Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Wacana Siswa Belajar dari Rumah Batal, Sekolah Tetap Tatap Muka April 2026

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Rabu, 25 Mar 2026 12:20 WIB

Ilustrasi sekolah
Ilustrasi sekolah tatap muka / Foto: Getty Images/GlobalStock
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengungkapkan bahwa pembelajaran siswa diutamakan tetap berjalan secara offline atau luring (luar jaringan) di tengah krisis global yang terjadi.

Menurut Pratikno, keputusan ini sesuai dengan koordinasi bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dan Menteri Agama (Menag). Ia menyebut di sektor pendidikan proses belajar harus semakin optimal dan jangan sampai ada learning loss.

Menko PMK menyampaikan hal ini dalam arahan internal kepada kedeputian kesehatan dan kedeputian pendidikan Kemenko PMK pada Senin (23/3/2026). Ia menegaskan ulang arahan Presiden Prabowo pada sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026) bahwa situasi krisis global harus jadi momentum untuk mendorong percepatan agenda transformasi nasional.

Sekolah daring belum urgensi

Pratikno menyebut memang pernah ada diskusi soal kemungkinan metode hybird pembelajaran daring (dalam jaringan) dan luring. Namun, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian menyimpulkan pembelajaran daring tidak menjadi suatu urgensi sekarang ini.

"Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag, dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama," kata Pratikno seperti dilansir oleh Kemenko PMK, dikutip Rabu (25/3/2026).

Di sisi lain, ia menginstruksikan percepatan transformasi sistem pemerintahan berbasis elektronik, peningkatan kinerja birokrasi, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, dan efisiensi di segala bidang. Selain itu perjalanan dinas nonesensial diminta dipangkas, optimalisasi pertemuan dan rapat dilakukan secara daring, dan penerapan flexible working arrangement (FWA) secara terukur.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda