parenting
Waspadai Risiko Obesitas pada Anak yang Makan Makanan Manis Berlebihan saat Lebaran
HaiBunda
Kamis, 26 Mar 2026 17:10 WIB
Daftar Isi
Saat Lebaran, anak-anak biasanya akan mengonsumsi makanan manis, seperti kue kering, cokelat, ataupun minuman manis. Namun, mengonsumsi makanan manis berlebihan bisa menimbulkan berbagai risiko kesehatan pada anak, seperti obesitas dan diabetes, lho.
Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Penyebabnya beragam, salah satunya adalah karena mengonsumsi makanan manis berlebihan.
Seperti yang kita tahu, makanan manis hampir selalu menjadi favorit anak-anak, Bunda. Tidak heran, saat Lebaran mereka semakin bersemangat karena berbagai makanan manis tersedia di meja.
Sebagai orang tua, penting untuk mengetahui berbagai risiko konsumsi makanan manis berlebihan saat Lebaran serta cara mengelola batasannya. HaiBunda berkesempatan mewawancarai salah satu dokter spesialis anak untuk memberikan penjelasan lengkapnya.
Yuk, simak dan jangan lupa catat poin pentingnya, Bunda.
Apa saja risiko kesehatan dari makanan manis
Menurut dokter spesialis anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, kalori yang berasal dari makanan manis akan tersimpan di dalam tubuh dan menjadi lemak, Bunda. Karenanya, penumpukan kalori yang tidak terolah dengan baik dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan.
“Kalau dikonsumsi berlebihan, makanan manis bisa menyebabkan karies gigi, peningkatan berat badan berlebih, gangguan pencernaan seperti kembung dan diare, hingga gangguan nafsu makan dan pola makan pada anak,” katanya yang disampaikan kepada HaiBunda.
Pada dasarnya, makanan manis memiliki daya tarik tersendiri sehingga membuat anak-anak ingin memakannya terus-menerus. Bahkan, bila tidak dikontrol dengan baik, hal tersebut dapat mempengaruhi nafsu makan serta pola makan pada anak, Bunda.
“Karena anak-anak kenyang duluan sama makanan manis, akibatnya ya nafsu makan anak sama makanan utama seperti nasi, lauk, dan sayur menjadi menurun. Mereka sudah terlalu kenyang sama makanan manis karena kalorinya besar,” tutur Aisya.
Dengan begitu, tubuh anak tidak menerima asupan dengan baik sehingga mampu berdampak kepada sejumlah risiko lainnya dalam jangka panjang. Maka dari itu, orang tua perlu membatasi konsumsi makanan manis pada anak.
Seberapa besar risiko obesitas pada anak yang makan makanan manis berlebihan
Makanan sebaiknya mengandung nutrisi serta gizi yang lengkap dan seimbang seperti protein, vitamin, dan mineral. Sementara itu, makanan manis hanya mengandung kalori yang tinggi.
Kalori yang masuk dalam jumlah banyak tanpa diimbangi aktivitas fisik nantinya dapat menumpuk di dalam tubuh, dan akhirnya tersimpan sebagai lemak. Meski bermanfaat untuk tubuh, lemak yang berlebih dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan.
Salah satunya adalah peningkatan berat badan berlebih, yang merupakan tanda-tanda obesitas. Melihat hal tersebut, disimpulkan bahwa konsumsi makanan manis membawa risiko obesitas pada anak cukup tinggi, apabila tidak diimbangi dengan pembakaran kalori.
“Jelas iya. Konsumsi makanan manis yang berlebihan bisa meningkatkan resiko kelebihan berat badan sampai dengan obesitas kalau jangka panjang ya,” tegasnya.
“Selain itu, obesitas juga dapat dipicu dari makanan yang tinggi lemak, seperti gorengan atau makanan bersantan berlebihan, tinggi garam seperti camilan kemasan, minuman manis dalam kemasan atau minuman yang bersoda,” tambahnya.
Batasan orang tua agar mengurangi risiko obesitas anak
Perlu diingat bahwa penting bagi orang tua untuk memberikan batasan agar anak mengonsumsi makanan manis secukupnya. Mengingat lebaran merupakan momen kebersamaan, tentunya batasan yang dibuat haruslah fleksibel agar tidak mengganggu kenyamanan anak.
Aisya menyarankan beberapa batasan yang dapat orang tua terapkan, sebagai berikut:
- Batasi konsumsi makanan manis sekitar 1-2 porsi dan terapkan di jam makan camilan.
- Berikan anak makan utama terlebih dahulu baru camilan.
- Hindari memberikan camilan manis saat perut kosong, khawatir anak kenyang dan tidak mau makan lagi.
- Hindari memberikan beberapa jenis makanan manis sekaligus dalam satu waktu.
Tips anak hindari obesitas karena makanan manis selama lebaran
Tentunya kita tidak ingin anak merasa terkekang di hari Lebaran yang spesial ini. Oleh karena itu, terdapat beberapa langkah untuk Bunda agar anak tetap bisa makan manis tanpa khawatir obesitas. Berikut beberapa tips yang dibagikan oleh Aisya:
1. Pastikan anak makan makanan pokok terlebih dahulu
Agar nafsu makan dan pola makan anak tetap terjaga, Bunda bisa mendahulukan pemberian makanan pokok seperti nasi, lauk, dan sayur untuk pemenuhan gizinya. Barulah setelah anak memakan makanan utama, Bunda bisa berikan anak makanan manis.
Cara ini bisa membuat anak kenyang lebih lama dan sehat, dibandingkan dengan kenyang karena terlalu banyak makan makanan manis. Nantinya, anak tidak akan terlalu tergoda untuk makan makanan manis saat Lebaran.
2. Sediakan camilan alternatif yang sehat
Selain makanan pokok, Bunda juga bisa memberikan anak camilan pengganti yang lebih sehat, seperti yoghurt dan buah potong. Yoghurt dan buah potong jauh lebih sehat dibandingkan makanan manis seperti kue kering atau cokelat karena manisnya alami dan tertakar.
3. Berikan air mineral yang cukup
Air mineral dapat membantu pencernaan anak serta menyeimbangkan konsumsi camilan manis. Pasalnya, makanan manis cenderung cepat dicerna sehingga anak lebih cepat merasa lapar kembali, Bunda.
4. Ajak anak bergerak aktif
Saat berkumpul dengan saudara, ajaklah anak untuk bermain bersama sepupu atau saudara lainnya. Bermain, bergerak, atau melakukan aktivitas fisik apapun dapat membakar kalori dan mengurangi penumpukan lemak di dalam tubuh.
Demikian penjelasan mengenai waspada risiko obesitas pada anak yang makan makanan manis berlebihan saat Lebaran. Semoga informasinya bermanfaat dan semoga sehat selalu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Tidur di Atas Jam 9 Malam Tingkatkan Kemungkinan Risiko Obesitas pada Anak
Parenting
Cara Mudah Mencegah Obesitas pada Anak
Parenting
3 Penyebab Obesitas pada Anak & Tips Mencegahnya
Parenting
Menguak Mitos Anak Gemuk Air, Benarkah Karena Kebanyakan Air Putih?
Parenting
Cara Tepat Membatasi Anak Makan Camilan Manis
7 Foto
Parenting
7 Potret Kenzie Asal Bekasi, Bayi Obesitas Berbobot 27 Kg di Usia 16 Bulan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda