Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

5 Tips Mempersiapkan Anak Kembali Sekolah Setelah Libur Lebaran

Kinan   |   HaiBunda

Sabtu, 28 Mar 2026 15:10 WIB

Persiapan anak balik ke sekolah
Persiapan anak balik ke sekolah/ Foto: Getty Images/Rani Nurlaela Desandi
Daftar Isi

Setelah libur Lebaran, anak biasanya akan mulai merasa cemas karena akan tiba kembali waktunya sekolah dan rutinitas lainnya. Bagaimana cara mempersiapkan hal ini?

Kondisi ini kerap dikenal sebagai post-holiday blues atau post-holiday syndrome, Bunda. Ciri utamanya adalah rasa sedih atau kesepian saat liburan usai.

Saat libur Lebaran, biasanya anak akan diajak melakukan berbagai hal menyenangkan. Termasuk pergi ke tempat wisata, bertemu sanak saudara, serta bisa bermain sepanjang hari.

Ketika waktu liburan usai dan anak harus kembali melakukan rutinitas hariannya, termasuk sekolah, mereka pun jadi merasa tidak bersemangat.

Apa itu post-holiday blues?

Dikutip dari Very Well Mind, post-holiday blues biasanya merujuk pada kecemasan dan kesedihan yang muncul setelah masa liburan. Hal ini umum terjadi dan sering membuat anak tidak mood untuk kembali pada rutinitasnya. 

Biasanya kondisi ini tidak berlangsung lama, kebanyakan anak akan kembali beradaptasi untuk menjalani aktivitas hariannya setelah beberapa waktu.

Tapi meskipun merasa kecewa, lelah, atau bahkan sedih setelah liburan adalah hal yang normal, penting untuk memperhatikan berapa lama perasaan tersebut berlangsung ya, Bunda.

Tanda dan gejala post-holiday blues

Kondisi ini yang kadang disebut sebagai post-vacation syndrome ini juga menggambarkan bagaimana mental anak saat berusaha kembali ke rutinitas seperti biasa. 

Beberapa tanda bahwa anak mengalami post-holiday blues setelah libur Lebaran antara lain: 

1. Perasaan terasa 'kosong'

Berbagai alasan, termasuk kelelahan, dapat menyebabkan munculnya perasaan 'kosong' ini, Bunda.

Alasannya, musim liburan adalah waktu yang sangat padat. Setelah libur Lebaran dengan mudik, bepergian, dan bertemu banyak orang, anak rentan merasa sedih saat waktu ini usai.

2. Perubahan pola tidur

Saat liburan, tidak sedikit orang tua yang melonggarkan jam tidur anak, membiarkan anak begadang karena tidak perlu sekolah esok paginya. Hal ini dapat membuat anak kesulitan tidur lebih awal dan bangun pagi.

3. Tampak kelelahan

Dilansir New York Family, anak yang mengalami post-holiday depression dapat ditandai dengan adanya perasaan lelah dan lesu sepanjang hari, meskipun istirahatnya cukup. 

4. Sulit berkonsentrasi

Sulit berkonsentrasi saat belajar atau bahkan hingga mengalami penurunan prestasi di sekolah dapat dipicu oleh post holiday blues.

5. Tidak bersemangat saat beraktivitas

Gejala post-holiday blues berikutnya adalah tidak bersemangat saat beraktivitas. Anak-anak bisa tidak bersemangat saat melakukan kembali aktivitas hariannya karena merasa kegiatannya sangat membebani.

Faktor risiko post holiday blues

Post holiday blues atau post holiday syndrome dapat dipicu oleh berbagai faktor risiko, beberapa di antaranya adalah adanya rasa kehilangan atau kesepian ketika berpisah dengan saudara atau orang-orang terdekat.

Selain itu, post holiday blues dapat dipicu oleh adanya penurunan tingkat stimulasi dan kegembiraan, kurangnya kontak sosial secara umum, serta adanya perasaan takut untuk kembali ke rutinitas normal.

Tips mempersiapkan anak kembali sekolah setelah libur

Dikutip dari laman Kemenkes RI, post holiday blues merupakan reaksi yang wajar sebagai akibat dari peralihan dari suasana santai saat liburan ke kegiatan sehari-hari. 

Ada beberapa tips mempersiapkan anak kembali ke sekolah setelah libur, Bunda:

1. Kembali ke rutinitas secara bertahap

Beri kesempatan pada anak untuk beradaptasi setelah liburan. Hindari memaksakan anak untuk langsung belajar banyak.

Jika memungkinkan, sisihkan satu atau dua hari libur sebelum kembali untuk beradaptasi dengan aktivitas belajar. Manfaatkan masa ini untuk beristirahat, menyusun jadwal, dan mempersiapkan mental Si Kecil.

2. Atur pola tidur dan makan

Selama masa liburan, seringkali pola tidur dan makan anak mengalami perubahan. Secara bertahap, kembalikan kebiasaan sehat anak dengan tidur yang cukup dan menyantap makanan bergizi. 

3. Rencanakan hal menyenangkan setelah liburan

Sebelum berlibur, Bunda dapat merencanakan kegiatan menyenangkan untuk dilakukan setelah liburan usai, misalnya makan bersama atau menghabiskan waktu bersama di taman. 

Hal ini dapat membuat anak memahami bahwa tetap akan ada kesenangan baru meskipun liburan berakhir.

4. Lakukan aktivitas fisik

Beri anak sedikit kelonggaran dan biarkan ia bebas bermain sebelum mulai sibuk dengan berbagai kegiatan sekolah. Kegiatan fisik seperti olahraga, berenang, atau bersepeda juga terbukti membantu mengatasi perasaan cemas dan depresi.

Pergi ke taman atau tempat bernuansa alam lainnya juga dapat meningkatkan rasa kesejahteraan.

Rencanakan hal-hal kecil yang menggembirakan, seperti berkumpul dengan teman di akhir pekan atau merencanakan liburan berikutnya. Ini dapat memberikan motivasi bagi anak untuk kembali menjalani aktivitas di sekolah.

5. Fokus pada hal-hal yang dapat disyukuri

Latih anak untuk bersyukur atas pengalaman menyenangkan saat liburan, lalu seimbangkan dengan perlunya kembali ke rutinitas yang menawarkan peluang baru.

Jangan lupa ajak anak mengobrol juga ya, Bunda. Mendengarkan dan menyampaikan empati dan validasi atas apa yang dirasakan anak dapat berdampak signifikan pada ketahanan emosionalnya. 

Demikian ulasan tentang tips mempersiapkan anak kembali sekolah setelah libur Lebaran. Semoga bermanfaat ya, Bunda!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda