Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Mata Anak yang Suka Main HP Bisa Jadi Juling, Benarkah?

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Senin, 30 Mar 2026 15:00 WIB

Mata juling anak
Mata juling anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Bilanol
Daftar Isi

Bicara tentang main HP atau handphone di era digital ini, tentu menyimpan kekhawatiran mengenai efek sampingnya. Bahkan kini, penggunaan HP semakin menyasar anak-anak. Mulai dari hiburan seperti menonton video, main gim, hingga berkomunikasi untuk tugas sekolah.

Sebagai orang tua, kita perlu menetapkan aturan dan batasan yang jelas agar kegiatan tersebut tidak menimbulkan kecanduan dan merusak kesehatan, terutama kesehatan mata.

Ada beberapa masalah kesehatan mata yang dapat ditimbulkan dari aktivitas main HP yang berlebihan. Salah satunya menyebabkan mata juling. Namun, benarkah mata anak yang berubah menjadi juling karena anak suka main HP? Simak faktanya berikut ini!

Apakah benar mata anak yang suka main HP jadi juling?

Strabismus, yang umumnya dikenal sebagai mata juling, adalah kondisi penglihatan di mana seseorang tidak dapat menyelaraskan kedua mata secara bersamaan dalam kondisi normal. Salah satu atau kedua mata dapat berputar ke dalam, ke luar, ke atas, atau ke bawah.

Menurut sebuah studi yang dilakukan di tahun 2016 oleh para dokter di Rumah Sakit Universitas Nasional Chonnam di Seoul, penggunaan smartphone yang berlebihan oleh anak-anak di bawah usia lima tahun dapat menyebabkan mereka menderita deviasi mata.

Sedangkan menurut ulasan yang dirilis NDTV, dijelaskan bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan memang dapat menyebabkan strabismus konvergen.

Studi ini juga menemukan bahwa anak-anak memegang smartphone terlalu dekat dengan wajah mereka. Selama penelitian, dicatat bahwa anak-anak memegang smartphone 20 cm hingga 30 cm dari wajah mereka.

Para peneliti mengatakan bahwa kondisi ini menjadi lebih umum pada anak-anak, padahal sebelumnya cukup jarang terjadi. Studi di Korea Selatan ini dilakukan pada 12 anak, berusia antara 7 dan 16 tahun yang menggunakan smartphone selama 4 hingga 8 jam sehari.

Para dokter menemukan bahwa mereka berhasil mengobati efek ini pada 9 anak dengan melarang mereka menggunakan smartphone selama hampir dua bulan. Menurut mereka, ini membuktikan adanya hubungan antara penggunaan smartphone yang berlebihan dan kondisi tersebut.

Sementara, melalui penelitian yang dilakukan oleh dokter dari Advanced Eye Center di PGI dan dipublikasi dalam jurnal International Neuro-Oftalmologi, menemukan hal yang sama.

Penelitian tersebut mendokumentasikan kasus tiga anak berusia 8 tahun, 10 tahun, dan 12 tahun yang mengidap mata juling serta penglihatan ganda. Kondisi tersebut terjadi setelah mereka menggunakan ponsel selama lebih dari empat jam per hari, selama sebulan di musim panas. Setelah penghentian penggunaan ponsel, anak-anak ini pun pulih sepenuhnya dalam waktu 3-8 minggu.

"(Kondisi) Ini membuka mata kita semua. Saat ini departemen sedang menyelidiki dampak buruk smartphone terhadap mata manusia. Sampai kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang akar penyebab kerusakan ini, kita harus memastikan bahwa anak-anak menghindari penggunaan ponsel pintar (atau) menggunakan ponsel secara berlebihan," ujar rekan peneliti dan penulis pertama, Dr. Savleen Kaur, dikutip dari Times of India.

Ciri-ciri mata anak yang suka main HP

Sebagai orang tua, tentu kita perlu memberikan aturan dan batasan dalam penggunaan HP. Penggunaan HP yang menyalahi aturan dan tidak dalam batas sehat berdampak pada kesehatan. Tak hanya kecanduan jika berlebihan, ada beberapa ciri mata anak yang bisa kita jumpai:

Kelelahan mata

Dilansir Healthy Children, otot-otot di sekitar mata, seperti otot lainnya, dapat lelah karena penggunaan terus-menerus. Berkonsentrasi pada layar dalam waktu lama dapat menyebabkan kesulitan konsentrasi dan sakit kepala yang berpusat di sekitar pelipis dan mata. Anak-anak juga mungkin menggunakan perangkat layar di tempat dengan pencahayaan yang kurang ideal, menyebabkan kelelahan akibat menyipitkan mata.

Penglihatan kabur

Menatap jarak yang sama dalam waktu lama dapat menyebabkan sistem fokus mata mengalami kejang atau "terkunci" sementara. Kondisi ini, yang disebut kejang akomodasi, menyebabkan penglihatan anak menjadi kabur ketika ia mengalihkan pandangannya dari layar.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan gadget dan aktivitas dalam ruangan jarak dekat lainnya dapat memicu peningkatan angka miopia (rabun dekat) di kalangan anak-anak, meskipun hal ini belum terbukti. Lebih banyak waktu bermain di luar ruangan dapat menghasilkan perkembangan penglihatan yang lebih sehat pada anak-anak.

Mata kering

Studi menunjukkan bahwa orang berkedip jauh lebih jarang ketika berkonsentrasi pada layar digital. Hal ini dapat membuat mata kering dan iritasi. Penggunaan komputer desktop dan laptop dapat sangat berat bagi mata anak-anak, karena biasanya terletak lebih tinggi di bidang visual daripada buku, misalnya. Akibatnya, kelopak mata atas cenderung terbuka lebih lebar, mempercepat penguapan lapisan air mata.

Cara mencegah kerusakan mata anak akibat main HP

Menghindarkan anak sepenuhnya dari paparan smartphone dari kehidupan anak-anak rasanya sulit dilakukan. Perangkat tersebut merupakan bagian dari kehidupan di dunia modern. Salah satu yang dapat kita lakukan adalah melindungi mata anak dengan mengajarkan mereka kebiasaan waktu layar yang sehat.

Strategi yang lebih baik adalah dengan mempraktikkan kebiasaan sehat yang konsisten, untuk melindungi mata anak selama waktu main HP. Berikut cara yang dapat bunda coba di rumah:

Aturan 20-20-20-2

Fokus pada "tugas jarak dekat" seperti membaca, menulis, atau menatap layar dapat meningkatkan tuntutan pada sistem fokus mikroskopis mata. Itu sebabnya, mata Si Kecil membutuhkan istirahat untuk mengatur ulang sistem fokusnya. Gunakan "aturan 20-20-20-2."

Selama tugas  yang membutuhkan konsentrasi tinggi, dorong anak untuk menghentikan fokus setiap 20 menit, fokus pada sesuatu yang berjarak setidaknya 20 kaki selama 20 detik, dan berkedip 20 kali. Ini memungkinkan mata untuk rileks dan kembali ke posisi alami dan pengaturan dasarnya.

Anak-anak tidak selalu pandai mengatur waktu, terutama ketika mereka asyik bermain game atau menonton film, jadi pertimbangkan untuk menggunakan pengatur waktu untuk mendorong mereka beristirahat.

Angka "2" terakhir adalah rekomendasi untuk bermain di luar ruangan selama dua jam setiap hari untuk merangsang perkembangan sistem fokus mata anak yang sehat dan mencegah rabun dekat.

Ukuran dan jarak layar

Semakin kecil dan dekat layar, semakin keras mata anak harus bekerja untuk fokus padanya. Jika memungkinkan, dorong anak untuk bekerja di layar yang lebih besar, seperti laptop atau komputer desktop, daripada layar ponsel yang kecil.

Dilansir Children’s Hospital of Philadelphia, posisikan layar setidaknya sejauh lengan untuk meminimalkan ketegangan mata. Layar harus diposisikan sehingga anak Anda melihat sedikit ke bawah, bukan ke atas. Pertimbangkan untuk mengikuti aturan 1-2-10 dalam hal penempatan layar: Pegang ponsel sejauh 1 kaki; duduk 2 kaki dari laptop dan desktop; dan dorong anak-anak untuk duduk 10 kaki dari televisi.

Hilangkan pantulan cahaya

Semakin banyak pantulan pada layar komputer anak, semakin keras mata mereka harus bekerja. Turunkan pengaturan kecerahan pada komputer dan perangkat lain anak  (seringkali ada pengaturan yang akan melakukan ini secara otomatis) dan perhatikan pantulan cahaya pada layar untuk memastikan kenyamanan saat menonton.

Periksa mata anak

Jadikan pemeriksaan mata rutin sebagai bagian dari jadwal perawatan kesehatan rutin anak. Pastikan Si Kecil mendapat pemeriksaan penglihatan tahunan di sekolah, atau kontrol mata secara rutin ke dokter mata.

Meskipun anak Anda memiliki hasil pemeriksaan penglihatan normal, mereka masih berisiko mengalami astenopia atau masalah mata lainnya. Jika anak mengeluh sakit kepala terus-menerus, mata kering atau iritasi, atau nyeri mata, penting untuk menjadwalkan pemeriksaan mata komprehensif dengan dokter spesialis mata anak atau ahli optometri.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda