Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

8 dari 10 Anak Butuh HP atau TV saat Makan, Pakar Peringatkan Dampaknya

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Minggu, 15 Mar 2026 17:55 WIB

8 dari 10 Anak Butuh HP atau TV saat Makan, Pakar Peringatkan Dampaknya
Ilustrasi Anak Main HP saat makan/Foto: Getty Images/Kunlathida Petchuen
Jakarta -

Saat makan, anak-anak kini semakin sibuk dengan layar. Mereka menonton video atau memainkan handphone supaya mau menyuap makanannya sedikit demi sedikit hingga selesai.

Awalnya, hal ini tampak praktis dan membantu Bunda agar anak cepat selesai makan. Namun, para ahli mengingatkan bahwa terlalu sering melihat handphone atau televisi bisa berpengaruh pada cara anak mengenali rasa lapar, makanan, dan bahkan emosinya.

Dikutip dari Times of India, sebuah penelitian di Departemen Psikologi Universitas Saurashtra menunjukkan bahwa 8 dari 10 anak membutuhkan handphone saat makan. Studi ini dilakukan oleh para mahasiswa dengan melibatkan 940 anak di bawah usia sepuluh tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lantas, apa dampak ketika anak menggunakan handphone atau menonton TV sambil makan? Simak penjelasan selengkapnya dari para pakar.

Dampak anak menggunakan HP atau TV saat makan

Ketergantungan anak pada handphone atau TV saat makan ternyata bisa berdampak cukup serius. Berdasarkan informasi dari Universitas Saurashtra, kebiasaan ini akan berdampak jangka panjang pada kesehatan mental dan fisik mereka.

Kepala Departemen Psikologi di Universitas Saurashtra, dr. Yogesh Jogsan, menjelaskan bahwa dahulu, keluarga sering duduk bersama di meja makan dan berbagi cerita tentang hari mereka. Namun kini, anak-anak kehilangan momen tersebut.

"Dahulu, keluarga sering duduk bersama di meja makan, berbagi cerita tentang hari mereka. Percakapan-percakapan itu mengajarkan anak-anak keterampilan berbahasa, komunikasi yang penuh hormat, dan pentingnya hubungan," kata Jogsan.

"Saat ini, anak-anak kehilangan kesempatan-kesempatan ini, yang dapat menghambat pertumbuhan kosakata dan perkembangan sosial mereka," lanjutnya.

Akibatnya, anak bisa makan berlebihan atau justru terlalu sedikit, dan lama-kelamaan mereka terbiasa mengandalkan layar untuk menghabiskan makannya. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat menyebabkan:

  • Kemampuan mengunyah yang lemah.
  • Waktu makan menjadi lebih lama dari seharusnya.
  • Risiko munculnya rasa tidak nyaman di perut meningkat.

Lantas bagaimana dengan anak menonton TV? Menilik dari laman BBC, banyak penelitian menemukan bahwa paparan iklan makanan yang ditampilkan di TV dapat membuat anak cenderung makan lebih banyak dari biasanya.

Namun, yang paling dikhawatirkan adalah iklan makanan tersebut membuat anak lebih sering mengonsumsi makanan tidak sehat, yang bisa memicu berbagai penyakit, termasuk jantung.

Tidak hanya itu, kebiasaan anak makan sambil menonton TV juga bikin mereka cenderung memilih makanan yang sering diiklankan, Bunda.

"Bukti menunjukkan bahwa bahkan paparan singkat terhadap iklan makanan dapat membuat anak-anak lebih cenderung memilih makanan yang diiklankan, dan paparan berulang memperkuat preferensi ini," ujar seorang peneliti di Universitas São Paulo di Brasil, Fernanda Rauber.

Rauber juga melihat bahwa anak-anak lebih sering memilih makanan siap saji atau camilan kemasan saat menonton TV. Hal ini karena jenis makanan tersebut dianggap lebih praktis untuk dimakan sambil menonton.

Dilansir dari Business Standard, penelitian menunjukkan bahwa anak yang sering menatap layar cenderung lebih banyak 'ngemil'. Mereka juga lebih suka makanan tinggi kalori, sehingga risiko obesitas pun meningkat. 

Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, keinginan anak terhadap makanan tidak sehat jadi terbentuk, Bunda. Anak menjadi lebih mudah tergoda dan sulit untuk mengontrol jumlah makanannya.

Cara membangun kebiasaan makan yang lebih sehat

Sebagai orang tua, kita harus memulai lebih dahulu supaya anak meniru kebiasaan yang baik. Mengutip dari Business Standard, ada beberapa cara untuk membangun kebiasaan makan yang lebih sehat. Berikut deretannya:

  • Ciptakan kebiasaan makan tanpa kehadiran layar.
  • Ajak keluarga berbincang saat makan bersama.
  • Ganti handphone dengan bercerita supaya anak tetap tertarik.
  • Libatkan anak dalam memilih menu dan membantu menyiapkan makanan.
  • Berikan kesempatan pada anak untuk mencoba berbagai tekstur dan rasa pada makanan.

Lewat cara ini, anak lebih mudah mengenali rasa lapar dan kenyangnya, Bunda. Meski handphone dan TV sudah jadi bagian dari keseharian anak, menjauhkan layar saat makan tetap efektif agar mereka terbiasa makan dengan baik.

Itulah tentang 8 dari 10 anak membutuhkan HP atau TV saat makan, beserta dampak yang perlu diperhatikan menurut para pakar.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda