Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Tata Cara Wudhu saat Puasa agar Tidak Batal untuk Diajarkan ke Anak

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 02 Mar 2026 16:00 WIB

Tata Cara Wudhu Saat Puasa agar Tidak Batal untuk Diajarkan ke Anak
Ilustrasi Tata Cara Wudhu Saat Puasa agar Tidak Batal untuk Diajarkan ke Anak/Foto: Getty Images/airdone
Daftar Isi
Jakarta -

Mengajarkan Si Kecil ibadah di bulan Ramadhan pastinya jadi momen yang berkesan ya, Bunda. Terlebih lagi saat membimbing mereka untuk memahami bagaimana wudhu saat puasa yang benar.

Melatih kemandirian anak lewat cara wudhu saat puasa dapat membantu mereka lebih disiplin dalam beribadah. Bunda bisa memberikan pemahaman bahwa meski sedang haus, air wudhu bukan untuk diminum, melainkan untuk membersihkan diri.

Penting sekali bagi kita untuk menjelaskan hukum berkumur wudhu saat puasa dengan cara yang sederhana supaya anak tidak bingung. Dengan mengikuti tata cara wudhu saat puasa yang tepat, hati Bunda akan merasa lebih tenang selama menemani anak berpuasa.

Sebelum mulai membasuh air, pastikan anak sudah mantap melafalkan niat wudhu, ya. Bunda juga bisa sambil mengingatkan kembali setiap rukun wudhu yang harus dipenuhi agar ibadah mereka jadi lebih sempurna.

Apakah berkumur membatalkan puasa Ramadhan?

Pada dasarnya, memasukkan sesuatu ke dalam mulut memang bisa membatalkan puasa jika sampai tertelan. Lalu, bagaimana dengan berkumur wudhu saat puasa, apakah termasuk yang membatalkan?

Menilik dari buku 125 Masalah Puasa karya Muhammad Anis Sumaji dijelaskan bahwa berkumur itu hukumnya boleh. Hanya saja, karena ada risiko air masuk ke kerongkongan, maka hukumnya menjadi makruh jika tidak hati-hati.

Dikutip dari laman detikcom, hal serupa juga dijelaskan dalam kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq yang diterjemahkan oleh Khairul Amru Harahap. Para ulama memandang hukum berkumur wudhu saat puasa adalah hal yang makruh, bahkan bisa membatalkan jika dilakukan berlebihan hingga air tertelan.

Seorang imam sekaligus ahli fikih, Ibnu Qudamah, turut memberikan penjelasan mengenai hal ini. Ia menyampaikan bahwa ada batasan yang perlu dipahami.

"Jika seseorang berkumur-kumur atau menghirup air ketika berwudhu, lalu air masuk ke kerongkongannya tanpa ada unsur kesengajaan dan bukan karena berlebih-lebihan, yang demikian ini tidak membatalkan puasa. Demikian pendapat Auza'i, Ishaq, dan Syafi'i dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas," ucapnya.

Dilansir dari buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari oleh Dr. Muh. Hambali. MAg, Umar bin Khattab pernah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang perbuatannya saat puasa, lalu beliau menjawab dengan perumpamaan berkumur yang tidak membatalkan puasa jika tidak sampai tertelan.

"Suatu hari aku beristirahat dan mencium istriku, sedangkan aku berpuasa. Lalu aku mendatangi Nabi Muhammad SAW dan bertanya, 'Aku telah melakukan sesuatu yang fatal hari ini. Aku telah mencium dalam keadaan berpuasa,'. Beliau menjawab, 'Tidakkah kamu tahu hukumnya bila kamu berkumur dalam keadaan berpuasa?' Aku menjawab, 'Tidak membatalkan puasa,'. Beliau bersabda, 'Maka mencium itu pun tidak membatalkan puasa." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Jadi, berkumur saat wudhu di bulan Ramadhan pada dasarnya tidak membatalkan puasa. Namun kuncinya satu, jangan berlebihan dan pastikan airnya tidak sampai tertelan dengan sengaja, ya.

Bolehkah wudhu tanpa berkumur saat puasa?

Berkumur ketika wudhu termasuk amalan sunnah yang dianjurkan dan bernilai pahala, Bunda. Dikutip dari buku Fiqih Praktis Puasa oleh Buya Yahya, dijelaskan bahwa berkumur tetap disunnahkan meski sedang berpuasa, selama airnya tidak sampai tertelan.

Ia juga mengatakan bahwa jika tanpa sengaja ada air yang tertelan, maka puasanya tidak batal. Namun, hal itu berlaku jika berkumurnya dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan.

Anak tidak sengaja meminum air saat kumur membatalkan puasa atau tidak?

Terkadang, anak yang lagi belajar puasa lalu berkumur saat wudhu, tiba-tiba airnya tidak sengaja tertelan. Nah, pertanyaannya, kalau kejadian seperti itu apakah puasanya jadi batal?

Dikutip dari buku Qawaid Fiqhiyyah oleh Nashr Farid Muhammad Washil dan Abdul Aziz Muhammad Azzam, bahwa dari penjelasan para ulama, jika seseorang tidak sengaja menelan air saat berkumur, maka puasanya tetap sah. Ini juga berlaku ketika kumur-kumur wudhu saat puasa Ramadhan.

Kondisi ini disamakan dengan orang yang lupa lalu makan atau minum ketika berpuasa. Islam sendiri mengajarkan kemudahan dan tidak memberatkan umatnya atas sesuatu yang terjadi di luar kehendak.

Melansir dari buku Dahsyatnya 7 Puasa Wajib Sunnah & Thibbun Nabawi karya Maryam Kinanthi N., bahwa dalam hadis riwayat Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang lupa padahal ia sedang berpuasa, kemudian makan atau minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Sesungguhnya Allah telah memberinya makan dan minum." (HR. Bukhari dan Muslim)

Melihat dari hadis tersebut, para ulama memahami bahwa sesuatu yang terjadi karena tidak sengaja tidak membatalkan puasa. Prinsip ini juga sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 286:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَࣖ ۝٢٨٦

lâ yukallifullâhu nafsan illâ wus'ahâ, lahâ mâ kasabat wa 'alaihâ maktasabat, rabbanâ lâ tu'âkhidznâ in nasînâ au akhtha'nâ, rabbanâ wa lâ taḫmil 'alainâ ishrang kamâ ḫamaltahû 'alalladzîna ming qablinâ, rabbanâ wa lâ tuḫammilnâ mâ lâ thâqata lanâ bih, wa'fu 'annâ, waghfir lanâ, war-ḫamnâ, anta maulânâ fanshurnâ 'alal-qaumil-kâfirîn

Artinya:

"Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir."

Maka dari itu, kalau anak tidak sengaja menelan air saat berkumur, puasanya tetap lanjut dan tidak batal, ya. Namun tetap ingatkan anak untuk hati-hati, karena kalau sampai sengaja menelannya, barulah puasanya bisa batal.

Hal yang perlu diperhatikan dalam berwudhu saat puasa untuk diajarkan ke anak

Selain memahami hukumnya, Bunda juga perlu melihat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berwudhu saat puasa untuk diajarkan ke anak seperti dilansir dari beberapa sumber:

1. Membasuh lubang hidung dengan tidak terlalu kencang

Ketika anak wudhu saat puasa, setiap gerakan tetap dilakukan seperti biasa, termasuk membersihkan bagian hidung. Dalam kondisi tidak berpuasa, kita memang dianjurkan untuk memasukkan air ke hidung dengan sungguh-sungguh.

Namun ketika sedang berpuasa, ada pengecualian yang perlu Bunda ajarkan ke anak. Membersihkan hidung tetap boleh, tetapi tidak perlu terlalu dalam atau terlalu kencang saat menghirup air.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang menilik dari kitab Sunan Ibnu Majah jilid 1 karya Imam Ibnu Majah:

٤٠٧ - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْم الطَّائِفِيُّ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْن كَثِيرِ, عَنْ عَاصِم بن لَقِيط بن صَبْرَةَ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ الله أَخْبِرْنِي عَنْ الْوُضُوءِ قَالَ: أَسْبِعُ الْوُضُوءَ وَبَالِغُ فِي الاسْتِشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا - صَحِيحٌ صَحِيح أبي داود

Artinya:

"Dari Abu Bakar bin Abu Syaibah, dari Yahya bin Sulaim ath-Tha'ifiy, dari Isma'il bin Katsir, dari Ashif bin Laqith bin Sabrah, ia berkata, "Aku bertanya, 'Ya Rasulullah, beritahulah aku tentang wudhu.' Beliau bersabda, 'Sempurnakanlah wudhu dan beristinsyaq lah (memasukkan air ke dalam hidung) dengan sungguh-sungguh, kecuali ketika engkau sedang puasa." (HR. Abu Dawud, hadits ini dikatakan shahih).

2. Berkumur tidak terlalu banyak

Dikutip dari buku Fikih Praktis Puasa oleh Buya Yahya, berkumur wudhu saat puasa memang tetap boleh dilakukan karena termasuk sunnah. Namun, airnya tidak boleh sampai tertelan dengan sengaja.

Hal ini juga dijelaskan dalam buku Sunnah Rasulullah Sehari-hari karya Syaikh Abdullah bin Hamoud Al Furaih. Disebutkan bahwa berkumur memang dianjurkan dilakukan dengan sungguh-sungguh, tetapi tidak bagi orang yang sedang puasa.

Seorang ulama besar asal Arab Saudi, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, berkata:

"Mubalaghah dalam berkumur-kumur maksudnya adalah menggerak-gerakkan air dengan kuat sehingga seluruh rongga mulut terkena air. Mubalaghah dimakruhkan bagi orang yang sedang berpuasa karena ia bisa membuat air menjadi tertelan dan air dapat turun ke lambung."

Saat kumur-kumur ketika puasa Ramadhan, sebaiknya Bunda ajarkan anak untuk melakukannya dengan tidak berlebihan. Cukup secukupnya saja agar tetap mendapatkan pahalanya.

Tata cara wudhu saat puasa

Supaya lebih paham cara wudhu saat puasa dengan tepat, Bunda bisa mengikuti panduan urutannya seperti melansir dari buku Mudah dan Cepat Hafal Semua Bacaan Sholat karya Ustadz Khalili Amrin Ali al-Sunguti:

Membaca niat wudhu di dalam hati

Saat akan berwudhu di bulan Ramadhan, awali dengan membaca niat di dalam hati. Setelah itu, ucapkan 'Bismillahirrahmaanirrahim' sambil membasuh kedua telapak tangan sebagai pembuka rangkaian wudhu.

Lalu, lanjutkan dengan berkumur secara perlahan sebanyak tiga kali tanpa berlebihan. Setelah itu, basuh kedua lubang hidung tiga kali juga dengan lembut dan tidak terlalu kencang.

Membasuh seluruh wajah dengan air

Setelah itu, basuh seluruh wajah sebanyak tiga kali mulai dari batas tumbuhnya rambut hingga ke bawah dagu, serta dari telinga kanan sampai telinga kiri. Saat membasuh wajah inilah niat wudhu dihadirkan di dalam hati. Adapun bacaan niatnya adalah:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul wudhuu-a liraf'il hadatsil asghari fardal lillahi ta'ala

Membasuh kedua tangan hingga siku

Selanjutnya, basuh kedua tangan hingga mencapai siku sebanyak tiga kali dan pastikan airnya merata. Lakukan dengan tidak tergesa-gesa supaya wudhu tetap sempurna meski sedang berpuasa.

Mengusap sebagian kepala dengan air

Setelah membasuh tangan, lanjutkan dengan mengusap sebagian kepala menggunakan air sebanyak tiga kali. Cukup usap bagian rambut dengan lembut, ya.

Membasuh kedua kaki hingga mata kaki

Berikutnya, basuh kedua kaki hingga melewati mata kaki sebanyak tiga kali dan pastikan airnya mengenai seluruh bagian. Lakukan secara tertib atau berurutan sesuai dengan rukun wudhu.

Dianjurkan membaca doa setelah selesai berwudhu

Setelah selesai berwudhu, jangan lupa dianjurkan untuk membaca doa sebagai penyempurna ibadah. Adapun bacaan doanya sebagai berikut:

اشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahummaj'alni minat tawabina waj'alni minal mutatha-hiriin, waj'alni min 'ibadikash shalihin

Artinya:

"Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci, dan jadikanlah aku orang dari golongan hamba-hamba-Mu yang shalih."

Itulah penjelasan lengkap tentang tata cara wudhu saat puasa agar tidak batal yang bisa Bunda ajarkan kepada anak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda