Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

5 Cara Mengatasi Anak Tantrum Usia 2 Tahun, Bunda Perlu Tahu

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 06 Mar 2026 19:15 WIB

Mengatasi anak tantrumenvironment.
Mengatasi anak tantrum/ Foto: Getty Images/travelism
Daftar Isi

Tantrum adalah salah satu bagian paling menantang dalam mengasuh anak usia dini, sekaligus salah satu yang paling sering disalahpahami. Meskipun tantrum bisa membuat anak berisik, melelahkan, dan datang secara tiba-tiba, hal ini sebenarnya merupakan bagian normal dari proses perkembangan anak serta langkah penting dalam belajar mengatur emosi, Bunda.

Tantrum biasanya mulai berkurang setelah anak berusia tiga tahun, meskipun tidak sepenuhnya hilang. Pada usia 1 hingga 3 tahun, anak sering menunjukkan kemarahan atau ledakan emosi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hal ini merupakan proses yang normal dan alami dalam perkembangan mereka.

Dikutip dari My Parenting, tantrum bukanlah "perilaku buruk". Tantrum merupakan respons biologis dan perkembangan. Balita merasakan emosi yang sangat kuat, sementara kemampuan mereka untuk mengendalikan diri masih belum matang. Akibatnya, reaksi emosional yang dramatis sering kali tidak dapat dihindari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Penyebab Anak Mengalami Tantrum

Ada beberapa faktor yang dapat memicu tantrum pada anak. Berikut beberapa penyebab utamanya:

1. Korteks prefrontal belum berkembang sempurna

Balita belum mampu mengatur diri sendiri, merencanakan sesuatu, atau tetap tenang saat berada dalam tekanan.

2. Keterampilan bahasa yang masih terbatas

Emosi anak dapat meningkat dengan cepat ketika mereka tidak mampu mengungkapkan kebutuhan atau keinginannya secara verbal.

3. Impulsivitas

Balita sering bertindak sebelum berpikir.

4. Stimulasi berlebihan dan kelelahan

Anak yang lapar, lelah, atau terlalu banyak menerima rangsangan akan lebih mudah kehilangan kendali.

5. Kebutuhan akan kemandirian

Balita ingin mandiri, tetapi masih bergantung pada bantuan orang tua. Konflik ini sering memicu rasa frustrasi.

6. Penularan emosi dari lingkungan

Stres yang dialami orang tua atau lingkungan sekitar juga dapat memengaruhi kondisi emosional anak.

Cara mengatasi anak usia 2 tahun yang tantrum

Saat anak mengalami tantrum, penting bagi orang tua untuk tidak ikut terbawa emosi. Tantrum merupakan bagian dari perkembangan anak, sehingga perlu dihadapi dengan cara yang tepat. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Tetap tenang

Ketika anak tantrum, orang tua perlu menghindari ikut marah. Memang tidak mudah menghadapi anak yang berteriak atau menangis keras, tetapi cobalah menarik napas dalam-dalam beberapa kali. Berhenti sejenak sebelum berbicara atau bertindak dapat membantu menjaga ketenangan yang dibutuhkan untuk menenangkan anak.

2. Jangan menghakimi

Dikutip dari American Academy of Pediatrics (AAP), saat anak sedang tantrum bukanlah waktu yang tepat untuk membahas aturan. Anak yang sedang diliputi emosi tidak dapat berpikir secara logis. Oleh karena itu, cukup tegaskan sikap dengan menggunakan kata-kata yang singkat dan jelas.

3. Beri anak ruang untuk menenangkan diri

Anak dapat terbantu jika memiliki tempat khusus untuk menenangkan diri, misalnya sudut tenang di ruang keluarga atau kamar tidur. Jika anak mulai tantrum, arahkan mereka ke tempat tersebut sampai emosinya mereda. Jika anak masih kecil, orang tua dapat menggendong atau menuntunnya dengan lembut ke tempat tersebut.

4. Alihkan agresi fisik

Jika anak mulai menunjukkan perilaku agresif, jangan memperkuat tantrum dengan menyuruh mereka memukul sesuatu. Penelitian menunjukkan bahwa lebih efektif mengarahkan anak pada aktivitas fisik sederhana yang dapat menyalurkan energi. Misalnya, melempar bantal ke udara lalu meminta anak memukulnya kembali.

5. Alihkan dengan aktivitas yang menyenangkan

Orang tua juga bisa mengalihkan perhatian anak ke aktivitas lain yang mereka sukai. Misalnya membaca buku favorit, bermain dengan hewan peliharaan, atau membantu kegiatan sederhana di rumah seperti memasak di dapur. Aktivitas ini dapat membantu anak merasa lebih tenang dan kembali fokus.

Demikian ulasan mengenai cara menghadapi anak tantrum beserta solusi untuk menenangkannya. Semoga informasi ini membantu Bunda dalam menerapkan pola asuh yang sesuai untuk anak di rumah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda