi dan berbeda dari organisme lain.
Kedua peneliti itu menemukan bahwa penyakit pada tanaman tembakau dapat ditularkan oleh agen, yang kemudian disebut virus mosaik tembakau, yang melewati filter kecil yang tidak memungkinkan lewatnya bakteri.
Demikian, penelitan tentang virus pun terus berlanjut hingga saat ini.
Perbedaan virus dan bakteri
Apa bedanya virus dengan bakteri? Â Meskipun mereka memiliki kemampuan untuk menyebabkan penyakit, mereka berbeda secara signifikan dalam struktur, reproduksi, dan fungsi.
Dilansir Ossila, bakteri adalah organisme prokariotik bersel tunggal yang bereproduksi secara aseksual dan dapat bermanfaat maupun berbahaya, tergantung pada spesiesnya. Virus, di sisi lain, adalah patogen aseluler, tidak hidup yang membutuhkan sel inang untuk bereproduksi, dan sebagian besar tidak memiliki tujuan yang bermanfaat.
Dalam hal ukuran, virus adalah agen infeksi terkecil, sedangkan bakteri 10-100 kali lebih besar. Metode replikasi juga bervariasi. Virus bergantung pada sel inang untuk berkembang biak. Sedangkan bakteri bereproduksi secara independen.
Ciri-ciri virus
Ciri-ciri virus adalah sebagai berikut:
Bentuk virus
Virus dapat terlihat sangat berbeda satu sama lain. Para ilmuwan sering menggambarkannya berdasarkan bentuknya. Jenis bentuk virus meliputi ikosahedral atau polyhedral, heliks, bulat, dan kompleks.
Ukuran virus
Semua virus sangat kecil. Jika  mengukurnya di bawah mikroskop, sebagian besar berukuran antara 20 nm (nanometer) hingga 400 nm. Sebagai perbandingan, virus terkecil berukuran sekitar 2.000 kali lebih kecil daripada sebutir pasir. Ukurannya sekitar 100 hingga 1.000 kali lebih kecil daripada sel-sel dalam tubuh .
Namun, ukurannya dapat sangat bervariasi. Misalnya, virus campak berukuran sekitar lima kali lebih besar daripada virus Zika. Virus juga memiliki berat (berat molekul) yang bervariasi.
Sifat genomik virus
Informasi yang tersimpan dalam virus adalah DNA atau RNA. DNA seperti buku petunjuk tentang cara membangun virus. RNA seperti terjemahan instruksi dalam bahasa yang dapat dibaca oleh mesin sel dan diubah menjadi protein.
Struktur tubuh virus
Ada pun struktur tubuh, dikutip dari detikcom, terdiri dari:
Kepala virus
Kepala virus terdiri dari kapsid dan asam nukleat. Kapsid adalah selubung protein yang berfungsi sebagai pemberi bentuk pada virus, melindungi asam nukleat virus dari kerusakan. Asam nukleat adalah substansi genetik yang berfungsi untuk membawa kode pewarisan sifat. Setiap jenis virus hanya tersusun atas satu asam nukleat yaitu DNA atau RNA.
Leher virus
Tak semua virus memiliki leher, hanya virus kompleks yang mempunyai leher. Bagian leher virus terbagi atas kerah dan leher. Leher virus berfungsi sebagai tempat menyangga kepala virus.
Ekor virus
Ekor adalah bagian tubuh yang penting untuk melekatkan diri virus dengan sel inang, serta memasukkan materi genetik virus ke dalam sel inang tersebut. Bagian ekor virus terdiri atas selubung ekor, serabut ekor, lempeng dasar dan jarum penusuk.
Selubung ekor berfungsi untuk menginfeksi DNA virus ke dalam sel hospes juga tempat penghubung antara kepala virus dan lempeng dasar. Sedangkan lempeng dasar berfungsi tempat melekatnya serabut ekor dan jarum penusuk.
Serabut ekor juga berfungsi sebagai penerima rangsangan juga untuk menempel pada sel inang. Jarum penusuk berfungsi melubangi sel inang supaya DNA virus dapat masuk ke sel inang.
Jenis Penyakit yang Disebabkan oleh Virus
Ada berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, namun yang paling dikenal oleh awam adalah penyakit-penyakit berikut ini.
1. Flu
Penyakit satu ini mungkin dialami banyak orang tiap tahunnya, terutama ketika cuaca sedang ekstrem. Flu disebabkan oleh virus dari keluarga virus Orthomyxoviridae mencakup influenza A dan B, yang menyebabkan flu. Galur influenza A juga menyebabkan flu burung ("flu unggas") dan flu babi (H1N1).
2. Demam Berdarah
Mengutip laman Kementerian Kesehatan RI, penyakit DBD adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue, suatu virus yang termasuk dalam marga (genus) Flavivirus dari famili Flaviridae. Sebenarnya bila seseorang terinfeksi virus dengue tidak selamanya akan menjadi DBD. Manifestasi infeksi virus dengue bervariasi dengan spektrum yang luas, mulai dari infeksi tanpa gejala (asimtomatik), demam yang tidak khas, demam dengue (dengue fever) dengan atau tanpa disertai perdarahan, demam berdarah dengue (DBD/dengue hemorrhagic fever), sampai keadaan yang paling berat yang dapat menyebabkan kematian yaitu sindrom syok dengue (SSD atau DSS).
Virus dalam genus ini sering disebarkan oleh nyamuk. Virus ini menyebabkan penyakit seperti Zika, West Nile, Â dan demam kuning.
3. Polio
Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang akibat infeksi virus. Virus Polio adalah Virus yang termasuk dalam golongan Human Enterovirus yang bereplikasi di usus dan dikeluarkan melalui tinja. Virus Polio terdiri dari 3 strain yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae.
4. Hepatitis
Penyakit hepatitis adalah penyakit radang pada organ hati manusia yang dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satu yang terbanyak adalah infeksi virus. Virus yang yang dapat menyebabkan hepatitis terdiri dari virus hepatitis A (HAV), virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV), virus hepatitis D (HDV) dan virus hepatitis E (HEV).
5. HIV/AIDS
HIV, yang merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, adalah virus yang menargetkan dan menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Dengan menyerang sistem kekebalan tubuh, HIV melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.
Ketika HIV berkembang menjadi tahap akhir, kondisi ini dikenal sebagai AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), di mana tubuh hampir tidak memiliki kemampuan untuk melawan infeksi.
Retrovirus adalah virus RNA yang menggunakan protein khusus untuk membuat DNA. Virus kemudian memasukkan DNA-nya ke dalam DNA Anda. Sel membaca DNA virus seolah-olah itu adalah instruksi virus itu sendiri. HIV dan virus limfotropik T manusia 1 (HTLV-1) adalah retrovirus.
6. Herpes simpleks
Virus herpes simpleks (HSV), yang dikenal sebagai herpes, adalah infeksi umum yang dapat menyebabkan lepuh atau ulkus yang menyakitkan.Virus herpes simpleks yang terdiri dari dua jenis yakni virus herpes simpleks 1 (HSV-1) dan virus herpes simpleks 2 (HSV-2) merupakan bagian dari delapan virus herpes manusia (HHV). Virus herpes adalah virus DNA untai ganda besar yang dapat beradaptasi dengan baik pada tubuh manusia karena dapat menyebabkan infeksi yang berlangsung seumur hidup, namun jarang menyebabkan kematian, tetapi mudah menyebar antar individu.
7. Varicella (Cacar Air)
Cacar air atau dalam istilah dunia kedokteran disebut dengan varicella zoster merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Virus penyebab cacar air disebut dengan Varicella Zoster Virus atau seringkali disingkat dengan VZV. Virus ini merupakan virus yang sama dengan penyebab herpes zoster atau dalam istilah awam kita kenal dengan cacar api atau cacar ular.
8. Rabies
Rabies dikenal juga sebagai penyakit anjing gila. Rabies merupakan penyakit infeksi pada sistem syaraf pusat (otak) yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini dapat ditularkan melalui gigitan hewan yang terkena rabies. Rabies disebabkan oleh virus neurotropik dalam famili Rhabdoviridae, genus Lyssavirus. Banyak sekali lyssavirus yang beragam ditemukan pada berbagai spesies mamalia di seluruh dunia, dan semuanya dapat menyebabkan rabies fatal pada manusia.
9. Ebola
Penyakit virus ebola (PVE) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Ebola, yang termasuk dalam famili filovirus. Penyakit ini dikenal dengan Ebola Virus Disease (EVD) atau Ebola Haemorrhagic Fever (EHF). Terdapat enam macam genus virus ebola penyebab penyakit ini, yaitu Zaire ebolavirus, Bundibugyo ebolavirus (BDBV), Reston ebolavirus, Sudan ebolavirus (SUDV), Tai Forest ebolavirus (TAFV) yang dulu dikenal dengan Ivory Coast ebolavirus (CIEBOV), dan Bombali ebolavirus
Gejala penyakit virus ebola ini didahului oleh demam yang tiba-tiba, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, lemah, diare, muntah, sakit perut, kurang nafsu makan, dan perdarahan yang tidak biasa. Dalam beberapa kasus, pendarahan dalam dan luar dapat terjadi 5 sampai 7 hari setelah gejala pertama terjadi. Semua penderita yang terinfeksi PVE menderita kesulitan pembekuan darah.
10. SARS
Sindrom pernapasan akut berat (SARS) adalah penyakit pernapasan virus yang disebabkan oleh virus corona SARS. Dilansir WHO, Meskipun kasus SARS terdeteksi sejak November 2002 sebagai bagian dari wabah yang muncul di Tiongkok dan kemudian menyebar ke 28 negara lain, patogen penyebab penyakit ini diidentifikasi sebagai virus corona pada akhir Februari 2003.
SARS juga dapat ditularkan secara tidak langsung melalui pengendapan virus pada permukaan melalui permukaan yang terkontaminasi yang telah disentuh oleh seseorang yang terinfeksi virus.
Sebagian besar pasien yang tertular SARS adalah orang dewasa yang sebelumnya sehat berusia 25–70 tahun. Beberapa kasus SARS yang dicurigai telah dilaporkan di antara anak-anak di bawah 15 tahun.
Demikian penjelasan mengenai perbedaan virus dan bakteri, beserta jenis-jenis penyakitnya. Semoga membantu mengenali gejala penyakit anak-anak dan keluarga di rumah, untuk memberikan penanganan yang tepat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)ARTIKEL TERKAIT
Parenting
3 Cara Mudah Mengasah Kepercayaan Diri Anak Sejak Usia Dini
Parenting
Kenali 13 Karakteristik Anak Usia Dini demi Mendukung Perkembangannya
Parenting
8 Tips Simpel & Asyik Ajarkan Anak Bahasa Inggris Dijamin Enggak Bosan
Parenting
6 Cara Membantu Anak Merasa Kompeten, Bunda Jangan Terlalu Perfeksionis
Parenting
10 Cara Melatih Mata agar Penglihatan Anak Tidak Lemah, Bunda Bisa Coba
5 Foto
Parenting
Bikin Gemas! Ini 5 Potret Terbaru Hamish Daud dan Sang Putri Zalina
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Radang Otak Anak: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati & Mengatasinya
5 Cara Mengatasi Anak Alami Diare & Muntah di Rumah, Kapan Tanda Perlu ke Dokter?
Gejala Tipes pada Anak 5 Tahun: Penyebab, Cara Mencegah & Mengatasinya