parenting
Alasan Mengapa Orang Tua Harus Membiarkan Anak Mengalami Kegagalan
HaiBunda
Selasa, 17 Mar 2026 18:50 WIB
Daftar Isi
Saat anak alami kegagalan, Bunda mungkin merasa sedih dan ingin sekali membantunya. Namun, tidak di setiap situasi orang tua harus melindunginya, membiarkannya sesekali mengalami kegagalan adalah pengalaman yang baik untuk tumbuh kembangnya.
Menurut ilmu psikologi, pertumbuhan dan perkembangan mental anak sudah mulai terbentuk sejak usia dini. Proses ini tentunya dipengaruhi oleh berbagai pengalaman serta cara anak belajar menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-harinya.
Terlebih saat anak memasuki usia sekolah, tantangan yang dihadapi pun semakin beragam, mulai dari akademik, pertemanan, hingga lingkungan baru. Pada fase inilah, orang tua dapat memberikan dukungan sekaligus kesempatan anak belajar menghadapi tantangan yang ditemui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, untuk memahaminya lebih lanjut, Bunda bisa simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Mengapa orang tua perlu membiarkan anak alami kegagalan?
Salah satu konsep membentuk mental anak yang perlu diketahui orang tua adalah failure immunity. Sebuah konsep parenting di mana anak perlu memahami bahwa kekecewaan, kesulitan, dan kegagalan dapat diatasi dan bukanlah akhir dari segalanya.
Seperti yang disampaikan seorang kepala sekolah dalam laman The Atlantic, Russell Shaw, menurutnya anak perlu belajar menghadapi stres dan kegagalan melalui pengalaman hidup agar memiliki ‘antibodi psikologis’, sebagaimana tubuh yang belajar melawan virus.Â
Antibodi psikologis tersebut dianggap sebagai daya tahan anak dalam menghadapi hal-hal yang di luar kepuasannya. Bila daya tahan tersebut tidak terbentuk, dikhawatirkan anak sulit akan untuk menghadapi berbagai tantangan hidup di masa depan.
Apa yang terjadi bila anak tidak diajarkan mengalami kegagalan
Menurut Shaw, anak yang selalu dilindungi dari kegagalan biasanya menjadi lebih takut mencoba, takut membuat kesalahan, terlalu perfeksionis, bahkan merasa sangat terpukul bila mengalami kegagalan yang tidak terduga, sekalipun itu adalah hal yang wajar.
Sebab anak selalu terbiasa diterima dan jarang mengalami kekecewaan, anak pun cenderung tidak siap ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan harapannya. Karenanya, anak menjadi lebih sulit mengelola stres atau menerima penolakan.Â
Apa yang dapat menghambat anak belajar menghadapi tantangan secara mandiri
Dalam beberapa kasus, pola pengasuhan yang modern justru membuat anak kurang memiliki kesempatan untuk belajar menghadapi tantangan. Salah satunya pola overprotective parenting, di mana orang tua sering menyelamatkan anak dari kesulitan.
Terdapat beberapa contoh pengasuhan orang tua yang dapat menghambat anak belajar menerima kesulitan dan kegagalan, seperti yang disampaikan berbagai ahli psikologis, meliputi:
- Orang tua selalu membantu mengerjakan PR anak.
- Orang tua selalu menemui guru ketika anak mendapatkan nilai buruk.
- Orang tua selalu membela anak ketika melanggar aturan di sekolah.
Sekilas apa yang dilakukan mungkin terlihat baik, Bunda. Namun, tindakan melindungi yang berlebihan tanpa disadari bisa memberikan pesan kepada anak bahwa mereka tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.
Hal ini dapat membuat anak kehilangan kepercayaan dan kemampuan diri sendiri. Misalnya, anak menjadi tidak terbiasa menghadapi masalah sendiri, sulit bertahan dalam tekanan, serta takut untuk mencoba kembali setelah mengalami kegagalan.
Apa yang seharusnya orang tua lakukan?
Tentunya membiarkan anak mengalami kegagalan adalah salah satu cara terbaik untuk membentuk diri mereka semakin kuat, Bunda. Ada kalanya orang tua perlu membiarkan anak memecahkan masalahnya sendiri, merasakan kekecewaan, dan belajar menghadapi kesulitan.
Terdapat beberapa cara yang direkomendasikan ahli kepada orang tua untuk membangun konsep failure immunity dalam sebuah parenting. Beberapa di antaranya sebagai berikut:
- Jangan terlalu cepat menyelamatkan anak: Bunda dapat membiarkan anak mencoba untuk mengatasi masalahnya sendiri. Cara ini akan membuat anak lebih bertanggung jawab dan mengasah kemampuan berpikir kritisnya.
- Beri dukungan tanpa mengambil alih: Saat anak menghadapi kesulitan atau kegagalan, Bunda bisa memberinya saran, masukan, atau arahan untuk mereka lakukan. Namun, hindari Bunda yang menyelesaikannya secara langsung.
- Normalisasi kegagalan: Bunda bisa menceritakan kegagalan yang dialami beserta solusi atau langkah yang dihadapinya. Cara ini akan menyadari anak bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses bertumbuh dan berkembang.
Demikian penjelasan yang dapat disampaikan mengenai alasan anak perlu mengalami kegagalan dalam menjalankan hidup. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Jelang Ujian Semester, Ajari Si Kecil Doa Memohon Ilmu Bermanfaat
Parenting
Anak Sudah Kenal Huruf, Cynthia Lamusu Bahagia tapi Bingung
Parenting
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Dilakukan agar Anak Lebih Mandiri
Parenting
5 Cara Mendidik Anak Laki-laki agar Mandiri dan Pemberani, Buat Zona Aman
Parenting
Berapa Usia Ideal Anak Masuk TK A? Bunda Perlu Tahu Nih
7 Foto
Parenting
7 Potret Natarina Anak Taufik Hidayat yang Kini Beranjak Dewasa
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kenapa Anak Orang Kaya Kadang Tidak Mandiri? Ternyata Ini 4 Kesalahan Bunda & Ayahnya
7 Alasan Bermain Kotor-kotoran Bagus untuk Perkembangan Anak
9 Ciri Anak yang Pernah Dipermalukan Saat Kecil Menurut Psikolog