Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Penelitian Sebut Siswa Termuda di Kelas Lebih Rentan Didiagnosis ADHD dan Autisme

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Rabu, 25 Mar 2026 13:00 WIB

Penelitian Sebut Siswa Termuda di Kelas Lebih Rentan Didiagnosis ADHD dan Autisme
Ilustrasi Siswa Termuda di Kelas Didiagnosis ADHD dan Autisme/Foto: Getty Images/Alan Mazzocco
Jakarta -

Beberapa anak di kelas mungkin ada yang tampak lebih cepat gelisah atau sulit fokus dibandingkan dengan teman-temannya. Ternyata, hal ini ada kaitannya dengan posisi mereka sebagai anak termuda di kelas, lho.

Dilansir dari laman Science Daily, penelitian terbaru dari Universitas Nottingham mengungkapkan fakta terkait hal ini. Anak-anak yang lahir sebelum batas usia masuk sekolahnya lebih sering menerima diagnosis Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan autisme.

Hasil penelitian ini kemudian dipublikasikan di jurnal European Child and Adolescent Psychiatry. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana usia anak dapat memengaruhi perilaku mereka di kelas.

Para peneliti lalu mengingatkan orang tua untuk memperhatikan perbedaan usia anak sebelum menilai perilakunya. Dengan begitu, Bunda bisa lebih bijak melihat perkembangan anak di sekolah.

Penelitian ungkap siswa termuda di kelas rentan didiagnosis ADHD dan autisme

Para ahli meneliti bagaimana menjadi salah satu anak termuda di kelas bisa berkaitan dengan kemungkinan didiagnosis ADHD dan autisme. ADHD sendiri dapat membuat anak sulit fokus dan terkadang terlalu aktif, sementara autisme berkaitan dengan cara anak berkomunikasi dan berinteraksi.

Seorang profesor dari Fakultas Kedokteran di Universitas Nottingham, Kapil Sayal, memberikan pandangan terkait hal ini.

"Tinjauan ini menunjukkan bahwa orang dewasa yang terlibat dalam mengidentifikasi atau menyampaikan kekhawatiran tentang perilaku anak, seperti orang tua dan guru, mungkin secara tidak sengaja salah mengaitkan ketidakdewasaan sebagai gejala ADHD. Usia anak dalam kaitannya dengan teman sekelasnya (usia 'relatif' mereka) perlu dipertimbangkan ketika membuat diagnosis semacam ini," ungkapnya.

Untuk mendapatkan data yang akurat, para peneliti melakukan pencarian dengan detail terhadap studi di seluruh dunia. Dari 32 studi yang ditemukan, sebagian besar fokus pada ADHD, sementara dua studi lainnya meneliti autisme.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa termuda di kelas lebih mungkin didiagnosis menderita ADHD, Bunda. Mereka juga lebih sering menerima pengobatan untuk kondisi ini dibandingkan dengan teman sekelasnya yang lebih tua.

Sedangkan untuk autisme, anak-anak termuda di kelas juga cenderung lebih sering didiagnosis. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan karena jumlah studi tentang autisme relatif sedikit.

Peran usia anak dan penilaian guru terhadap ADHD

Dikutip dari Science Daily, ternyata ada perbedaan yang cukup mencolok antara cara guru menilai anak-anak yang lebih muda dan cara orang tua menilai mereka.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa anak yang termuda di kelas terkadang memang terlihat lebih gelisah atau sulit fokus dibandingkan dengan teman sekelasnya, Bunda.

Penulis utama studi dari University of Nottingham, Inggris, Dr. Eleni Frisira, mengatakan bahwa guru berperan penting dalam mengenali gejala ADHD pada anak.

"Guru memainkan peran penting dalam mengidentifikasi gejala ADHD pada anak-anak. Temuan kami menunjukkan bahwa mereka cenderung menilai siswa yang lebih muda di kelas memiliki gejala ADHD dibandingkan teman sekelas mereka yang lebih tua. Penting bagi guru untuk didukung dalam mempertimbangkan usia relatif seorang anak di kelas ketika ADHD dipertanyakan," tuturnya.

Selain itu, penelitian sebelumnya juga sudah menunjukkan kondisi tersebut sejak lama, Bunda. Sayangnya, pengetahuan tentang hal ini belum banyak mengubah cara guru menilai perilaku anak di sekolah.

"Fenomena ini telah ditunjukkan dalam penelitian selama lebih dari satu dekade, tetapi pengetahuan tentang hal ini tampaknya tidak mengubah praktik yang ada," ujar salah satu penulis makalah asal Inggris, Dr. Josephine Holland.

Itulah penjelasan mengenai penelitian yang menyebut siswa termuda di kelas lebih berisiko didiagnosis ADHD dan autisme.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda