Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Perlukah Anak Langsung Dimarahi saat Berbohong soal Puasa? Ini Kata Ustazah

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Rabu, 04 Mar 2026 07:50 WIB

Perlukah Anak Langsung Dimarahi saat Berbohong soal Puasa?
Ilustrasi Anak saat Berbohong soal Puasa/Foto: Getty Images/Shelyna Long
Daftar Isi
Jakarta -

Siapa nih yang pernah mendengar anak mengatakan, "Aku puasa kok, Bun!" padahal cuma di depan Bundanya saja? Hal ini biasanya terjadi karena anak ingin terlihat patuh atau takut mengecewakan orang tuanya.

Dilansir dari buku Anak Saleh Rajin Puasa Ramadhan karya Ajen Dianawati, puasa artinya menahan diri dari makan, minum, atau segala hal yang membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Ibadah ini dilakukan dengan niat tulus untuk mensucikan diri dan hati semata-mata karena Allah SWT.

Bulan puasa dikenal juga sebagai bulan Ramadan, di mana ibadah puasa dijalankan setiap tahun selama satu bulan penuh. Puasa Ramadan hukumnya fardhu'ain bagi setiap umat Muslim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kewajiban berpuasa tercatat jelas dalam surah Al-Baqarah ayat 183:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba 'alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba 'alalladzîna ming qablikum la'allakum tattaqûn

Artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Lantas, apakah orang tua harus langsung memarahi anak saat mengetahui mereka berbohong soal puasa? Mari kita simak jawaban selengkapnya berikut ini.

Menanggapi anak yang berbohong soal puasa

Ustazah dari Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari SSi., MPd, menyarankan supaya orang tua menahan emosi terlebih dahulu. Jika langsung memarahi anak, hal tersebut justru bisa menimbulkan efek yang kurang baik bagi mereka.

"Anak mungkin akan menangis, ikut marah-marah juga atau bahkan malah tidak mau melanjutkan puasanya dan tidak mau lagi puasa di hari berikutnya," tutur Ariati kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Bunda juga sebaiknya kembali mengingat persyaratan wajib puasa. Salah satunya adalah baligh, artinya anak yang belum baligh sebenarnya belum memiliki kewajiban untuk berpuasa.

Namun, Ustazah Ariati mengatakan bahwa hal itu bukan berarti anak bisa dilepas begitu saja tanpa latihan puasa. Justru sejak kecil, anak sebaiknya dilatih untuk berpuasa.

"Tapi bukan berarti, 'Ya sudah tidak usah latihan puasa'. Tidak begitu juga. Sebenarnya sejak kecil anak dapat dilatih puasa, gunanya agar ke depan saat sudah baligh dia tidak kaget lagi," pungkasnya.

Cara orang tua mempersiapkan anak untuk menjalani puasa

Ustazah Ariati menyarankan agar orang tua melakukan langkah awal dengan mengajak anak untuk berbincang soal puasa. Kalau perlu, Bunda bisa memulai pembicaraan ini beberapa waktu sebelum bulan puasa tiba.

"Ajak anak ngobrol, 'Nak, sebentar lagi mau puasa lho, teman-teman kamu kemarin sudah pada puasa penuh? Mas/mbak besok puasanya kira-kira mau bagaimana ya'," katanya.

Lebih dari itu, Bunda juga bisa menanyakan pemahaman anak tentang arti puasa dan alasan mengapa puasa wajib dijalankan. Nah dari jawaban mereka, orang tua bisa menilai sejauh mana anak memahami ibadah ini.

Menurut Ustazah Ariati, anak-anak biasanya sudah mendapatkan banyak informasi soal puasa dari lingkungan sekitarnya. Maka, Bunda sebaiknya menjelaskan kepada anak bahwa salah satu tujuan puasa adalah melatih kesabaran dan menumbuhkan rasa syukur.

"Sampaikan pada anak bahwa salah satu makna puasa adalah latihan bersabar dan bersyukur," tuturnya.

Tips bijak menghadapi anak yang suka berbohong saat puasa

Bunda bisa melakukan beberapa langkah saat mendapati anak berbohong dan diam-diam membatalkan puasanya. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba untuk mengatasinya:

1. Mulai berdiskusi bersama anak

Pertama, cobalah ajak anak berbincang santai tentang apa yang mereka lakukan. Bunda bisa membawa anak ke tempat yang nyaman supaya mereka lebih mudah terbuka dan bercerita.

"Akan lebih baik memang ajak anak ke suatu tempat atau ruangan yang nyaman juga. Jadi biasanya mereka akan ada penolakan dan enggak mau cerita. Tapi ketika kita cooling down, saat duduk bersama, dia akan cerita," ujar Ariati.

Nah yang paling penting, jangan terbawa emosi atau langsung menegur anak secara keras ya, Bunda. Kalau sampai begitu, anak bisa merasa takut dan malah enggan untuk latihan puasa lagi.

2. Biarkan anak bercerita terlebih dahulu

Bunda bisa menjadi pendengar yang sabar dan perhatian saat anak mulai berbagi cerita. Dengarkan alasan mereka membatalkan puasa tanpa menyela agar anak merasa dihargai.

Jangan buru-buru mengoreksi atau memotong pembicaraannya ya, Bunda. Memberi waktu untuk bercerita membuat anak lebih nyaman untuk membuka diri dan jujur tentang apa yang terjadi.

3. Berikan dukungan dan arahan

Setelah tahu alasannya, Bunda bisa memberikan penguatan supaya anak mengerti makna dari puasa dengan lebih baik.

Kalau anak merasa lelah dan ingin berbuka, Bunda bisa ajak mereka melakukan kegiatan lain yang menyenangkan, seperti bermain sebentar, jalan-jalan ringan, atau tidur.

4. Buat kesepakatan bersama

Selanjutnya, Bunda bisa membuat kesepakatan dengan anak sebelum mulai puasa, misalnya soal hadiah atau konsekuensi. Kalau anak membatalkan puasanya, ingatkan mereka kembali tentang kesepakatan yang sudah dibuat di awal.

5. Ceritakan kisah inspiratif

Langkah terakhir yang bisa orang tua lakukan yaitu menceritakan cerita tentang Nabi Muhammad SAW seputar puasa Ramadhan, salah satunya adalah tentang Perang Badar.

"Kita bisa menyelipkan hikmah-hikmah atau sejarah-sejarah pada saat Rasulullah SAW atau sahabat-sahabat menjalankan puasa saat perang. Contohnya adalah perang Badar. Perang Badar dilakukan saat puasa Ramadan dan alhamdulillah pasukan Muslimin diberikan kemenangan," ujar Ustazah Ariati.

Dengan kisah-kisah inspiratif tersebut, anak bisa lebih termotivasi dan semangat untuk belajar berpuasa.

Itulah pembahasan seputar anak yang berbohong saat puasa. Semoga informasinya dapat bermanfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda