parenting
Alasan Balita Hanya Mau Sama Bunda, Benarkah Anak Punya Orang Tua Favorit?
HaiBunda
Selasa, 17 Mar 2026 20:45 WIB
Daftar Isi
Saat Si Kecil bersama Bunda, pernahkah ia terlihat lebih manja, cengeng, atau tidak mau berpisah? Terkadang ia juga hanya mau melakukan sesuatu bila bersama Bunda. Sikapnya ini bisa membuat Ayah atau orang di sekitarnya merasa ditolak dan bertanya-tanya.
Umumnya kebiasaan nempel ini, disebabkan bonding ibu dan anak yang begitu kuat, Bunda. Namun, apabila ini terjadi pada keluarga Bunda dan menimbulkan situasi yang kurang mengenakan, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasinya.
Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal keterikatan emosional anak dengan orang tua
Keterikatan emosional anak dengan orang tua adalah bagaimana anak bersikap lebih dekat dengan salah satu atau kedua orang tua mereka. Pada dasarnya, anak akan menaruh orang tua sebagai satu-satunya orang yang dipercaya dan dianggap mampu memberikan rasa aman.
Mengutip dari laman Parents, sering kali anak yang memiliki keterikatan emosional dengan orang tua cenderung memfavoritkan salah satu di antara ibu dan ayah. Nantinya, anak menjadi susah lepas atau selalu bergantung karena mulai mendapat kenyamanan yang diinginkan.
Sementara itu, orang tua yang dianggap tidak difavoritkan anak akan merasa terabaikan. Tak jarang, hal ini bisa memengaruhi kondisi kesehatan mental mereka, Bunda.
Mengapa anak hanya mau sama Bunda ketimbang Ayah?
Berdasarkan pengamatan para ahli, anak-anak cenderung memiliki ikatan yang lebih kuat dengan ibu. Nah, bonding ibu dan anak ini ternyata sudah mulai terbentuk sejak bayi, lho.
Tentunya setiap ibu yang memiliki anak bayi menghabiskan banyak waktu untuk mengasuhnya, mulai dari memberikan ASI, makanan pendamping ASI, menenangkannya ketika menangis, hingga menjadi teman bermainnya. Mulai dari sini, ikatan tersebut terbentuk.
Kemudian, seiring bertambahnya usia mereka, anak membutuhkan sosok yang dapat menjadi tameng atau tempat ternyamannya saat ingin menjalani hidup yang mandiri. Lagi-lagi, Bunda lah yang sering mereka anggap sebagai ‘rumah’ karena dirasa paling mengerti.
Pada intinya, Bunda lebih terlibat dalam kehidupan anak, baik secara mental maupun fisik. Meski begitu, bukan berarti Ayah tidak disukai, hal ini bisa saja dipengaruhi oleh perbedaan gaya pengasuhan atau cara Ayah menunjukkan kasih sayang kepada anak.
Apakah kondisi seperti ini baik bagi anak dan orang tua?
Berdasarkan studi klinis yang diungkap dalam laman Dr. Golly, preferensi anak terhadap orang tua favorit merupakan salah satu fase dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Seiring berjalannya waktu, anak akan menjadi lebih adaptif dan menerima perlakuan dari siapapun, Bunda.
Namun, bonding ibu dan anak yang terlalu kuat juga bisa melelahkan. Anak-anak jadi selalu bergantung dan sulit berpisah dengan kita. Terkadang, inilah yang membuat Bunda seolah tidak memiliki waktu istirahat dan sulit untuk melakukan sesuatu tanpanya.
Sementara itu, bagi orang tua yang tidak begitu difavoritkan, mereka akan merasa ditolak atau diabaikan, overthinking, lelah secara emosional, serta sulit mendukung anak atau pasangan mereka secara terang-terangan.
Bagaimana caranya agar bonding anak sama rata dengan kedua orang tuanya
Berikut beberaoa cara agar ikatan anak dengan kedua orang tua terjalin dengan baik, dilansir dari penuturan seorang mediator keluarga profesional, Stefanie Peachey.
1. Ciptakan kebersamaan dengan kedua orang tua
Sebisa mungkin, Bunda dan Ayah membuat sebuah rutinitas sederhana yang melibatkan anak. Misalnya, sarapan bersama, pergi sekolah bersama, atau menghabiskan libur akhir pekan di taman bersama-sama.
Orang tua yang menghabiskan waktu dengan anak secara intens akan membentuk bonding yang semakin kuat. Kehadiran kedua orang tua juga dapat dijadikan momen untuk berbagi tanggung jawab pengasuhan.
2. Sesuaikan gaya pengasuhan dan berikan batasan
Salah satu kunci utama dalam mengasuh anak adalah komunikasi yang terbuka dan jujur. Baik orang tua yang difavoritkan atau tidak, Bunda dan Ayah perlu bekerja sama untuk menyelaraskan pola pengasuhan anak agar anak mengerti kedua peran orang tua sangat penting.
Jika Bunda dan Ayah terjadi perbedaan pendapat, tidak ada salahnya untuk mendiskusikan terlebih dahulu sebelum disampaikan kepada anak, terlebih jika ditemukan sebuah kondisi yang mengharuskan orang tua meyakinkan anak.
3. Membangun rutinitas yang membuat anak lebih mandiri
Orang tua dapat mengajarkan anak untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri, seperti makan, memakai baju, menyikat gigi, mandi, dan tidur sendiri. Bila dilakukan secara konsisten setiap hari, anak akan mulai mengurangi ketergantungan dengan orang tua.
Selain rutinitas harian, Bunda dan Ayah juga bisa membuat kebiasaan tertentu yang bisa dilakukan secara bergantian, seperti sarapan bersama atau menemani anak bermain. Rutinitas dan kebiasaan seperti ini dapat membantu memperkuat bonding anak dengan kedua orang tua.Â
Demikian penjelasan mengapa bonding ibu dan anak membuat balita hanya mau sama sama Bunda. Semoga informasinya bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Mengapa Bunda sering Dianggap Lebih Sayang kepada Anak Laki-laki? Ini Kata Studi
9 Tanda Anak Butuh Perhatian agar Tak Merasa Diabaikan
Tanpa Disadari Orang Tua Bersikap Berbeda pada Anak yang Kurang Menarik