Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Alasan Banyak Anak Kesulitan Mengerjakan Matematika Meski Sudah Berusaha Keras

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Senin, 02 Mar 2026 19:00 WIB

Belajar bilangan bulat matematika
Alasan anak merasa kesulitan belajar matematika/ Foto: iStockphoto
Daftar Isi

Matematika merupakan mata pelajaran yang sangat dihindari bagi sebagian anak sekolah. Pasalnya, tak sedikit anak yang merasa kesulitan saat mengerjakan matematika meskipun sudah berusaha dengan keras.

Sebuah studi terbaru dari Universitas Stanford menemukan bahwa kesulitan matematika bukan hanya sekadar memahami angka. Anak-anak yang mengalami kesulitan mengerjakan matematika cenderung tidak mengubah cara atau strategi mereka setelah menjawab soal dengan salah, bahkan pada jenis kesalahan yang berbeda sekalipun.

Hasil pemindaian otak menunjukkan aktivitas yang lebih rendah pada bagian otak yang berfungsi mengenali kesalahan dan membantu seseorang memperbaiki strategi berpikirnya. Pola aktivitas otak ini dapat memprediksi anak mana yang berisiko mengalami kesulitan.

Penelitian yang dipimpin oleh Hyesang Chang ini bertujuan untuk memahami mengapa sebagian anak merasa matematika jauh lebih sulit dibandingkan teman-temannya. Kini temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal JNeurosci.

Kesulitan dalam mengerjakan matematika dianggap sebagai tantangan kognitif

Temuan ini semakin menguatkan bukti bahwa kesulitan mengerjakan matematika bukan hanya karena anak belum memahami angka. Sebagian anak ternyata mengalami kesulitan dalam memperbaiki atau mengubah cara berpikir mereka saat mengerjakan soal.

Ini menjadi catatan dan perhatian khusus dalam dunia akademik. Kemampuan untuk menyadari kesalahan dan mencoba berbagai strategi atau cara baru adalah hal yang sangat penting, bukan hanya dalam pelajaran matematika, tetapi juga dalam proses belajar secara umum.

Menurut Chang, hambatan ini kemungkinan besar tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung. Bisa jadi, berkaitan juga dengan kemampuan berpikir yang lebih luas, seperti memantau hasil pekerjaan, menyadari kesalahan, lalu menyesuaikan cara belajar agar lebih baik.

"Gangguan ini mungkin tidak selalu spesifik pada keterampilan numerik, dan dapat berlaku untuk kemampuan kognitif yang lebih luas yang melibatkan pemantauan kinerja tugas dan adaptasi perilaku saat anak-anak belajar,” kata Chang yang dikutip dari laman Science Daily.

Mengapa banyak anak yang kehilangan minat pada matematika?

Terdapat beberapa alasan umum mengapa anak kehilangan minat pada matematika, selain menganggap matematika merupakan pelajaran yang sulit. Dengan memahami alasannya, Bunda diharapkan dapat mengembalikan semangat anak dalam belajar matematika.

1. Matematika terasa tidak berhubungan dengan kehidupan sehari-hari

Apabila anak belum melihat manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari, tentu saja mereka menjadi kurang tertarik, Bunda. Bagi sebagian anak, matematika hanya terasa seperti kumpulkan angka dan rumus yang sulit.

Padahal, ketika anak memahami bahwa matematika berguna untuk hal-hal yang akrab dengannya, seperti membuat game, menghitung uang jajan, merencanakan liburan, atau membuat kue, mereka mungkin akan melihat manfaat matematika lebih dari sekadar angka.

2. Anak merasa cemas dan takut gagal

Tak sedikit anak yang menganggap matematika merupakan hal yang menakutkan. Mereka cemas dan takut dimarahi guru bila jawabannya salah atau dimarahi orang tua bila nilainya tidak bagus. Nah, rasa takut ini bisa membuat anak enggan mencoba.

3. Pembelajaran terlalu monoton dan membosankan

Apabila matematika hanya berisi latihan soal yang sama berulang-ulang, anak bisa cepat merasa bosan, Bunda. Tanpa variasi atau cara belajar yang menarik, matematika terasa seperti tugas yang sangat berat sehingga sulit untuk mereka memahami materinya.

4. Kurangnya percaya diri anak dalam kemampuan matematika

Ketika anak mulai berpikir bahwa dirinya tidak pintar matematika, mereka cenderung menyerah sebelum mencoba, Bunda. Pikiran seperti ini bisa terbentuk sejak dini dan semakin kuat jika anak sering mengalami kegagalan dalam mengerjakan matematika.

Perlu diingat bahwa matematika merupakan keterampilan yang bisa berkembang dengan latihan yang rutin. Sama seperti belajar bersepeda atau bermain musik, anak membutuhkan waktu, latihan, dan dukungan.

5. Dukungan dan fasilitas yang terbatas 

Anak yang kesulitan dalam memahami matematika membutuhkan dukungan, baik di sekolah maupun di rumah. Namun, tidak semua anak mendapatkan bimbingan yang cukup, Bunda. Kelas yang padat serta kurangnya bimbingan dan sumber daya yang membantu membuat anak merasa sendirian menghadapi kesulitan.

Tips bagi orang tua dalam membantu anak yang kesulitan belajar matematika

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk mengembalikan semangat anak belajar matematika yang dikutip dari laman Mathnasium.

1. Ceritakan kaitan matematika dengan kehidupan

Bunda bisa menceritakan bagaimana matematika berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengatur uang belanja, mengukur bahan-bahan saat memasak, atau menghitung pengeluaran bulanan. Sampaikan dengan bahasa yang mudah mereka pahami.

Selain itu, Bunda juga bisa mengenalkan aplikasi atau situs belajar yang membuat matematika terasa seperti game yang mengasyikan. Tips ini dapat membantu anak memahami konsep matematika dengan lebih santai dan menyenangkan.

2. Ucapkan kalimat yang membuat semangat

Bunda bisa gunakan kalimat yang menyemangati mereka, seperti “Yuk, kita cari jawabannya bersama.” atau “Bagian mana yang membuat kamu kesulitan? Yuk, Bunda bantu.” Kalimat seperti ini bisa membantu anak merasa lebih tenang dan tidak tertekan

Sebelum mulai mengerjakan PR, ajak anak melakukan hal sederhana seperti menarik napas dalam-dalam atau peregangan ringan agar lebih rileks. Selain itu, Bunda bisa berikan apresiasi atas usaha mereka dalam mengerjakan matematika agar semakin percaya diri.

3. Variasikan cara dan media belajar

Bunda bisa mengajak anak bermain permainan yang melibatkan angka, seperti permainan papan atau kartu. Dengan cara ini, anak tetap bisa berlatih matematika tanpa merasa sedang belajar.

Selain itu, carilah soal atau teka-teki interaktif yang sesuai dengan usia dan kelas mereka. Libatkan anak dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghitung total belanjaan atau pengeluaran membantunya memahami matematika dengan cara yang sederhana.

4. Kerjakan soal dari yang mudah

Saat mengerjakan PR, mulailah sesi belajar dengan mengerjakan soal yang lebih mudah dan bisa dikerjakan anak. Ini membantu membangun semangat anak sebelum menghadapi soal yang lebih sulit, Bunda.

Bunda juga bisa ceritakan pengalaman pribadi saat mengalami kesulitan belajar dan bagaimana cara mengatasinya. Tetapi, hindari bercerita seperti, “Bunda juga tidak pernah pandai matematika,” agar anak motivasinya tetap terjaga.

5. Berikan dukungan penuh kepada anak

Bunda dapat meluangkan waktu untuk menemani anak saat belajar, meskipun hanya untuk memberi dukungan dan memastikan mereka tetap fokus. Selain itu, Bunda bisa mendorong anak untuk belajar bersama teman sebaya karena lebih mudah untuk memahami materi.

Manfaatkan sumber belajar gratis yang tersedia secara online untuk membantu anak mengulang materi yang belum dipahami. Jika perlu, masukkan anak ke bimbingan belajar (bimbel) agar mendapatkan bimbingan dan pembelajaran yang lebih intens.

Nah, demikian informasi mengenai apa yang membuat anak anak kesulitan mengerjakan matematika meski sudah berusaha giat, disertai dengan tips-tips yang dapat membantu para orang tua membangkitkan semangat belajar matematika pada anak. Semoga bermanfaat, ya!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda