Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Berat Badan Anak Susah Naik? Dokter Ungkap Cara Mencegah Risiko Stunting Sejak Dini

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 09 Mar 2026 16:00 WIB

Ilustrasi timbangan anak
Ilustrasi Berat Badan Anak Susah Naik? Dokter Ungkap Cara Mencegah Risiko Stunting Sejak Dini/Foto: Getty Images/bulentumut
Daftar Isi
Jakarta -

Hampir semua Bunda tentu khawatir ketika berat badan anak susah naik. Padahal, pencapaian berat badan ideal menjadi salah satu indikator penting untuk menilai kecukupan gizi, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak optimal, baik secara fisik maupun kognitif.

Kondisi berat badan kurang pada balita pun tampaknya masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, mencatat bahwa prevalensi underweight mencapai 16,8 persen.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya, Bunda. Situasi ini perlu mendapat perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko stunting apabila tidak segera ditangani.

Berat badan susah naik jadi tanda gangguan pertumbuhan dan risiko stunting

Dokter Spesialis Anak, dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A. mengungkap bahwa status gizi anak adalah salah satu tolak ukur penilaian tercukupinya kebutuhan asupan gizi harian serta penggunaan zat gizi tersebut oleh tubuh.

Lebih lanjut, ia mengatakan berat dan tinggi badan menjadi dua parameter penting untuk menilai status gizi anak.

"Berat badan dan tinggi badan merupakan dua parameter penting dalam penilaian status gizi anak. Orang tua dianjurkan menimbang berat badan anak minimal sebulan sekali pada anak usia di bawah satu tahun dan minimal tiga bulan sekali sampai anak usia dua tahun oleh petugas kesehatan," ungkap dr. Ian.

Anak akan tumbuh dengan optimal ketika kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Sebaliknya, jika tidak, status gizi mereka mungkin bermasalah yang akan berisiko pada tumbuh kembangnya hingga dewasa.

“Jika asupan nutrisi anak senantiasa terpenuhi dan digunakan seoptimal mungkin, tentu tumbuh kembangnya akan optimal. Namun, jika sebaliknya, status gizi Si Kecil bisa saja bermasalah sehingga berisiko memengaruhi tumbuh kembangnya hingga dewasa kelak,” jelasnya.

Oleh karena itu, gejala berat badan kurang atau susah naik perlu diwaspadai karena menjadi tanda adanya gangguan pertumbuhan dan bisa meningkatkan risiko stunting pada anak.

“Berat badan seret pada anak dapat menandakan gangguan pertumbuhan dan risiko stunting yang perlu segera diatasi,” ujar dr. Ian.

Cara mencegah risiko stunting pada anak

Meski perlu waspada, dokter mengingatkan untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir karena ada beberapa cara yang dapat Bunda lakukan untuk mencegah risiko stunting pada anak.

“Padahal tenang saja, naikin berat badan itu enggak susah asal tahu caranya,” ujar dr. Ian.

1. Memenuhi kebutuhan nutrisi anak

Dalam upaya mencegah atau mengatasi berat badan kurang, penting untuk memenuhi kebutuhan gizi yang tepat. Mulai dari memastikan setiap menu makan anak ada sumber karbohidrat, protein hewani, sayur, dan lemak sehat.

“Protein hewani seperti telur, ikan, ayam, atau daging serta susu sangat penting untuk mendukung pertumbuhan. Tidak harus menu yang rumit, tetapi komposisinya seimbang,” jelasnya.

2. Lakukan pemantauan pertumbuhan secara rutin

Selain itu, Bunda juga dianjurkan melakukan pemantauan pertumbuhan secara rutin oleh petugas posyandu, puskesmas, atau rumah sakit.

“Deteksi dini memungkinkan intervensi lebih cepat, sehingga risiko masalah kesehatan gizi anak dan dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak dapat dicegah. Dengan berkonsultasi, orang tua bisa menyesuaikan kebutuhan yang tepat dengan kondisi anak,” tutur Ian.

3. Minum susu tinggi kalori

Dokter juga menyarankan untuk minum susu tinggi kalori, jika memang diperlukan untuk menaikkan berat badan anak. Namun, perlu diingat bahwa pemberian susu ini juga harus sesuai dengan rekomendasi ahli atau dokternya, Bunda.

“Jika diperlukan, pada kondisi berat badan rendah dan berat badan seret atau sulit naik biasanya dokter juga bisa merekomendasikan pemberian konsumsi susu tinggi kalori untuk mengejar kenaikan berat badan,” ujar Ian.

“Namun, perlu diingat, pemberian susu tinggi kalori ini harus dengan rekomendasi dan pemantauan dokter spesialis anak,” sambungnya.

Nah, itulah penjelasan terkait cara mencegah stunting dengan menaikkan berat badan pada anak. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda