parenting
Amankah Anak Sering Buang Air Kecil tapi Tidak Sakit? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
HaiBunda
Selasa, 10 Mar 2026 18:50 WIB
Daftar Isi
Anak sering buang air kecil tapi tidak sakit sering kali membuat orang tua khawatir. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab kondisi ini terjadi?
Pada dasarnya buang air kecil merupakan salah satu proses pembuangan yang penting bagi tubuh. Hal ini pun melibatkan kerja banyak organ, termasuk ginjal, kandung kemih dan saluran kemih.
Tujuan dari buang air kecil adalah untuk membuat sisa-sisa metabolisme dalam tubuh. Frekuensi yang teratur pun diperlukan supaya keseimbangan metabolisme tubuh tetap terjaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Frekuensi buang air kecil pada anak
Dalam kondisi sehat, sistem saluran kemih memiliki kemampuan untuk menampung dan membuang urine. Pada anak-anak, kemampuan untuk mengendalikan kapan menampung dan kapan membuang urine memerlukan proses belajar.
Kemampuan ini pun akan meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Sebagai contoh, bayi akan lebih sering mengompol karena belum memiliki kemampuan optimal mengendalikan pembuangan urine.Â
|
Baca Juga : Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?
|
Kebanyakan anak mulai bisa mengontrol saluran kemihnya pada siang hari saat menginjak usia 4 tahun.
Rata-rata frekuensi buang air kecil seseorang bergantung pada usia dan volume air yang diminum. Pada anak-anak, biasanya mereka akan buang air kecil setiap 2-3 jam sekali.
Frekuensi buang air kecil yang jarang kemungkinan terjadi karena kurang minum air putih, terutama bila warna urinenya pekat dan jumlahnya sedikit.Â
Waspadai juga jika keluhan ini disertai kondisi lain seperti demam tinggi, muntah atau diare sebelumnya, serta ada darah dalam urine.Â
Sebaliknya, anak sering buang air kecil tapi tidak sakit juga perlu diperhatikan. Kondisi ini dapat menunjukkan adanya masalah, termasuk seperti infeksi saluran kemih.
Penyebab anak sering buang air kecil
Ada beberapa kemungkinan penyebab anak sering buang air kecil, Bunda. Berikut penjelasannya:
1. Overactive bladder
Salah satu penyebab anak sering buang air kecil tapi tidak sakit adalah kandung kemih terlalu aktif atau overactive bladder.
Otot-otot di sekitar uretra, yang merupakan saluran dari kandung kemih tempat urine keluar, juga dapat terpengaruh.
Otot-otot ini sebenarnya berfungsi untuk mencegah urine keluar dari tubuh, tetapi bisa sulit dikendalikan jika kandung kemih mengalami kontraksi yang kuat.
2. Pollakiuria
Dikutip dari Medical News Today, penyebab lain dari kandung kemih terlalu aktif adalah pollakiuria. Sampai saat ini, dokter belum mengetahui penyebab pasti pollakiuria.Â
Kondisi ini cenderung memengaruhi anak usia sekitar 5 atau 6 tahun, tetapi juga dapat terjadi pada anak usia 3 hingga 14 tahun.
Dalam beberapa kasus, orang tua mungkin perlu mengidentifikasi pemicu atau stres pada anak. Pemicu atau stres tersebut dapat menyebabkan keinginan buang air kecil dan memicu kondisi ini terjadi.
Anak yang mengalami pollakiuria akan buang air kecil sangat sering. Dalam beberapa kasus, mereka bisa buang air kecil setiap 5-10 menit.
3. Terlalu banyak mengonsumsi kafein
Penyebab anak menjadi sering buang air kecil lainnya yakni terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman kafein. Seperti diketahui, peningkatan konsumsi kafein akan memberikan efek stimulasi pada kandungan kemih.
Penyebab lain kandung kemih terlalu aktif pada anak meliputi:
- Konsumsi bahan makanan yang mungkin menimbulkan alergi pada anak
- Kecemasan
- Kapasitas kandung kemih yang kecil
- Kelainan struktural pada kandung kemih atau uretra
- Sembelit
- Tidak mengosongkan kandung kemih sepenuhnyaÂ
- Obstructive sleep apnea
Bagaimana cara mengatasinya?
Dalam sebagian besar kasus, masalah kandung kemih terlalu aktif akan hilang sendiri seiring bertambahnya usia anak.
Anak akan melewati proses belajar merespons sinyal tubuh untuk buang air kecil dengan lebih tepat waktu, sehingga kapasitas kandung kemih dapat lebih terkendali.Â
Selain itu, dikutip dari Web MD kandung kemih yang terlalu aktif karena faktor stres juga dapat membaik setelah pemicunya berakhir.
Jika tubuh anak tidak dapat mengatasi kondisi ini dengan sendirinya, cara lain termasuk melatih kinerja kandung kemih dan penggunaan obat mungkin diperlukan.
Anak bisa melakukan latihan untuk memperkuat dan mengkoordinasikan otot uretra serta kandung kemih agar dapat mengontrol buang air kecil.
Cara-cara tambahan lain untuk membantu mengatasi kandung kemih terlalu aktif meliputi:
- Menghindari konsumsi kafein atau bahan lain yang dapat memicu kandung kemih terlalu aktif
- Menerapkan jadwal buang air kecil secara teratur, misalnya setiap dua jam
- Ajarkan kebiasaan buang air kecil yang sehat, seperti tidak terburu-buru saat buang air kecil dan merilekskan otot selama proses tersebut
Jika kandung kemih terlalu aktif disebabkan oleh infeksi saluran kemih, dokter anak mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi tersebut, Bunda.
Kapan perlu ke dokter?
Jika anak masih menunjukkan tanda-tanda sering buang air kecil hingga berusia 7 tahun, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.Â
Nantinya dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk memeriksa penyebab yang mendasari gejala-gejala tersebut. Tes ini mungkin termasuk pada pemeriksaan sampel urine untuk mengetahui adanya infeksi dan USG untuk mencari kelainan pada kinerja kandung kemih atau sistem urinearia.
Segera juga cek ke dokter jika lama-kelamaan peningkatan frekuensi buang air kecil disertai dengan rasa nyeri atau demam, ini kemungkinan disebabkan oleh infeksi.
Itulah penjelasan tentang anak sering buang air kecil tapi tidak sakit. Pastikan untuk selalu mengontrol kondisi anak supaya bisa ditemukan penyebab pasti dan cara tepat mengatasinya ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Yuk, Simak Saran Dokter Sebelum Memijat Bayi
Parenting
Gangguan Spektrum Autisme: Gejala, Faktor Risiko & Cara Mengatasinya
Parenting
Cara Lingkar Kepala Bayi Baru Lahir, Simak Angka Normal untuk Anak Laki-laki & Perempuan
Parenting
Benarkah Penggunaan Baby Walker Aman untuk Anak Belajar Jalan?
Parenting
6 Cara Merawat Gigi Bayi 6-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu
5 Foto
Parenting
5 Potret Cute Baby Regina Anak Ahok & Puput Nastiti Bareng Dua Kakaknya
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Red Flag pada Bayi Baru Lahir yang Perlu Bunda Tahu
Rutinitas Bayi Baru Lahir yang Perlu Diketahui Orang Tua
Ketahui Penyebab Pusar Bayi Menonjol, Kapan Tanda Harus ke Dokter?