Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

10 Ciri Anak Berkemauan Keras dan Cara Menghadapinya Menurut Psikolog

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Minggu, 01 Mar 2026 17:55 WIB

10 Ciri Anak Berkemauan Keras dan Cara Menghadapinya Menurut Psikolog
Ilustrasi Ciri Anak Berkemauan Keras dan Cara Menghadapinya Menurut Psikolog/Foto: Getty Images/Panadda Phiakhamen
Daftar Isi
Jakarta -

Ada kalanya ketika Si Kecil menatap dan berkata dengan tegas, "Aku mau yang ini," tanpa mau bergeser sedikit pun. Situasi seperti itu bisa membuat hati terasa geram ya, Bunda.

Tak sedikit para Bunda yang merasa lelah menghadapi anak dengan pendirian kuat. Seperti yang kita tahu, anak dengan kemauan kuat sering kali terlihat sulit diarahkan.

Seorang psikolog klinis di Los Angeles, Amerika Serikat, Dr. Molly Burrets, PhD, menjelaskan bahwa anak dengan kemauan kuat umumnya memiliki tingkat kemandirian yang tinggi. Mereka cenderung berpegang teguh pada apa yang diyakininya, Bunda.

"Anak yang berkemauan keras adalah anak yang menunjukkan tingkat kemandirian, kegigihan, dan tekad yang tinggi, sering kali dengan keinginan yang kuat untuk membuat pilihan sendiri," ungkap Burrets, dilansir dari laman Parade.

"Anak-anak ini cenderung menolak kendali atau arahan eksternal dan lebih suka didorong oleh pikiran dan keinginan mereka sendiri. Anak-anak yang berkemauan keras dikenal karena ketahanan dan dorongan mereka," jelasnya.

Selanjutnya, Burrets bersama psikolog lainnya membagikan ciri umum tentang anak berkemauan keras menurut psikolog. Simak, yuk.

Ciri-ciri anak berkemauan keras menurut psikolog

Terdapat beberapa ciri tentang anak berkemauan keras berdasarkan penjelasan para psikolog yang dikutip dari laman Parade:

1. Memiliki jiwa pemimpin

Anak dengan kemauan kuat biasanya sudah terlihat menonjol sejak kecil, Bunda. Mereka tampak nyaman saat mengambil peran lebih dahulu di antara teman-temannya.

Seorang psikolog klinis asal Amerika Serikat, Dr. Dakari Quimby, Ph.D., menjelaskan bahwa anak seperti ini cenderung mampu mencetuskan ide mereka sendiri. Mereka juga terlihat yakin saat harus mengambil kendali dalam suatu situasi.

"Mereka pandai memunculkan ide sendiri dan percaya diri dalam mengambil kendali. Anak-anak yang percaya diri sejak kecil tidak takut untuk memimpin, dan ini biasanya berlanjut hingga dewasa," jelasnya.

2. Mampu berkomunikasi dengan baik

Salah satu ciri anak berkemauan keras yang kerap terlihat adalah kemampuan komunikasinya yang cukup kuat. Kepercayaan diri yang dimiliki sejak kecil dapat ikut membentuk cara mereka berbicara dan menyampaikan pendapat.

3. Berani menentang ketidakadilan

Anak yang berkemauan keras biasanya punya rasa keadilan yang kuat sejak kecil. Mereka tidak segan untuk menyuarakan pendapatnya ketika merasa sesuatu itu kurang tepat.

Molly Burrets menjelaskan bahwa anak-anak yang berkemauan keras biasanya sangat sensitif terhadap ketidakadilan yang mereka rasakan, Bunda.

"Anak-anak yang berkemauan keras sangat 'peka' terhadap ketidakadilan yang mereka rasakan dan sering bereaksi keras terhadap situasi yang mereka anggap tidak adil," ujarnya.

4. Suka mempertanyakan aturan

Selanjutnya, anak dengan kemauan kuat kerap mempertanyakan aturan atau arahan dari orang lain. Keinginan untuk menentang aturan ini punya sisi positif dan negatif.

Mereka biasanya tidak langsung menerima aturan tanpa tahu alasannya. Anak ingin mengerti 'kenapa' di balik setiap perintah, sehingga orang tua perlu sabar memberikannya penjelasan.

5. Memiliki fokus yang tinggi

Bunda mungkin sesekali melihat anak tidak mudah menyerah saat mengejar sesuatu yang diinginkannya. Ketekunan ini membuatnya terus berusaha meski sempat menghadapi kegagalan.

Selain itu, anak seperti ini sering menunjukkan fokus tinggi saat mengerjakan sesuatu. Mereka bisa membuat rencana untuk menyelesaikan hal-hal yang penting dengan baik.

6. Cepat dan yakin dalam mengambil keputusan

Sejak kecil, anak dengan kemauan keras cenderung terbiasa menentukan pilihannya sendiri. Kebiasaan ini bikin mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang nyaman mengambil kendali.

"Karena terbiasa membuat pilihan sendiri, anak-anak yang berkemauan keras tumbuh menjadi orang dewasa yang nyaman mengambil kendali dan membuat keputusan cepat," tutur Burrets.

"Mereka sering kali menjadi orang yang maju dan memimpin atau mengambil tindakan dalam situasi yang tidak pasti," sambungnya.

7. Mandiri dalam bertindak

Si Kecil yang berkemauan kuat biasanya ingin sekali melakukan sesuatu sendiri tanpa terlalu banyak campur tangan. Mereka suka menolak cara pengasuhan yang terlalu mengatur, Bunda.

Keinginan untuk mandiri ini biasanya sudah terlihat sejak dini. Anak belajar mencoba sendiri sebelum meminta bantuan dari orang lain.

8. Terlalu fokus pada tujuan

Terkadang, anak terlalu fokus pada tujuan atau keinginannya hingga kurang memperhatikan hal lain di sekitarnya. Hal ini membuat mereka tampak selektif dalam mendengar.

Pendengaran selektif ini bisa muncul karena mereka terbiasa 'terjebak' dalam proses berpikir sendiri. Anak jadi kesulitan untuk berpindah dari satu ide ke ide lain dengan cepat.

9. Memiliki emosi yang intens

Anak yang berkemauan keras biasanya menunjukkan emosi yang intens sejak dini. Perasaan mereka bisa sangat dalam dan terkadang sulit untuk diatur, Bunda.

Tak hanya itu, anak dengan karakter ini cenderung menampilkan dan merasakan emosinya secara intens. Sifat ini bisa membawa manfaat, tapi tak jarang tampak berlebihan bagi orang-orang di sekitarnya.

10. Memiliki jiwa kompetitif

Tumbuh dengan kemauan kuat membuat anak terdorong untuk selalu mencoba lebih baik dari sebelumnya. Sikap ini berarti mereka punya rasa kompetitif, Bunda.

Kebiasaan ini pun bisa berlanjut hingga mereka dewasa nanti. Anak cenderung menikmati persaingan yang sehat dan senang berusaha menjadi yang terbaik.

Cara mengatasi anak berkemauan keras

Setelah memahami ciri-cirinya, Bunda bisa menyimak beberapa cara untuk menghadapi Si Kecil dengan kemauan keras:

1. Perhatikan dan hargai perasaan anak

Bunda bisa mulai dengan lebih memperhatikan perasaan dan kebutuhan Si Kecil saat berinteraksi. Dengan begitu, anak bisa belajar menghargai orang lain tanpa merasa terkekang.

Hal ini penting bagi anak yang cenderung fokus pada tujuan atau keinginannya sendiri. Tak jarang, mereka sampai enggak sadar kalau orang lain juga punya pendapat.

Meski terlalu fokus pada sesuatu bisa membawa kesuksesan, anak tetap perlu belajar peka terhadap orang di sekitarnya. Jadi, mereka bisa tetap mencapai tujuannya tanpa bikin orang lain merasa diabaikan.

2. Ajarkan anak terbuka menerima pendapat orang lain

Selanjutnya, Bunda bisa ajak anak untuk belajar mendengar pendapat orang lain sedikit demi sedikit. Anak tetap boleh punya pendirian, tapi mereka juga harus belajar bahwa tidak selalu harus menang sendiri di setiap situasi.

Keyakinan yang kuat memang bagus untuk membangun rasa percaya diri anak. Tapi, kalau terlalu keras kepala, mereka bisa sulit menerima sudut pandang atau pendapat dari orang lain.

3. Melatih kesabaran anak

Selanjutnya, anak dengan kemauan keras biasanya ingin semuanya berjalan sesuai dengan kehendaknya. Nah, karena sifatnya yang cepat tanggap, orang di sekitarnya juga bisa ikut merasa terburu-buru.

Psikolog Molly Burrets menjelaskan bahwa mindfulness bisa jadi cara yang baik bagi anak untuk menerima hal-hal di luar kendali mereka. Lewat latihan ini, anak belajar tetap tenang meski tengah menghadapi situasi yang sulit.

"Mindfulness dapat membantu mereka menerima hal-hal di luar kendali mereka dan tetap tenang," jelasnya.

"Dorong latihan mindfulness secara teratur atau momen refleksi untuk membangun kesabaran, yang dapat sangat berguna dalam situasi di mana mereka dihadapkan pada kendala dari luar," lanjutnya.

Bagaimana, Bunda? Sekarang sudah tahu ya beberapa ciri anak berkemauan keras beserta cara menghadapinya menurut psikolog.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda